Alhamdulillah, salah satu program untuk membahagiakan anak-anak jalanan yang kami (SSG Daarut Tauhiid Wilayah Cibeunying) bina, berjalan dengan baik.
Hari Sabtu malam (5 April 2008) -ketika saya berada di warnet- Takwir (Ketua Wilayah) mengirim sms yang berisi pesan meminta bantuan untuk mengondisikan anak-anak jalanan bersiap-siap diberangkatkan ke Daarut Tauhiid hari Minggu Pagi (6 April 2008). Sayangnya saya tidak bisa ikut membantu pagi hari itu, karena sudah ada rencana di pagi hari. Lagipula, saya juga baru tahu ketika sms tersebut sampai ke HP saya.
Akan tetapi, saya tetap datang jam setengah 11 pagi, sudah sangat terlambat sebetulnya. Hari ini jadwal saya memang tidak terlalu padat, jadinya bisa datang. Ketika sampai di DT, saya langsung menuju area sentral 5, karena fasilitas rafling ada di sana. Area yang serba guna. Selain sebagai tempat parkir, bisa juga digunakan untuk futsal, syuting TV, kegiatan konser bahkan shalat.
Dari kejauhan saya melihat wajah-wajah yang sangat kenal. Sahabat-sahabat saya di SSG dan juga anak-anak jalanan tersebut, mereka semua berkumpul di bekat dinding rafling. Moment tersebut juga menjadi salah satu obat rindu bagi saya karena sudah hampir 1 bulan saya tidak pernah bertemu lagi dengan mereka.
Baru datang, saya langsung disuruh mendokumentasikan kegiatan tersebut. Untungnya, saya membawa kamera, meskipun ada juga kamera lain yang dibawa oleh teman saya. Beberapa hasilnya, bisa dilihat di bawah.

Salah satu Jargon DT yang dipasang di dinding rafling

Foto Agak Siluet

Yeah, Jump!!

Situasi belajar-mengajar setelah rafling.
Biasanya di Ciroyom, khusus hari ini dipindahkan di DT.

Pribadi Tangguh Pantang Mengeluh…cenah!!

Langitnya cerah ya?!

Shalat Dzuhur berjama’ah

Foto Bareng sebelum bubar.
Yah, begitulah. Setelah shalat dzuhur dan makan siang bersama, kami membubarkan diri. Anak-anak jalanan diantar ke Ciroyom kembali oleh Pak Ketua, Takwir yang rela mobil kijangnya sampai nyaris ceper gara-gara overload
.
Keinginan kami selanjutnya adalah mengajak anak-anak jalanan untuk bisa menikmati pengalaman ke Taman Safari atau Dufan. Hanya saja kami sedang berusaha untuk mengumpulkan dana atau mencari donatur yang bersedia. Mudah-mudahan ada yang bersedia. Selain itu, keinginan terbesar kami adalah mengembalikan mereka ke orangtuanya. Bagaimanapun, anak-anak tersebut masih memiliki hak pengasuhan yang lebih layak dari orang tua mereka. Semoga saja.
Saya tidak langsung pulang. Sempat melihat-lihat buku di SMM (Super Mini Market) DT, kemudian saya mengejar shalat ashar berjama’ah di Salman. Disanalah saya bertemu dengannya (siapa Don? oiyyy…siapa?!)
, setelah hampir 2 tahun. Sebetulnya bukan bertemu, hanya melihat. Dia sedang bersama sahabat-sahabatnya. Sebetulnya ingin menyapanya
, tapi…ah, sudahlah! Lebih baik saya pulang saja. Lagipula, melihatnya baik-baik saja sudah cukup membuat saya bahagia.
Monumen. 060408. Maghrib.
NB:
- 6 April…Happy Birthday Dad!! I Do Love You!
- Nggak usah penasaran dengan orang di paragraf terakhir, nggak penting. Lagian pake ditulis segala sih ya? bikin berantakan cerita aja…