Archive for January, 2008
January 31, 2008 @ 11:38 pm
· Filed under Basbang, opini
“Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo“. Ungkapan tersebut sering kita dengar dan biasa diucapkan orang jaman doeloe untuk menyebutkan bagaimana kondisi Indonesia atau Nusantara pada masa itu. Indonesia memang kaya raya, bumi begitu memanjakan orang yang tinggal di atasnya. Seperti halnya lagu “Kolam susu” yang dinyanyikan Koes Plus.
“Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jalan cukup menghidupimu,Tiada badai tiada topan kau temui,Ikan dan udang menghampiri dirimu.Orang bilang tanah kita tanah surga,Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkah kayu dan batu jadi tanaman“.
Namun kini, alam sudah sering tidak bersahabat kepada kita. Gempa bumi, gunung meletus, Tsunami, tanah longsor, angin beliung, banjir bandang, begitu juga dengan kecelakaan darat-laut-udara sering kita saksikan di berita televisi dan koran.
Seperti halnya hari ini, hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak tadi malam hingga siang ini. Banjir sudah pasti terjadi. Hingga saya pun kena imbasnya, ke kantornya lebih molor dari biasanya. Habis Jum’atan baru berangkat, itupun masih kena hujan karena ga punya payung sehingga basah kuyup. (more…)
Share This
Permalink
January 30, 2008 @ 11:23 pm
· Filed under renungan, puito-melankolik, mahasiswa
Hmm… ruangan labkom yang ber-AC perlahan mulai memperlambat laju keringatku yang keluar (Cie… sok puitis). Akhirnya setelah panik tadi pagi, laporan KP akhirnya *hampir* terselamatkan. Iya nih… gara-gara salah tunjuk warna cover, 50 ribu rupiah melayang… Laporan KP yang *harusnya* sudah siap kemarin sore jadi molor… Tetep aja dikumpulinnya mendekati *ajal*.
Anyway, kalo hari ini nggak [...]
Permalink
January 30, 2008 @ 6:11 am
· Filed under selebritis, Dian Sastro, blog, Umum

Eh, ada info tentang blog Dian Sastro. Hm... setelah baca-baca posting di sana, ternyata Dian Sastro beneran ngeblog. Aih gak salah nih?? [...]
Permalink
January 30, 2008 @ 1:01 am
· Filed under gnome, mandriva, /localhost, Application, knowledge, Linux, Ubuntu
If you are newbie in Linux world, sometimes you would be uncertain on which distro suits you best.
Now, Linux Distro has became easier and easier so it’s not hard to find the distro that made for newbie. I’ll try to discuss two of them.
1. Ubuntu Linux
Ubuntu Linux is a direct descendant of Debian Linux, they [...]
Permalink
January 29, 2008 @ 10:32 pm
· Filed under Curhat, ngegaring, Refleksi
Skakmat! Aku mati kutu…
[Markaz, 28 jan 2008; “No turn over, but there’s many thing to consider…”]
Tadi malam aku membaca sebuah tiga seri artikel yang setelah kukonversi ke word menjadi 18 halaman. Artikel dari seorang ustad ini terasa ‘menampar’ku berkali-kali, sehingga membuatku ber-‘oh… iya ya!’ berulang-kali. Aku merasa bodoh seketika, karena apa yang dibahas disana semua [...]
Permalink
January 29, 2008 @ 10:20 pm
· Filed under renungan, puito-melankolik, biografi, My Playlist
Sedikit foto masa lalu…
Mengingatkan kita bahwa akhir adalah sebuah keniscayaan…
Dan jika saat itu tiba…
tak ada dari kita yang mampu membuat detik-detik berhenti bergerak…
Cucu generasi pertama dari Alm. Eyang kita…
Nggak kerasa sekarang kita semua udah dewasa…
putih abu-abu pun sudah tidak lagi kita nikmati…
Masihkah akan sama waktu yang ‘kan terlewati nanti…?
Hitomi no Jyunin by L’arc [...]
Permalink
January 29, 2008 @ 1:01 am
· Filed under renungan
Tadi malem aku lapor ke Ibuku soal progress TA yang untuk kedua kalinya gagal di satu tahap. Sekalian iseng aku laporkan juga ‘progress’ yang lain… Kubilang bahwa aku lagi nunggu jawaban dari akhwat yg… bla… bla… bla…
Ibuku seperti biasa menghiburku dengan kalimat-kalimat motivasi supaya nggak down dengan TA ku, plus tambahan sedikit:
“km jgn matok tinggi2 [...]
Permalink
January 28, 2008 @ 4:53 pm
· Filed under Jenius vs iDiot
huhu,
sbenarnya ga tega mo posting hal ini,
tp gapapa lah, mungkinm bisa jadi pelajaran, ato malah bisa jadi peluang buat yg suka berwira usaha
jadi beberapa waktu lalu, tepatnya hari sabtu 26 Januari kmrn,
judul : Jasa pembuatan webblog hanya Rp.100.000,-
Hi..
Mudah kok, nanti aku saja yang bikinin ya….
U
spontan aLe ngakak lah..
mo bales ‘gak salah neh [...]
Permalink
January 28, 2008 @ 12:18 am
· Filed under /localhost, Application, knowledge
Saat ini aku hanya ingin berlari berlari sekencang - kencang nya.
Menghindari semua kenyataan yang ada.
Aku hanya ingin sendiri!!!
Ingin ku pergi ketempat yang terpencil.
Melepas penat yang ada.
Melepas bosan yang menggeregoti.
bosan - bosan, bosan dengan kesibukan
bosan dengan rutinitas
bosan dengan segalanya
arghhh bosan , jengah, bete…
Permalink
January 27, 2008 @ 8:14 pm
· Filed under Basbang, Politic
Barang baru-barang baru… ayo dipilih-dipilih-dipilih! Siapa cepat dia dapat… Harga murah berkualitas… Apalagi kalau jeli, ada yang unik disini… Cuman lihat saja gak pake bayar… Informasi selengkapnya di sini… Silahkan dipilih dipilih dipilih dipilih….
1. PARTAI GENERASI
2. PARTAI INDONESIA MUDA BANGKIT
3. PARTAI INDONESIA MAJU
4. PARTAI NUSANTARA INDONESIA
5. PARTAI ISLAM PERSATUAN
6. PARTAI SOLIDARITAS BURUH
7. PARTAI BURUH
8. PARTAI REPUBLIKU
9. PARTAI MURBA INDONESIA
10. PNI MASSA MARHAEN
11. PNI MARHAEN
12. PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL
13. PARTAI SOLIDARITAS NASIONAL
14. PARTAI BELA NEGARA
15. PARTAI KRISTEN DEMOKRAT
16. PARTAI ORDE BARU
17. PARTAI SATRIA PININGIT
18. PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN
19. PARTAI BINTANG BULAN
20. PARTAI KRISTIANI INDONESIA
21. PARTAI NASIONAL
22. PARTAI DAMAI SEJAHTERA INDONESIA
23. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA
24. PARTAI PEMBAHARUAN DAMAI SEJAHTERA
25. PARTAI RAKYAT MERDEKA
26. PARTAI DEMOKRAT SEJAHTERA
27. PARTAI KEMERDEKAAN RAKYAT
28. PARTAI KARANG BAJA SEJAHTERA
29. PARTAI INDONESIA SEJAHTERA
30. PARTAI KEDAULATAN
31. PARTAI KARYA PELITA SOEHARTO
32. PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA
33. PARTAI KEBANGSAAN
35. PARTAI HATI NURANI RAKYAT (HANURA)
36. PARTAI INDONESIA MADANI
37. PARTAI GARUDA
38. PARTAI KEMAKMURAN
39. PARTAI AMANAT PERJUANGAN RAKYAT (AMPERRA)
40. PARTAI NASIONALIS BERSATU (PNB)
41. PARTAI PENGAMAL THAREQAT ISLAM NEGARA ISLAM INDONESIA
42. PARTAI PERSERIKATAN RAKYAT
43. PARTAI AMAN SEJAHTERA
44. PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA
45. PARTAI MATAHARI BANGSA
46. PARTAI KEMAKMURAN RAKYAT
47. PARTAI PERMATA NUSANTARA
48. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA SE-INDONESIA
49. PARTAI PEMUDA INDONESIA
50. PARTAI PARADE NUSANTARA
51.PARTAI BANGSA INDONESIA
52. PARTAI KONGRES
53. PARTAI KEADILAN RAKYAT (PAKAR)
54. PARTAI WALISONGO
55. PARTAI SOSIAL DEMOKRAT
56. PARTAI PERJUANGAN RAKYAT MISKIN DAN TERTINDAS
57. PARTAI NUSA BANGSA
58. PARTAI BARISAN NASIONAL
59. PARTAI PEMBAHARUAN NASIONAL
60. PARTAI PATRIOT
61. PARTAI NASIONAL INDONESIA
62. PARTAI INDONESIA RAYA
63. PARTAI NASIONAL PRIBUMI BERSATU
64. PARTAI PEMBAWA DAMAI SEJAHTERA
65. PARTAI ISLAM INDONESIA MASYUMI
66. PARTAI NASIONAL DEMOKRASI KEADILAN SOSIAL
67. PARTI BHAKTI PUTRA NUSANTARA
68. PARTAI MASYARAKAT MADANI
69. PARTAI REPUBLIKA NUSANTARA
70. PARTAI RAKYAT NUSANTARA
71. PARTAI KARYA PERJUANGAN (PAKAR PANGAN)
72. PARTAI GOLONGAN PEMBERKAT PERSATUAN INDONESIA (PBPPI)
73. PARTAI KASIH
74. PARTAI KERAKYATAN NASIONAL (belum ada surat permohonan)
75. PARTAI KRISTEN DEMOKRAT INDONESIA
76. PARTAI DEMOKRAT KRISTEN INDONESIA
77. PARTAI PERSATUAN SARIKAT INDONESIA
78. PARTAI KRISTEN DEMOKRAT SEJAHTERA
79. PARTAI PERSATUAN KASIH BANGSA ( PERKASA )
80. PARTAI NASIONAL DEMOKRAT
81. PARTAI PERJUANGAN KASIH BANGSA
82. PARTAI PEDULI DAERAH
83. PARTAI NASIONAL INDONESIA BANGKIT (PNI – BANGKIT)
84. PARTAI PENYELAMAT ANAK BANGSA
85. PNI BANGKIT KESATRIA
86. PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA
87. PARTAI KEBANGSAAN NASIONAL
Share This
Permalink
January 27, 2008 @ 6:06 pm
· Filed under ukhuwah, munakahat, Refleksi
Itsar vs Istibaq fil Khair
[Markaz, 28 jan 2008; “For U it’s a problem, for Me it’s a matter…”]
Beberapa waktu lalu aku berbeda pendapat dengan seorang teman dalam memandang urusan ‘N’. Aku cenderung melihat hal itu lebih banyak dari sudut pandang ukhuwah (Itsar) ketimbang suatu proses istibaaq fil khair (kompetisi dalam kebaikan). Kedua sudut pandang ini [...]
Permalink
January 27, 2008 @ 5:52 pm
· Filed under Uncategorized
Mungkin Suatu Saat Nanti
[Markaz, 28 jan 2008; “Faa watstsiqillahumma rabithatahaa…”]
Beberapa minggu sebelum acara perpisahan SMA ku, sambil mengisi waktu mempersiapkan SPMB aku iseng menulis lagu ini. Tadinya aku berharap lagu ini bisa dibawakan saat acara perpisahan. Tetapi ternyata nggak ada sesi musik di hari itu. Aku masih berharap, mungkin saat wisuda nanti lagu ini bisa [...]
Permalink
January 27, 2008 @ 4:02 pm
· Filed under Refleksi
Haduh, judulnya
Kemarin siang, setelah pulang dari sebuah kegiatan yang berlangsung semalaman, saya melihat berita. “Pak Harto Kritis”, judul berita tersebut. Entah kenapa, saat itu saya merasa tidak yakin bahwa beliau akan bertahan lebih lama lagi. Prediksi saya, siang itu akan jadi hari terakhirnya. Barangkali karena saya juga sudah terlalu jenuh dengan ekspose media yang berlebihan mengenai kondisi kesehatannya. Benar saja, ketika terbangun dari tidur saya melihat televisi dengan judul yang sudah berubah, “Pak Harto Wafat”. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Secara personal, saya tidak punya masalah apa pun dengan Bapak Pembangunan tersebut. Pun, tidak merasa berhutang budi. Netral. Tidak terlalu bangga dengan ‘prestasi’ yang pernah dicapai selama kepemimpinannya, juga tidak terlalu membabi buta mencaci apalagi sampai menghinakan ‘kesalahan’-nya. He’s not Superman. Namun, bahwa beliau memiliki karisma dan seorang tokoh yang kontroversial, patut diakui. Dicintai, pada saat yang sama juga ditakuti sekaligus dibenci. Bukankah panggung sejarah dipenuhi oleh tokoh-tokoh semacam ini? Jadi, ndak mesti heran toh?
Pada dasarnya, barangkali sebagian besar masyarakat Indonesia sudah memaafkan atau bahkan melupakan kesalahannya, seperti juga ‘kita’ sudah memaafkan dan melupakan kesalahan Soekarno. Saya jadi ingat salah seorang tokoh favorit saya, HAMKA. Betapa pun beliau pernah merasakan penderitaan akibat perlakuan Soekarno, HAMKA masih berbesar hati untuk menjadi imam shalat jenazah Soekarno. Kali ini pun saya melihat hal yang serupa terjadi pada diri AM Fatwa, tahanan politik zaman Soeharto, yang bersedia untuk melayat jenazah Soeharto. Sungguh, sebuah sikap yang patut dipuji.
Sebagai seorang suami, ayah dan kakek, saya melihat Pak Harto sebagai sosok yang hangat dan penuh kasih sayang. Akan tetapi, sebagai seorang Presiden, tindakan atau kebijakannya yang dirasa ‘merugikan’ -mungkin- dirasa perlu saat itu, demi stabilitas negara. Benar dan salah, hanya masalah perspektif saja. Saya sendiri tidak pernah meragukan nasionalisme dan loyalitasnya terhadap bangsa Indonesia. Hanya saja kekuasaan memang kerap menjerumuskan manusia, apalagi jika disekitarnya adalah para penjilat yang mencari aman dan kesenangan dirinya sendiri. Dan, entah mengapa saya merasa yakin meskipun tanpa bukti, 32 tahun Pak Harto berkuasa sebagiannya merupakan andil para penjilat ini.
Dan, sekarang, saya hanya bisa berdo’a, semoga beliau baik-baik saja di alam sana. Hanya saja, saya penasaran, sewaktu beliau sekarat, ada yang membimbing beliau untuk mengucapkan kalimat tahlil tidak ya?! Rasanya keterlaluan jika diantara banyak manusia dan ekspose media yang bertubi-tubi itu, tidak ada satu pun orang yang mengingatkan keluarganya untuk melakukan hal itu.
C 1 H 3 U L 4 7 6. 280108.07.00
NB: saya kok malah paling suka melihat ekspresi sedih-nya pak Harto ketika prosesi pemakaman ibu Tien ya? Beda aja, jarang-jarang melihat ekspresi beliau seperti itu.
Permalink
January 27, 2008 @ 1:46 am
· Filed under Curhat, mahasiswa, Refleksi
Gak jadi begadang nih…
[Markaz, 27 jan 2008; “Masih ngantuk…”]
Semalam aku pulang dari lab sekitar jam 23.30. Akhirnya nggak jadi begadang untuk bikin kurva tumbuh. Ya… untuk kedua kalinya aku gagal dan harus mengulang. Tetapi kali ini tanpa acara ‘pundung-pundungan’ segala. Malah sepanjang jalan antara lab dan pelesiran aku cuma tersenyum, kini dengan senyum puas.
Memang aku [...]
Permalink
January 26, 2008 @ 9:01 pm
· Filed under Film
Sudah beberapa bulan ini kami tidak berhasil menemukan film berbobot yang bisa dinikmati. Mulanya kami berharap dengan film American Gangster, namun kami merasa film ini kurang memuaskan karena ceritanya tidak terlalu jelas —mungkin juga akibat pemotongan disana-sini . Begitu juga dengan film Golden Compass yang ternyata memiliki cerita tidak terlalu jelas, tidak sesuai dengan apa [...]
Permalink
January 25, 2008 @ 8:51 pm
· Filed under Uncategorized
Misalkan…
membantu 1 pasangan sampai ke pernikahan = 1 Rumah mewah di surga
Jumlah panitia Ikhwan = 10 orang
Jumlah panitia Akhwat = 10 orang
belum sama petugas catering, pager ayu, pager bagus, tim nasyid, resepsionis, tukang parkir, tukang masak, tukang cetak undangan bla bla bla
Asumsiin aja yang panitia totalnya = 20 orang
Jadi dari satu pasangan kita dapet = [...]
Permalink
January 25, 2008 @ 8:39 pm
· Filed under munakahat, renungan, puito-melankolik
Aku cuma berharap apapun yang Allah putuskan adalah yang terbaik. Apapun itu…
Nyaris 4 tahun lalu, untuk pertama kalinya aku melihatnya. Biasa saja… datar… bukan suatu moment spesial bagiku waktu itu…
Diklat Taplok OSKM 2004, aku sekelompok dengannya. Aku kerap kali melihatnya menunduk saat berbicara dengan lawan jenis…
Dan hari ini, bertahun-tahun setelah itu aku tersenyum… memang tidak [...]
Permalink
January 25, 2008 @ 4:47 pm
· Filed under Islamologi, Refleksi
Jika anda akan berwudhlu, perhatikan:
- Apakah banyak orang mengantri di belakang anda?
- Cukupkah air yang ada untuk anda dan orang-orang di belakang anda?
Jika anda tidak mendapati kondisi di atas, silahkan berwudhlu ’sesuka’ anda! Akan tetapi, jika satu saja kondisi terpenuhi di antara 2 kondisi di atas, antara banyak yang mengantri dan air yang kurang, sebaiknya ber-wudhlu-lah dengan cepat dan hemat!
Kemudian, ketika memasuki masjid dan berniat untuk melakukan shalat sunat qabliah (sebelum shalat wajib), lihatlah ke sekeliling anda:
- Berapa banyak orang di masjid tersebut?
- Apakah anda tiba lebih awal daripada yang lain?
- Jika banyak, mana yang lebih banyak, yang melakukan shalat sunat atau yang menunggu iqamat?
Jika anda tiba lebih awal daripada yang lain, silahkan lakukan shalat sunat. Namun, jika anda tiba agak terlambat dibandingkan yang lain, apalagi anda melihat lebih banyak yang menunggu iqamat, lupakan niat anda untuk shalat sunat. Sebab, ketika anda melakukan shalat sunat, anda dzalim pada banyak orang yang membuat mereka menunggu anda menyelesaikan shalat sunat. Kalau pun anda keukeuh melakukan shalat sunat, pastikan shalat yang anda lakukan tidak membuat orang lain menunggu terlalu lama.
Sebelum anda melakukan shalat berjamaah, perhatikan diri anda:
- Bagaimana bau badan anda?
- Apakah mulut anda menyebarkan bau tidak enak?
- Sebelum melakukan shalat, apa dan di mana anda melakukan aktivitas?
Jika sebelum shalat anda ‘bersilaturahmi’ ke kandang kambing, atau bergaul dengan kambing, bersihkanlah dulu badan anda, dan pakailah wewangian. Tidak semua orang merasa nyaman dengan bau kambing. Sebagian orang sangat sensitif terhadap bau-bauan. Pastikan mulut dan badan anda tidak menyebarkan bau tidak sedap. Sebab, bau-bauan itu akan mengganggu kekhusyuan shalat. Bukan shalat anda, tapi shalat orang di sebelah anda.
Jika anda ditunjuk menjadi seorang imam, perhatikan ini:
- Adakah orang-orang sepuh dalam jamaah?
- Adakah anak-anak?
- Adakah orang yang sedang dalam perjalanan?
- Adakah orang yang sedang terburu-buru?
- Adakah orang yang sakit?
Jika anda merasa yakin bahwa orang-orang tersebut tidak ada dalam jama’ah yang akan anda pimpin, silahkan shalat ’sesuka’ anda. Akan tetapi, jika anda tidak yakin, percepatlah shalat anda. Pilihlah surat-surat yang pendek. Sebab, orang-orang dalam kondisi di atas cenderung ‘kesal’ apabila imam yang mereka ikuti terasa lama. Hatta, jika anda sudah terbiasa jadi imam shalat di suatu masjid sekali pun. Apalagi, anak-anak yang cenderung agresif dan tidak bisa diam. Malahan, mereka akan mengganggu ketertiban shalat jamaah.
Selain itu, perhatikan juga, adakah orang lain yang hafalan Qur’an-nya sama atau minimal mendekati hafalan Qur’an anda? Jika anda merasa tidak yakin, bacalah surat-surat yang dikenal oleh orang banyak. Sebab, anda ditunjuk jadi imam bukan untuk menunjukan kehebatan anda dalam soal hafalan Qur’an!! Anda ditunjuk jadi imam untuk membimbing jamaah anda, akan tetapi anda pun harus menyadari bahwa anda bukan seorang yang sempurna. Suatu saat anda bisa lupa. Disinilah perlunya orang lain yang bisa mengoreksi dan mengingatkan jika anda lupa.
Ketika anda akan melakukan shalat sunat ba’diah (setelah shalat wajib), perhatikanlah:
- Apakah tempat anda shalat menghalangi jalan keluar-masuk?
- Adakah orang lain di luar yang mengantri untuk melakukan shalat wajib?
Jika anda yakin tidak ditemukan kondisi di atas, shalatlah. Akan tetapi, jika anda tidak yakin, tunggulah sampai masjid sedikit lebih lengang dan carilah tempat shalat yang aman dari lalu lintas orang-orang. Jika anda mendapati ada orang lain mengantri shalat jamaah, lupakan niat anda shalat sunat, segeralah keluar dan berikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan shalat berjamaah. Sebab ketika anda memaksa diri untuk melakukan shalat sunat dalam kondisi-kondisi tersebut, anda sudah dzalim pada orang lain.
Pertanyaannya, bagaimana mungkin ibadah yang kita lakukan bisa mendzalimi orang lain? Kenyataannya sangat mungkin dan bisa. Hanya saja, barangkali kita tidak menyadari ketika kita melakukan ibadah, ada hak orang lain yang terganggu. Adalah sebuah kedzaliman ketika -misalnya- kita menghabiskan waktu berdzikir, sementara ada orang lain menunggu kita dan sedang terburu-buru.
Saya bukan ingin melarang siapa pun untuk melakukan ibadah, berdosa sekali saya jika melakukan itu. Saya sangat senang jika setiap orang rajin beribadah. Akan tetapi, sebelum beribadah, cobalah untuk memperhatikan orang-orang di sekitar kita. Pekalah dengan situasi di sekeliling. Saya tidak yakin ibadah kita diterima oleh Allah SWT, jika ada orang lain yang terdzalimi ketika kita melakukan ibadah. Sejatinya, ibadah yang kita lakukan dengan baik akan menuntun kita menjadi orang-orang yang peka dengan kondisi sekitar. Sebab, semakin dekat seseorang dengan Rabb-nya, seharusnya dia akan semakin peduli dengan lingkungan sekitarnya.
C 1 H 3 U L 4 17 6. 260108. 07.45.
NB: duh, perasaan kok kayak saya yang udah bener aja ya?
Permalink
January 25, 2008 @ 11:25 am
· Filed under Curhat
Ingin pulang ke rumah. Kangen wajah teduh Ayah saya dan obrolan ‘antara lelaki’ dengannya. Atau hanya sekedar duduk berdampingan, dalam hening. Kangen udang goreng buatan Ibu saya. Kangen tidur-tiduran di atas genting rumah di malam hari dan…memandang langit. Saya tidak pernah bosan melakukannya, kadang sampai tertidur di atas genting. Ingin bertemu sohib-sohib SMA, tidak lama lagi beberapa orang diantaranya akan menikah. Biasanya, kalau sudah menikah, agak susah diajak kumpul-kumpul lagi. Sekarang saja sudah agak sulit.
Ah, sejauh apa pun kita pergi, pada akhirnya hati kita akan kembali ke rumah juga. Apalagi dengan ritme aktivitas saya yang sudah mulai tidak terarah dan tidak teratur seperti sekarang. Bukan ingin berhenti, hanya ingin ‘menarik nafas’ sejenak, sebelum berlari dan ‘bertarung’ lagi dengan segala permasalahan hidup. Next week, i’m going to go to home.
C 1 H 3 U L 4 17 6. 260801. 02.30.
Permalink
January 24, 2008 @ 7:54 pm
· Filed under Curhat
Sekarang….
Saya sedang sangat kesal. Dan ingin sekali menabrak aturan-aturan yang ‘mengganggu’ itu. Aslinya, saya adalah orang yang selalu berusaha untuk menuruti peraturan. Tidak pernah berniat melanggar lampu merah, tidak membuang sampah sembarangan. Kalau bawa motor, maunya pake helm yang save dan sesuai standar, meskipun selama ini belum pernah bikin SIM
Saya sendiri punya aturan, “Jika apa yang akan saya lakukan diijinkan oleh Islam (Allah) maka saya kerjakan. Jika tidak diijinkan, sebisa mungkin saya berusaha untuk menghindar bahkan tidak melakukannya“. Sesederhana itu. Saya pakai kata “sebisa mungkin“, karena kadang-kadang ada saat dimana kita dihadapkan dengan situasi yang dilematis dan sulit untuk kita hindari. Barangkali, lebih tepat jika dikatakan sedang berada di wilayah ’syubhat’. Jangan salah, ada beberapa teman yang curhat mengenai situasi semacam ini dan mereka mengaku sulit untuk tidak melakukan hal yang salah itu.
Ah, lain kali saja saya ceritakan apa yang sedang saya hadapi sekarang. Intinya, saya sedang kesal. Jika bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit dan mempersulit diri sih?! Selama tidak melanggar peraturan Allah, kenapa harus menambah-nambah aturan lagi?! Bikin ribet saja. Barangkali karena saya juga seorang programmer, saya berusaha untuk taat pada aturan ini, KISS ( Keep It Simple Stupid ). Maka, ketika diharuskan menggunakan ‘algoritma’ yang ribet, padahal bisa disederhanakan, saya malah jadi senewen sendiri. Begini jadinya kalau terlalu tergantung sama orang lain.
Maaf, saya sedang sedikit agak terlalu sangat kesal. Sedang ingin mencaci maki menumpahkan apa yang ada di hati. Maaf jika setelah baca tulisan ini anda tidak mendapatkan pencerahan. Sekali lagi, maaf….
C 1 H 3 U L 4 17 6. 250108.11.00.
Permalink
January 24, 2008 @ 7:24 pm
· Filed under intermezzo
Idul Fitri memang sudah lama dilalui, tapi apa salahnya kembali ke fitrah? Kembali ke fitrah yang saya maksudkan di sini adalah kembali ke thema default wordpress. Thema apa-adanya. Terlalu banyak pernak pernik gak penting terkadang membosankan juga, apalagi jika thema yang dibikin hanya sekedar berniat untuk gagah-gagahan, keren-kerenan. Biar tampil beda. Suatu saat, saya juga ingin blog saya terlihat apa adanya dengan kembali ke semula. Bahkan background header yang defaultnya biru saya samakan dengan background content biar terlihat tidak ada sekat di dalamnya. Tapi tetap mengandung unsur warna biru, gak tau mengapa kok saya menyukai warna ini.
“Loh… merubah penggunaan thema secara signifikan seperti ini bisa mempengaruhi SEO lo.. bisa masup ke sandbox,”ujar pakar SEO. “Ahh…biarlah pak, blog ini belum bisa dibuat untuk cari uang kok. Lagian, ini juga blog abal-abal. Blog yang gak penting di ranah blog, gak ada yang peduli dengan blog ini. Meminjam istilah pada kaos mBeHaI, no one cares about your blog,” jawab saya.
(more…)
Share This
Permalink
January 24, 2008 @ 6:33 pm
· Filed under Uncategorized
Nggak ada yang tahu apa yang tertulis di lauhul Mahfudz kan?
Jadi…
Try my best, then see what Allah decides for me…
Permalink
January 24, 2008 @ 12:57 am
· Filed under opini
Menurut Mas Momon, orang Jawa kuno dulu tidak mengenal warna biru. Yang dikenal hanya warna “ijo” untuk warna yang mengandung “biru” maupun “hijau”. Jadi, langit itu tidak berwarna biru, tetapi berwarna hijau. Mereka susah membedakan warna biru dengan hijau sehingga semuanya menjadi berwarna hijau. Antobilang ternyata juga tidak kurang uniknya, dia sulit untuk membedakan kata “menjemput” dengan “menyusul”. Baginya, dua kata ini adalah sama.
Beberapa hal di atas masih di lingkup yang kecil, di lingkup yang lebih besar pun, nyatanya banyak diantara kita yang juga sering susah untuk membedakan suatu kata. Contoh yang paling terlihat dan digunakan oleh banyak orang tanpa disadari adalah penggunaan kata “kita”. Kebanyakan orang-orang akan cenderung lebih suka menggunakan kata “kita”, padahal yang dimaksud terkadang bukan “kita”, tetapi “kami”. “Kita” dengan “Kami” tentunya adalah dua kata yang berbeda, tetapi banyak yang menganggap ini sama.
Saya jadi berfikir, apakah kata “hijau” yang hanya dikenal oleh orang Jawa kuno telah mereinkarnasi menjadi “kita” untuk orang Indonesia jaman sekarang? Hmmm…. mungkin. :D
(more…)
Share This
Permalink
January 23, 2008 @ 11:32 pm
· Filed under Curhat
Hi! thanks all for your comments on my previous post. I’ve decided to use this blog as my English Blog and Technical Blog, while other blog for my personal life, about my daily life, my feeling, my junk posts.
Why i decided to split my blog ? , it’s simple i don’t wanna mix between tech [...]
Permalink
January 23, 2008 @ 11:17 pm
· Filed under Curhat
Permalink
January 23, 2008 @ 6:13 pm
· Filed under Uncategorized
Bismillah…
Salah satu wujud nyata kecintaan kita pada Allah adalah besarnya cinta kita pada saudara kita seiman. Sederhananya, dapat terukur dari seberapa besar ukhuwah yang kita tunjukkan terhadap saudara-saudara kita tersebut. Bentuknya amat beragam, bisa jadi sesuatu yang pahit sekalipun dari mereka bagi kita, bisa jadi sebenarnya merupakan suatu bentuk penjagaan yang memiliki hikmah tersembunyi. Maka [...]
Permalink
January 23, 2008 @ 12:24 am
· Filed under /localhost, Curhat
hehehe lagi kepikiran nih buat ngebangkitin blog lama gw enakan di jadiin apa yah tuh blog ?
Apa jadiin blog gw yang berbahasa inggris aja, biar yang ini jadi bahasa Indonesia aja atau kebalikannya … ??? soale sayang juga nganggur, gak di pake… sementara ini sih baru gw import postingan gw yang di blog ini [...]

Permalink
January 22, 2008 @ 10:46 pm
· Filed under Basbang, Film, ranking, review

Antara Radit dan Jani dengan Rudi dan Jeni memang memiliki kemiripan. Susunan hurufnya mirip, R&J, Mereka juga sama-sama terkenal, setidaknya untuk dunianya masing-masing saat ini. Namun, mereka tetap memiliki perbedaan yang jelas. Om Rudi atau sering menyebut dirinya Sir Mbilung Mac Ndobos, siapa sih blogger yang gak kenal dirinya? Begitu juga dengan Neng Jeni. Mereka adalah keluarga seleb blogger yang berbahagia dan sugih logah lagih :D.
Lain lagi dengan Radit dan Janit mereka adalah pasangan yang bahagia, namun sebenarnya menderita. Atau sebaliknya, menderita, namun menurut mereka bahagia. Itulah setidaknya sekelumit kesan tentang Radit dan Jani, ketika tadi malam diundang oleh Mbak Mandy (semoga gak salah link) dari IFI untuk menghadiri Gala Premiere film Radit dan Jani di XXI Plasa Senayan.
Berangkat dari rumah menuju TKP, saya tidak mengharapkan apa-apa dari film ini. Saya siap untuk kecewa dan juga siap untuk puas. Karena, walaupun saya pecinta film, namun jarang nonton film Indonesia. Entahlah, kenapa saya lebih menyukai film produksi asing yang memang memiliki kualitas bagus daripada nonton film lokal yang terlalu dipenuhi oleh sampah. Untunglah, kesiapan saya untuk kecewa tidak tercapai dan terganti dengan kepuasan menonton film ini sampai akhir cerita. Dengan tidak lupa memberikan applaus ketika film selesai.
(more…)
Share This
Permalink
January 22, 2008 @ 8:06 pm
· Filed under munakahat, renungan, ngegaring
1 rumah di surga
Bocor… bocor…
Sudah nggak ada lagi rahasia yang nggak kebongkar malam tadi. Udah nggak ada muka lagi deh aku didepan ihsan dan dwi, begitu juga sebaliknya. All secret has been revealed.
Sekali lagi, topiknya nggak jauh dari huruf ‘N’ besar. Aku sebenarnya agak nyesel juga sih karena seakan-akan 3 hari dirumah sakit topik bahasan [...]
Permalink
January 22, 2008 @ 7:49 am
· Filed under Bebas
hari2 yg sok sibuk neh ^^
secara warnet aLe (mksdnya warnet tempat kerja aLe) emang sedang pindahan, jd koneksi warnet mo pindahan juga,
buat yg belum tahu,
warnet aLe yg dulu (yg skr mo dipindah) itu beralamatkan di Bethek Panjaitan depan gang 17, dan akan di pindah karena masa kontrak uda abis. Tempat yg baru adalah di daerah [...]
Permalink