Untung Waktu Nggak Bisa Diulang…
Yups… untungnya waktu nggak bisa diulang. Kalo waktu sampe bisa diulang, bisa-bisa aku akan selalu berusaha kembali kemasa lalu dan dengan bodoh berusaha untuk memperbaiki kebodohan-kebodohan masa lalu yang semakin terdengar bodoh jika di pikirkan kembali hari-hari ini. Pikiran tentang tema ini kembali muncul hari ini, saat tiba-tiba saja ada rasa sakit yang kembali muncul… seakan mendobrak dari balik rusuk-rusuk dada ini. Ah… seandainya aku dapat kembali ke masa lalu dan menghapus daftar hitam perilaku bodohku dimasa lalu.
Lab Ekologi, Labtek Biru Lantai 1, saat praktikum susulan Algologi tadi pagi pikiranku melayang, menembus batas-batas masa yang telah lalu. Ah… empat tahun lalu… atau… tepatnya empat setengah tahun lalu. Masa-masa dimana hidupku hanya berisi rutinitas kuliah yang monoton dan retas-retas impian yang dangkal. Saat itu belum pula kukenal apa itu kemahasiswaan, aktivitas, dakwah kampus, softskill dan istilah-istilah sejenis. Yang kutahu hanya Kuliah, Ospek dan Kosanku.
Masa-masa itu berubah menjadi begitu dinamis. Banyak pengalaman baru dan peristiwa-peristiwa yang kulewati. Ah… ITB Fair 2004… Panpel 2004… OSKM 2004… FKHD… daurah-daurah… Pemilihan Ketua Nymphaea 2005… dan entah berapa banyak lagi moment yang muncul dikepalaku.
“Yaa laytanii… qaddamtu lihayaatii…”
Sesal-sesal yang sejak dulu menghantui datang lagi bersama suasana yang muncul dalam imajinasiku sesaat itu. Aku tiba-tiba seperti berteleportasi dari moment ke moment, ruang ke ruang, masa ke masa dan dalam sekejap mengulang kembali peristiwa itu.
Yaa Allah… seandainya ku dapat kembali pada hari-hari awalku di Bandung… aku akan ikut OSKM 2003 hingga tuntas… tanpa bolong. Ah… seandainya…
Ya Rabb… seandainya aku dapat kembali pada hari-hari itu… ITB Fair 2004… hari-hari ceria kepanitiaan pertamaku dikampus ini… yang merubah total mindsetku tentang arti diriku sebagai mahasiswa…
Ya Rahman… seandainya aku dapat kembali menikmati ketegangan detik-detik perhitungan suara… malam itu ditahun 2004… Ah… insiden ‘kotak yang hilang’… seandainya tidak luput seharipun aku berjaga di malam-malam sepi itu…
Ya Aziz… betapa aku merindukan kembali aura ketegangan forum-forum FKHD… betapa seharusnya banyak yang dapat kulakukan disana…
Ya Rahim… Akankah kembali pertemuan-pertemuan malam OSKM 2004? Masa-masa konyol penuh heroisme semu… Opening yang fenomenal… dan Closing yang menakjubkan…
Ya Muqallibal quluub… Akankah ikatan ini akan menjadi ikatan nan abadi kelak? Akankah detik-detik perenungan kami didaurah itu akan punya makna disisimu kelak yaa Rabb? Akankah kepalan tangan dan janji-janji kami itu akan tetap kami pegang hingga ajal menjemput? “Jika hanya ada satu orang yang berjuang dijalan ini… maka itu adalah aku! …”
Ya Mujiibad du’aa… Sesungguhnya Tuhanku… betapa aku sadar tentang kedzaliman diriku… betapa bodohnya Aku dalam menjalani pinjaman waktumu di masa lalu… betapa sedikitnya pinjaman hidayah ini kusyukuri utuh-utuh… betapa seakan tiada artinya pinjaman mata, hidung, mulut, jantung dan seluruh anggota tubuh yang lengkap ini tanpa amal-amal nyata.
Sungguh… meski kelebat penyesalan itu kembali datang menghampiri… aku bersyukur pada-Mu wahai Rabb Sang Penguasa Waktu… telah kau ciptakan waktu untuk tidak dapat diulang… sehingga kudapat menghargai sisa waktuku didunia… hingga ajal menjemputku. Ah… tapi, seandainya waktu itu bisa terulang…
…
I want to stay here watching you smile forever
I want to live each changing moment in your eyes,
in that one scene forever colored in gentle hues
to bring us close together, I want to stop time forever.
…
["Hitomi No Jyunin" by L'arc En Ciel]
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me
Permalink Comments off

