Archive for mahasiswa

Lagu lama “Forum Mahasiswa Cinta Bandung”

FORUM MAHASISWA CINTA BANDUNG DUKUNG DADA

Forum Mahasiswa Cinta Bandung Dukung Dada

BANDUNG, DRMC

Sebanyak 140 aktivis kampus dari 20 perguruan tinggi di Bandung yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Cinta Bandung (FMCB), Senin (28/7) melakukan aksi sosial dengan memberi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.

Kegiatan ini murni dilakukan mereka sekaligus membantu ikut kampanye untuk pasangan calon wali kota/wakil wali kota H.Dada Rosada/Ayi Vivananda. Sambil melayani masyarakat, mereka membagi-bagikan pamflet dan selebaran yang isinya menyosialisasikan pasangan Dada/Ayi.

Kegiatan awalnya dari kawasan Andir, selanjutnya massa bergerak hingga ke beberapa daerah. Di Jln. Merdeka Bandung, mereka melakukan aksi simpatik dengan membagi-bagikan selebaran kepada setiap pengguna jalan dan para pengendaraan kendaraan bermotor.

“Ini murni dari kami, karena kami menganggap Pak Dada masih cocok dan masih yang terbaik untuk memimpin Kota Bandung lima tahun mendatang,“ ujar Yudi koordinator aksi sosial. 

Saya dan beberapa kawan ketawa saja dengan tulisan ini dan beberapa spanduk yang terpasang di sudut-sudut jalan bandung dengan mengatasnamakan “Forum Mahasiswa Cinta Bandung”. Langsung terlintas sebuah pertanyaan di benak saya, “Masak iya, sekarang ada mahasiswa yang bisa dibeli sama DADA ROSADA?”. Gak masuk sedikitpun dalam logika saya jika ada mahasiswa yang sekubu dengan si Incumbent ini, karena jelas sikap politik mahasiswa akan berbeda dengan sistem nilai materialis dan penuh kepentingan sesaat tim sukses Dada. Mustahil ada mahasiswa yang masuk ke kubu Dada kalau tidak ada apa-apanya.

Saya mendengar kabar yang lebih nyeleneh lagi. Pak Haru Suandaru mendapat SMS teror dari pihak-yang-tidak-perlu-disebutkan-namanya, yang protes dengan banyaknya aksi mahasiswa menyerang kubu dada, terutama seputar makin menguatnya dugaan korupsi yang dilakukan sang Incumbent ini, salah satunya terkait kasus punclut. Seminggu terakhir ini memang ada beberapa kali aksi mahasiswa yang membawa tuntutan hukum agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan korupsi dan kolusi (berdasarkan laporan intelejen kejaksaan seputar kasus punclut yang bocor ke publik beberapa waktu lalu) yang dilakukan Dada Rosada selama menjabat.

Hal yang paling lucu adalah munculnya statement dari pihak penteror, “Ah lagu lama menurunkan mahasiswa kejalan! Ngapain ‘ngirim’ mahasiswa ke kejagung dan kajati segala?”. Hal ini lucu karena pihak yang diteror sendiri tidak tahu menahu secara persis soal seluk beluk geraknya kubu mahasiswa ini. Opini saya pribadi, menurut saya wajar-wajar saja jika TRENDI lebih mendapat dukungan dari kalangan gerakan mahasiswa. Orientasi dan logika mereka match kok satu sama lain. Lagipula mungkin baru fair untuk dikritisi jika para mahasiswa itu tidak membawa argumen dan bukti yang kuat terhadap tuduhan yang mereka alamatkan pada Dada Rosada tersebut. Lha… masalahnya mereka kan membawa argumen dan bukti yang kuat, lagipula mereka bergerak berdasarkan logika dan rasionalitas mereka sendiri. Lalu apa salahnya jika kemudian seakan-akan arus gerakan mereka sejalan dengan apa yang di usung TRENDI?

Justru yang dipertanyakan adalah aksi klaim terhadap dukungan mahasiswa dari kubu Dada Rosada sendiri. Gaya-gaya propaganda yang digunakan tim sukses Dada Rosada (’buntut’nya gak usah disebut lah ya… hanya penjilat yang berhasil mengambil hati Megawati, padahal tidak mengakar di PDIP sendiri) mengingatkan kita dengan spanduk-spanduk dukungan PLTSa yang sempat marak memenuhi Bandung beberapa bulan lalu. Gaya yang mirip itu mengindikasikan bahwa propaganda tersebut ditangani oleh tim media yang sama. Yang butuh dicermati lebih teliti lagi, spanduk PLTSa yang dulu sering kita lihat itu mengatasnamakan warga dari lokasi pemasangan spanduk tersebut. Lucunya, desain spanduknya sama persis dari berbagai lokasi tersebut, hanya berbeda di bagian nama pihak warga yang diklaim.

Nah… sekarang, yang menjadi pertanyaan “beneran gak, ada mahasiswa yang mendukung Dada Rosada? Atau hanya sekedar klaim sepihak saja? Saya dan beberapa kawan jadi tergelitik untuk menantang ‘para mahasiswa’ yang bergabung dengan ‘Forum Mahasiswa Cinta Bandung’ itu. Seperti apa sih tampang mereka? Bisa nggak mereka mempertanggungjawabkan ‘dukungan’ mereka tersebut? Atau mungkin lebih tepatnya, BISA NGGAK TIM SUKSES DADA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KLAIM SEPIHAK YANG MEREKA LAKUKAN? Jadi sekarang siapa yang menyenandungkan ‘lagu lama’ itu?

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Akhirnya… Dua Dosen Blogger Itu Bersatu!

Setelah mengikuti sikap PTUN yang cenderung ‘buying time’, SYNAR membacakan sikap politiknya. Salah satu item paling penting adalah:

Seandainya sampai 10 Agustus 2008 tidak ada keputusan PTUN yang sifatnya berkekuatan hukum, SYNAR memberikan kebebasan kepada pendukungnya untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Namun, kami menganjurkan agar para pendukung memilih pasangan calon yang mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberantas korupsi di kota Bandung.

Setelah membacakan sikap politik tersebut, kami berkonvoy menuju kubu TRENDI yang sedang menyelenggarakan kampanye TRENDI yang terakhir di lapangan Gasibu dengan ribuan pendukungnya. Kami ditemui Taufikurahman di depan pintu parkir masuk restoran Sindang Reret di sekitar Gasibu. Singkatnya, kami menyatakan bahwa program apapun yang dimiliki siapapun tak akan berjalan jika korupsi di kota Bandung masih dibiarkan. Kami menanyakan, apakah TRENDI siap memberantas korupsi di kota Bandung jika terpilih? Taufikurahman langsung menjawab “Siap” dengan yakin.

Dengan jawaban tersebut, SYNAR menyatakan akan ikut mengawal dan mengawasi jalannya pemerintahan di kota Bandung jika TRENDI terpilih, dan jika sampai 10 Agustus 2008 tidak ada keputusan yang menguntungkan SYNAR, kami akan menganjurkan pendukung SYNAR untuk memilih TRENDI.

Akhirnya SYNAR menyinari TRENDI.

HAYU BABARENGAN BEBENAH BANDUNG.

Akhirnya… mimpi saya jadi kenyataan! Dua dosen blogger itu, kini ada dikubu yang sama. Prediksi sayapun tepat, yang menyatukan mereka adalah sikap progresif mereka dalam menyikapi realita sosial. Kenginginan dan komitmen yang sama dari masing-masing kubu terhadap pemberantasan korupsi telah mendorong SYNAR untuk menyatakan sikap dan anjurannya untuk mengusung TRENDI dalam Pilwalkot Bandung 10 Agustus nanti.

Sumber artikel: http://bandungindependen.wordpress.com/

Artikel Terkait:

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Aku Rela…

Ya Allah…
Aku berwashilah padamu dengan amalku yang sedikit…
dengan amal yang kerap berlumur ujub dan riya ini…
dengan remah-remah keikhlasan yang tersisa… mungkin?
ku memohon berikan aku sedikit kelapangan sabar di dada ini…
barang dua atau empat puluh tahun lagi…

Tuhan… aku berharap aku siap…
Untuk patah hati hari ini…
Meskipun itu berarti kuharus patah hati 3x sehari
Atau, beribu-ribu kalipun tak mengapa juga…
Jika itu caramu menghukumku didunia…
asalkan kau ringankan siksaku diakhirat kelak…

Tuhan… sungguh aku rela…
Kau robek-robek hati ini hari ini…
Meski sakit dan pedihnya mengoyak akal sehatku
Meski ia menjerit dalam sunyi, di hingar bingar hari
Meski itu berarti aku harus tetap tersenyum apapun yang terjadi…
Asalkan itu mengurangi adzab yang kau timpakan padaku kelak…

Tuhan, kutahu tiada tawaran yang kumiliki hari ini…
Untuk menukar keselamatanku dari api nerakamu…
Hanya sesosok pendosa yang tertunduk pasrah…
Berharap sedikit ridho masih tersisa untukku…
sedikiiiiiit saja… dipenghujung malam ini…
entah untuk esok…

[TnC, malam ini terselamatkan...]

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Kakak mana yang akan rela!

Sabtu kemarin akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung kerumah orang tua di jakarta. Ini adalah awal tahun ke-6 dikampus. Mungkin bisa dikatakan sudah terlalu lama saya dikampus, sehingga saya sudah meniatkan untuk tidak memberatkan orangtua lagi masalah biaya kuliah. Niatnya sih sudah ada, tapi jalannya ternyata belum ada. Kerjaan yang baru kurang lebih sebulan ini saya jalani belum cukup menjanjikan untuk jadi sandaran pembayaran uang kuliah. Lagipula, saya sendiri merencanakan gaji pertama akan saya gunakan untuk mencicil rumah kontrakan. Apapun yang terjadi beberapa bulan ini, inilah persiapan yang saya coba lakukan.

Seperti apapun hidup yang kita jalani, pada hakikatnya itu hanyalah rangkaian rencana Allah yang terjadi pada diri kita. Kita sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun dalam menentukan akan seperti apa nasib kita dimasa depan. Begitu juga hari itu, sabtu lalu, selepas SPN aku berencana untuk langsung ke stasiun. Pagi harinya aku sudah titip-titip ke Zamzam dan Ninda agar rapat GPH bisa berjalan. Namun ternyata ada yang merubah rencanaku ketika kelas SPN berjalan. Sebuah jarkom masuk, dengan gaya perintah yang nggak mungkin aku tolak, aku memutuskan mengundur keberangkatanku hingga sore tiba. Akhirnya, aku tidak memiliki alasan apapun untuk tidak datang ke rapat GPH. Segera setelah kelas SPN selesai aku segera menuju Skanda.

Aku bersyukur juga tidak jadi segera ke stasiun. Saat itu hanya ada Ninda dan Zamzam saja, yang berarti rapat tidak akan mulai jika tidak ada orang ketiga. Alhamdulillah, rapat pun berjalan dengan lancar dan cukup singkat, dengan tiga poin saja yang dibahas. Beberapa saat menjelang selesai, Syifa datang menambahkan beberapa poin laporan. Rapat pun ditutup dan kami segera bubar masing-masing. Kebetulan sekali adzan berkumandang beberapa saat kemudian.

Aku mulai bimbang saat itu, jarkom dengan kode “Q” berarti apapun kondisi dan alasannya, tidak ada alasan untuk tidak datang. Tapi disisi lain aku juga merasa bahwa sangat urgent untuk segera pulang ke jakarta. Kereta berikutnya berangkat pukul 12.45 yang selanjutnya adalah jadwal pemberangkatan kereta terakhir yang berangkat 16.45. Kalaupun aku memaksakan datang sore itu, praktis hanya ada 30 menit efektif aku ditempat pertemuan itu sebelum akhirnya harus berangkat ke stasiun mengejar kereta jam 5 itu. Jelas hal ini sama sekali tidak efisien. Makanya kemudian tanpa pikir panjang aku segera berangkat ke stasiun selesai shalat dzuhur. Argh… ternyata aku hampir tertinggal kereta. Kereta itu berangkat hanya sekitar 3 menit setelah aku tiba di stasiun.

Ada hikmah yang kudapat dengan berangkat ba’da zuhur. Aku jadi ada waktu cukup panjang untuk berkeliaran di Jakarta sambil jalan-jalan iseng dengan busway. Aku menyengajakan turun di Gambir, kemudian langsung beli tiket dan naik ke atas busway meskipun sebenarnya sama sekali nggak tau jalan. Aku baru bertanya ketika didalam shelter. Tujuan yang kucari adalah kampung rambutan, rute reguler yang kulewati jika ingin pulang ke depok. Ternyata untuk ke kampung Rambutan rute buswaynya adalah Gambir-Harmoni-Senen, Senen-Kp. Melayu, Kp. Melayu-Kp. Rambutan. Semuanya dengan satu tiket saja… Rp 3500. So, murah meriah juga kan (Maklum jarang di Jakarta… jadi yah… katro dikit gak papa lah).

Akupun sampai dirumah sekitar jam 9 malam. Seperti biasa, teman ngobrolku hanya ibu saja. Ayah sudah tidur, adik-adik sesekali ada pula yang ikut nimbrung. Nggak kerasa, adikku yang ketiga sudah masuk SMA. Ibuku curhat tentang tingginya biaya masuk sekolah saat ini. Beliau membandingkannya dengan kuliah di ITB. Katanya, seandainya bisa loncat langsung kuliah, maka lebih baik adikku langsung kuliah saja daripada harus membayar biaya masuk yang begitu mahal itu. Ya… aku cuma bisa tersenyum miris.

Oh iya… sudah sampai sepanjang ini, tiba-tiba aku ingat bahwa yang ingin aku ceritakan sesuai judul ini sebenarnya tentang adikku. Nggak kerasa adik-adikku sudah pada besar. Adik yang pertama sudah mulai nanya-nanya, kapan si Masnya kawin. Yang kedua, sudah akan masuk tingkat akhir, padahal kuliah kakak sulungnya belum juga berakhir (hiks). Yang ketiga sudah SMU, rambutnya sudah semakin acak adut mengikuti mode di TV. Yang terkecil sudah kelas dua MTs.

Memikirkan mereka mengingatkanku pada mimpi yang kupasang tinggi-tinggi tentang dakwah keluarga. Entah kapan kesempatan itu datang, aku cuma bisa berharap bahwa pada saat itu, apapun yang terjadi, aku dalam kondisi siap dan berpersiapan. Materi-materi yang kudapat di Sekolah Pra Nikah sedikit banyak mengajak aku berpikir dengan cara yang lebih kompleks tentang tema tersebut. Apalagi materi terakhir kemarin, ada satu hadits yang dikutip oleh Ust. Hervi Firdaus, redaksional dan riwayat pastinya mungkin lupa kucatat, tapi isinya kurang-lebih: “Jika sepasang Suami-Istri menikah melalui proses yang tidak diridhoi Allah (diharamkan Allah), maka murka Allah akan menyertai sepanjang usia pernikahan mereka didunia.”. Mendengarnya saja aku merinding, dalam hati aku sempat berkata “Ya Allah, selama ini memang mungkin caraku yang masih belum kau ridhoi.“. Akupun segera bersyukur bahwa saat aku tidak diberikan proses yang mulus-mulus saja. Mungkin Allah memberikan proses yang berliku agar aku dapat belajar menjadi calon suami yang lebih baik.

Aku kemudian sempat berpikir, jika dengan proses ta’aruf yang terhitung syar’i saja masih dimungkinkan adanya cara-cara yang tidak syar’i. Bagaimana dengan mereka yang masih menggunakan pacaran sebagai cara mengenal pasangannya sebelum nikah? Pertanyaaan ini segera mengingatkanku pada adikku yang pertama dan kedua. Adik pertamaku sekarang telah bekerja. Ia berpacaran sejak 4 tahun lalu dan itu mengganggu pikiranku tiap kali kembali ke rumah. Ia berada di pesantren Husnul Khotimah jauh lebih lama dariku. Seharusnya saat ini proses tarbiyahnya jauh lebih matang dibanding aku sebagai kakaknya, jika saja ia menjalankan halaqahnya seperti dulu. Adikku yang keduapun sama, ia mulai halaqah sejak SMA. Kabar terakhir dari ibuku, ia kini justru pacaran. Halaqahnya putus di kampusnya, UIN Syarif Hidayatullah.

Aku hampir tidak habis pikir, apa sih sebenarnya yang salah dengan kampus itu. Mengapa ada saja cerita tentang rekan ikhwah yang lepas seketika dari tarbiyahnya begitu terjun di kampus itu? Mengapa hal-hal semacam ini justru akhirnya kurasakan sendiri didalam keluargaku? Sejenak saja pertanyaan itu seakan mengajak akalku untuk mempersalahkan keberadaan kampus itu. Dulu, nyaris saja aku tidak diizinkan kuliah ditempat lain. Karena UIN lebih dekat dengan rumah, ibuku memintaku untuk masuk ke UIN saja. Untungnya hasil SPMB memihak padaku. Akupun bisa melayang terbang sampai ke kampus Ganesha ini. Aku tidak bisa membayangkan jika sampai tiga anak ibuku yang sudah kuliah harus lepas semua proses tarbiyahnya. Meskipun aku bersyukur bisa menemukan kembali Edensorku disini, tapi tetap… keinginan untuk membawa kembali adik-adik dan seluruh keluargaku pada indahnya tarbiyah masih menjadi mimpi yang tidak tergantikan sampai kapanpun… dan itulah alasanku untuk segera menikah!

Pagi harinya setelah sarapan ada hal yang membuat hatiku tiba-tiba hancur berkeping-keping (hm… terlalu melankolis kayaknya… diganti remuk dan retak-retak deh…). Aku bermaksud mengambil beberapa file lagu dari komputer adikku untuk mengisi komputerku. Iseng-iseng kubuka folder foto. Kubuka pula folder foto pribadi milik adik keduaku dan… sebilah belati besar merobek dada ini lebar… adikku berpose berdua dalam fotobox! Ia memang masih dengan jilbab lebarnya tapi… naudzubillah mindzalik! Ia berpelukan dengan seorang mahasiswa yang kukenal sebagai seniornya sejurusan! Ya Allah… kemana perginya materi tarbiyah yang dulu pernah ia dapatkan dalam pertemuan pekanan?

Alamak… mana ada seorang ikhwan yang rela melihat adiknya dalam keadaan seperti itu. Laki-laki muslim mana yang rela jika melihat bahwa kehormatan adik kecilnya ada diujung tanduk seperti itu? Seorang berakhlak sebejat apapun… selama masih memiliki akal sehat… nuraninya akan menolak jika adiknya diperlakukan seperti itu! Aku segera teringat hadits nabi tentang seseorang yang datang kepada beliau dan meminta izin berzina. Apa jawaban Nabi? Beliau segera berbalik menanyakan pada pria itu, apakah ia rela jika ibu atau saudara perempuannya diperlakukan seperti ia memperlakukan wanita yang dizinainya, yang tentu saja dijawab dengan penolakan dan ketidakrelaan dari pria tersebut. Itulah yang saya rasakan sekarang, hati saya sama tidak relanya dengan apa yang dirasakan si pria pada zaman rasulullah tadi.

Yang membuat belati itu semakin menusuk lebih dalam adalah, saya tidak mampu berbuat apa-apa. Marah dan membentak-bentak adik saya atau melaporkannya pada ibu-ayah saya tidak akan membuat ia serta merta sadar. Bisa jadi yang terjadi ia akan semakin menjauh atau malah semakin memberontak. Lagipula pagi itu juga, pas kebetulan ia baru saja berangkat KKN selama sebulan, sehingga tidak ada kesempatan saya untuk bertemu dengannya pada kesempatan mudik kali ini. Pasrah… pikiran saya kembali pada rencana-rencana masa depan kembali. Ingin rasanya memberikan kakak ipar bagi adik saya tersebut yang bisa membimbingnya menjadi muslimah yang lebih baik. Ingin rasanya mencarikan sosok seorang kakak yang bisa mengayomi dirinya, tidak seperti saya yang nyeleneh dan temperamen seperti ini. Pelan tapi pasti… mata ini tiba-tiba basah walau sekuat tenaga saya tahan agar tidak menangis. Pasrah… harapan itu kembali terucap dalam sunyi… dari hati yang sudah robek-robek dalam kekecewaan.

“Ya Allah… berikan aku istri seorang Murabbiyah yang baik… bagi anak-anakku kelak… bagi adik-adikku… bagi keluarga ini… dan mampukan aku menjadi Murabbi yang senantiasa terus belajar menjadi lebih baik… yang dapat menjadi tumpuan dirinya hingga akhirat kelak… Amin!”

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Kesenai Tsumi (Inerasable Sin)

Kesenai Tsumi (Inerasable Sin) by Nana Kitade

http://www.lyricsprovider.com/song.php?id=58288

Itsumo no shisen ni kimi ga ite kokyuu ga dekiru
boku ni totte nara sore dake de
mou juubun na hazu na no ni
Chippoke na boku wa kurikaesu ayamachi bakari
dorehodo tsuyosa wo te ni shitara
nani mo kizutsukezu sumu no?
Mayowazu ni kono ai wo shinji ikiteyuku
fusagaranu kizuguchi mo gyu’tto dakishimete
futari wa aruki-tsuzukeru ato ni wa modorenai kara
ima demo kono mune no oku kesenai tsumi wa itamu kedo
darling
Ano hi ushinatta aijou ni setsunasa wo oboe
boku wa senmei na kono sora no aosa ni sukoshi tomadotte
Tatoe moshi nani ga gisei demo tada hitotsu shinjita
kimi no massugu na me ni utsuru setsuna ni saita hana no iro
Muryoku demo kono sadame tsuyoku ikiteyuku
te wo musubu taion wa zutto tokeatte
dattara issou no koto seotta batsu nara tsurakute mo
Moshi tatoe kimi to kono mama
sekai no nami ni sakarau dake da to shite mo…
Mayowazu ni kono ai wo shinji ikiteyuku
fusagaranu kizuguchi mo gyu’tto dakishimete
Mayowazu ni kono sadame ikiru ikiteyuku
kimi to nara eien mo kitto tsunagatte
futari de tada mae wo mite dou ni mo naranakutatte
soredemo kanarazu kimi wo kono te de mamori-tsuzukeru
Darling

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

100 mg viagra price 100 mg viagra prices 100mg pills price viagra 3 buy generic viagra online 4.24 buy viagra 4.40 buy online viagra 424 buy viagra 4images buy powered viagra 50 mg viagra retail price cialis neil novak uc cialis mexican bayer cialis cialis how it works cialis revies fed ex delivery cialis is there a generic cialis manipulateur agile sp cialis 100 clomid mg 100 mg clomid 100 mg clomid day 1-5 100 mg clomid day 1-5 twins 100 mg of clomid 100 mg of clomid side effects 100 mg success clomid 100mg clomid 100mg clomid cycle length 100mg clomid multiples 100mg of clomid 1 b2 by c levitra powered 10 levitra 10 levitra mg 10 mg vs 20 mg levitra 10mg levitra 10mg vs 20mg levitra 1108 levitra dose 1597 119 b levitra b 171 1 gall bladder and lipitor 1 1 gall bladder lipitor 1 1 lipitor gall bladder 2 1 lipitor problem 10 lipitor mg 10mg lipitor 10mg lipitor qoclick shop 1999 newsweek side effects of lipitor 2 lipitor and gall bladder 3

Comments off

Untung Waktu Nggak Bisa Diulang…

Yups… untungnya waktu nggak bisa diulang. Kalo waktu sampe bisa diulang, bisa-bisa aku akan selalu berusaha kembali kemasa lalu dan dengan bodoh berusaha untuk memperbaiki kebodohan-kebodohan masa lalu yang semakin terdengar bodoh jika di pikirkan kembali hari-hari ini. Pikiran tentang tema ini kembali muncul hari ini, saat tiba-tiba saja ada rasa sakit yang kembali muncul… seakan mendobrak dari balik rusuk-rusuk dada ini. Ah… seandainya aku dapat kembali ke masa lalu dan menghapus daftar hitam perilaku bodohku dimasa lalu.

Lab Ekologi, Labtek Biru Lantai 1, saat praktikum susulan Algologi tadi pagi pikiranku melayang, menembus batas-batas masa yang telah lalu. Ah… empat tahun lalu… atau… tepatnya empat setengah tahun lalu. Masa-masa dimana hidupku hanya berisi rutinitas kuliah yang monoton dan retas-retas impian yang dangkal. Saat itu belum pula kukenal apa itu kemahasiswaan, aktivitas, dakwah kampus, softskill dan istilah-istilah sejenis. Yang kutahu hanya Kuliah, Ospek dan Kosanku.

Masa-masa itu berubah menjadi begitu dinamis. Banyak pengalaman baru dan peristiwa-peristiwa yang kulewati. Ah… ITB Fair 2004… Panpel 2004… OSKM 2004… FKHD… daurah-daurah… Pemilihan Ketua Nymphaea 2005… dan entah berapa banyak lagi moment yang muncul dikepalaku.

“Yaa laytanii… qaddamtu lihayaatii…”

Sesal-sesal yang sejak dulu menghantui datang lagi bersama suasana yang muncul dalam imajinasiku sesaat itu. Aku tiba-tiba seperti berteleportasi dari moment ke moment, ruang ke ruang, masa ke masa dan dalam sekejap mengulang kembali peristiwa itu.

Yaa Allah… seandainya ku dapat kembali pada hari-hari awalku di Bandung… aku akan ikut OSKM 2003 hingga tuntas… tanpa bolong. Ah… seandainya…

Ya Rabb… seandainya aku dapat kembali pada hari-hari itu… ITB Fair 2004… hari-hari ceria kepanitiaan pertamaku dikampus ini… yang merubah total mindsetku tentang arti diriku sebagai mahasiswa…

Ya Rahman… seandainya aku dapat kembali menikmati ketegangan detik-detik perhitungan suara… malam itu ditahun 2004… Ah… insiden ‘kotak yang hilang’… seandainya tidak luput seharipun aku berjaga di malam-malam sepi itu…

Ya Aziz… betapa aku merindukan kembali aura ketegangan forum-forum FKHD… betapa seharusnya banyak yang dapat kulakukan disana…

Ya Rahim… Akankah kembali pertemuan-pertemuan malam OSKM 2004? Masa-masa konyol penuh heroisme semu… Opening yang fenomenal… dan Closing yang menakjubkan…

Ya Muqallibal quluub… Akankah ikatan ini akan menjadi ikatan nan abadi kelak? Akankah detik-detik perenungan kami didaurah itu akan punya makna disisimu kelak yaa Rabb? Akankah kepalan tangan dan janji-janji kami itu akan tetap kami pegang hingga ajal menjemput? “Jika hanya ada satu orang yang berjuang dijalan ini… maka itu adalah aku! …”

Ya Mujiibad du’aa… Sesungguhnya Tuhanku… betapa aku sadar tentang kedzaliman diriku… betapa bodohnya Aku dalam menjalani pinjaman waktumu di masa lalu… betapa sedikitnya pinjaman hidayah ini kusyukuri utuh-utuh… betapa seakan tiada artinya pinjaman mata, hidung, mulut, jantung dan seluruh anggota tubuh yang lengkap ini tanpa amal-amal nyata.

Sungguh… meski kelebat penyesalan itu kembali datang menghampiri… aku bersyukur pada-Mu wahai Rabb Sang Penguasa Waktu… telah kau ciptakan waktu untuk tidak dapat diulang… sehingga kudapat menghargai sisa waktuku didunia… hingga ajal menjemputku. Ah… tapi, seandainya waktu itu bisa terulang…

I want to stay here watching you smile forever
I want to live each changing moment in your eyes,
in that one scene forever colored in gentle hues
to bring us close together, I want to stop time forever.

["Hitomi No Jyunin" by L'arc En Ciel]

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

best buys generic cialis pills clomid, viagra, cialis, ultram, tramadol, levitra tricor buys ryco press release viagra buy viagra 34434 buy viagra buy online viagra cialis levitra buy viagra viagra drug store best buys viagra mail order viagra mail order uk viagra name order viagra viagra free order viagra online buy viagra buy australia viagra buy now pay later viagra buy oonline viagra online viagra buy prescription viagra buy ionline viagra order viagra money order viagra order cheap viagra prescription orders tramadol orders tramadol money orders accepted cialis orders hgh treatment orders online hgh orders online hgh injectable online orders hgh wholesale international orders accepted human growth hormone prescription orders human growth hormone orders soma orders soma credit card orders viagra price viagra price strategy viagra pfizer lower price viagra prescription price viagra price shopper viagra prices viagra best prices viagra cheapest prices viagra best prices fda approved viagra propecia buy online viagra sale prices viagra small prices index viagra lowest prices viagra canadaian prices viagra or cialis prices levitra viagra prices lexapro prices per pill levaquin prices leukeran prices levitra vardenafil bargain prices lipitor prices lipitor usa drug prices lipitor 1o mg cheap prices lipitor and mexico prices lisinopril prices lipitor 40 mg prices cialis prices cialis cheap prices cipro hc otic prices cialis cheapest online prices cialis at discount prices cialis prices canada cialis prices uk citalopram pharmacies canada celexa prices cipro prices cialis 20 mg prices cymbalta prices cymbalta prescription prices hgh steroids low prices hgh prices hgh prices and information viagra uk retail price tramadol and money order cheap soma online order now cheap order prescription viagra cheap levitra order prescription cheap order prednisone prescription cheap cod money order tramadol cheap order prescription tramadol china from hgh jintropin order cheap online order viagra check generic order pay viagra cheap order prescription zyrtec cheap viagra order online cheap order prescription propecia cheap imitrex order online cheap order zyrtec cheap order zyban cheap generic order soma cheap order zocor cheap order prilosec cheap prilosec order online cheap lexapro order prescription cheap lexapro order cheap online order tramadol cheap nexium order online cheap generic nolvadex online order cheap generic nolvadex order cheap soma order online cheap online order tramadol tramadol cheap order tramadol cheap clomid order cheap nexium order cheap online order soma cheap order prednisone cheap order site viagra cheap evista generic order cheap crestor order prescription cheap lamisil order prescription cheap levitra order vardenafil cheap clomid order prescription cheap lamisil order cheap crestor order cheap order prescription ultram cheap order paxil cheap order zoloft cheap online order ultracet cheap order prescription prilosec cheap order prescription zocor cheap propecia order online cheap order paxil prescription cheap lipitor order cheap order prescription zoloft cheap levitra order levitra order levaquin online order lexapro order online legally order effexor lexapro order levitra mail order levitra online order levitra order prescription levitra vardenafil uk order online lipitor by mail order lisinopril order online lipitor order lipitor online order lipitor order prescription cialis order form in uk cialis for order cialis mail order medication cialis order cialis line order cialis tadafil order online cialis mail order cialis order online cialis online order cialis legal online order cialis india cheap order cialis generic order cialis dreampharmaceuticals online order cialis order site cialis holland order cialis order on line cipro order cymbalta order online cytotec order cymbalta and body order cytotec order overnight hgh order online hgh medical order vicodin prescription buy now tramadol viagra buy it online now viagra cialis buy no prescription viagra sale buy viagra cheap buy viagra buy viagra online viagra viagra online buy viagra viagra to buy in uk viagra to buy uk viagra buy do nu vioxx lawyer buy tramadol now vioxx lawyer buy now tramadol viagra generic buy vioxx lawyer buy tramadol viagra prescription buy viagra uk buy viagra best buy diet pills viagra buy it viagra and buy viagra buy contest viagra memphis tn buy viagra buy general tramadol great buy tramadol buy triphala buy triphala natures herbs buy tramadol buy no prescribtion tramadol buy at edunada org tramadol buy cod tramadol buy online tramadol buy pain tramadol pharmacy tech buy tramadol tramadol best buy tramadol best buy tremadol tramadol internet buy hormone leptin tramadol buy on line tramadol oxycodone andnot buy fedex cheapest place to buy viagra cheapest place to buy plavix cheap tramadol buy tramadol online cheao kamagra to buy cheap ventolin inhalers to buy cheap ultram online buy cheap nolvadex buy online cheap tramadol buy online cheap tramadol buy cheap adalat buy online cheap zantac buy online cheap evista buy online cheap altace buy online cheap flomax buy online cheap pravachol buy online cheapest place buy viagra online cheap norvasc buy online lexapro buy online lexapro to buy levitra where to buy lef hgh where to buy levothroid 1000 tabs buy levitra buy levitra levitra shop buy levitra buy levitra online viagra levitra buy online levitra query buy vardenafil levitra levitra buy levitra search buy vardenafil levitra lipitor buy online lipitor buy live hoodia cactus plant buy liquid nolvadex buy cialis best price buy online cialis to buy new zealand cialis buy cialis buy cialis online cialis to buy cialis buy cialis cialis online buy adipex cialis buy generic cialis buy generic ed cialis buy online cheap tadalafil cialis buy generic levitra cialis best buy cialis buy on line cialis buy online cialis online buy cialis buy cialis generic cialis cialis uk buy cialis search buy tadalafil cialis cymbalta buy cytotec buy without prescription cymbalta buy it hgh buy hgh uk euro buy hgh and amphetamine buy online hgh buy offshore jintropin hgh where to buy hgh injection buy hgh buy offshore viramune price in united states viagra best price sildenafil viagra price list viramune price viagra price australia viagra cheapest price viagra half price viagra price canada viagra overnight best price viagra price online cialis 20 mg price cialis generic lowest price viagra cialis prescription price and benefits cialis generic lowest price cialis price canada cialis best cialis price cialis price ups cialis cheapest price cymbalta price cymbalta 60mg price cystone price cyalis generic lowest price viagra hgh booster injection price hgh for best price hgh injectibles steroids price list hgh price hgh price ranges pay pal buy glucophage pay pal buy flomax pay pal buy pravachol search results buy cialis online search results viagra buy online serevent buy genetic serevent buy genetic inhaler serevent inhaler buy online canada search results buy cialis human growth hormone buy online human growth hormone buy humane growth hormone buy mexico online buy ultram melatonin buy melatonin why to buy melatonin where to buy melatonin buy online merck proscar finasteride buy buy levitra buy viagra buy viagra online buy tramadol buy cialis buy cialis online buy soma online buy soma buy tramadol online buy cheap cialis buy cheap viagra buy hgh buy levitra online buy zyrtec online buy cheap tramadol buy zyrtec buy cheap zyrtec buy hoodia buy generic viagra

Comments off

Carilah Kontrakan Sampai…

Sebenarnya agak setengah terpaksa jika harus mulai membicarakan tempat tinggal pasca hengkang dari Markaz yang sudah 3 tahun ini jadi pemukimanku. Kontrakan ini sudah memberikan aku banyak kenangan, mulai dari zaman saat aku ditolak masuk ke Astra Salman yang mempertemukan aku dengan kamil… hingga sekarang saat satu per satu penghuninya hengkang karena lulus dan bekerja diberbagai tempat. Tinggal Aku, Erry, Hendra dan Dimas yang masih bertahan hingga selama itu. Kini Hendra telah mendapat kerja di jakarta, Erry hanya tinggal menunggu wisuda Oktober nanti. Praktis tinggal Dimas yang tersisa di kontrakan bersejarah ini.

Lho… bagaimana denganku? Hmm… aku sendiri sudah memutuskan untuk segera mencari rumah kontrakan sendiri. Yup… bagiku, inilah caraku untuk ‘membakar perahu Thariq’ dan terus melaju menaklukkan ‘Andalusia’ku. Bismillah… niatku sudah bulat, apapun yang terjadi… siapapun calonnya… aku bertekad untuk segera menggenapkan dien tahun ini! Dan targetku adalah bulan Agustus ini, saat usiaku genap 25 tahun hadir di belantika dunia yang penuh kefanaan ini. Tentunya akhirnya keputusannya hanya ada ditangan Allah semata, kita hanya bisa berikhtiar saja. Masalah apakah niatku ini dikabulkan oleh Allah ataupun tertunda, itu hanya masalah waktu dan bagaimana persepsi kita dalam melihatnya. Sekali lagi, itu mungkin cara Allah untuk membuatku semakin kuat dan istiqamah atau justru tersisih dari daftar hambanya yang taat.

Lho kok jadi ngelantur kesana ya? Sebenarnya itu tadi intermezzo saja, sebelum bercerita tentang pengalaman nyari rumah kontrakan kemarin. Setelah berpetualang di daerah kelurahan Tamansari, akhirnya kemarin sore dengan ditemani Erry aku merambah daerah Kebon Kembang. Kebetulan disana ada Akh Bobo Ki’04 dan istrinya yang kini telah dikaruniai anak sesosok akhwat mungil dan lucu. Meskipun daerah ini bertetangga dengan daerah pelesiran-kebon bibit, tapi aku agak asing dan baru pertama kalinya merambah daerah ini (sebenernya yang kedua kalinya, tapi dulu hanya sebatas sampai ke masjidnya saja). Karena sebenarnya kami datang tanpa tujuan yang jelas, aku segera menelepon Bobo begitu sampai disana.

Setelah beberapa kali ditelepon tanpa ada yang mengangkat, aku dan erry berinisiatif untuk berjalan saja kemanapun kaki kami melangkah. Alhamdulillah beberapa saat kemudian kami menemukan sebuah lokasi yang ‘terlihat mirip’ rumah petak seperti rumah kontrakan nenekku didaerah Kampung Melayu, Jakarta. Tapi… karena sepi dan tidak ada ‘tanda-tanda kehidupan’, kami bingung mau bertanya pada siapa. Ah… ada seorang ibu sedang menyapu halaman agak jauh dari situ. Aku segera menghampiri dan bertanya padanya. Dengan pede aku menjelaskan panjang lebar maksud kedatanganku kesini, tapi… beberapa saat kemudian tidak ada tanggapan apapun dari ibu itu. Ia hanya memandangi aku saja dengan ekspresi bingung. Ia seperti ingin berbicara tetapi ragu. Tiba-tiba sambil bergumam “ah… mmmah… tu… tu…”, ia membawa kami dengan menunjuk-nunjuk kesebuah rumah didekat situ. Barulah aku tahu bahwa beliau gagu, dan berusaha membawa kami kepada penguni daerah itu yang bisa berbicara normal.

Nenek yang ada didalam rumah itupun menunjukkan beberapa alternatif kosan didaerah itu. Tapi kami tidak segera mendatangi tempat yang ditunjuk. Perhatian kami justru tertuju pada sebuah rumah dengan tulisan “DIKONTRAKKAN” yang berada disebelah sebuah warung. Dengan bersemangat, seorang perempuan datang dan menyambut. Melihat ekspresinya yang berseri-seri itu aku agak kaget. Ternyata kamar yang ditawarkan itu tidak sesuai harapanku. Hanya sebuah kamar 2,5 x 2,5 meter dengan kamar mandi disampingnya. Padahal kebutuhan yang terbayangkan olehku adalah sebuah rumah petak dengan setidaknya satu kamar yang berfungsi sebagai ruang privat, ruang depan sebagai ruang publik/menerima tamu, space untuk dapur dan kamar mandi didalam.

Begitu mendengar keinginanku itu, si mbak lincah itu segera membawaku ke luar dan menunjukkan padaku warkop yang tadi kami lewati. Ternyata warung itu juga akan dikontrakkan, meski saat ini masih ditempati oleh penyewanya. Bangunan warung itu ternyata cukup memenuhi kebutuhan yang kuharapkan, walaupun karena digunakan sebagai warung penampilannya terlihat lusuh dengan perabotan dan dagangan yang masih bertumpuk dimana-mana. Meski masih ragu, aku pribadi cukup sreg dengan rumah itu. But, kata erry terlalu cepat untuk mengambil keputusan.

Kamipun kembali berkeliling tanpa juntrungan yang jelas. Memasuki gang-gang, bertanya dari rumah kerumah (jadi latihan DS juga ternyata), melihat dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya. Nggak ada yang benar-benar menarik perhatianku. Rata-rata ruang yang dikontrakkan berformat kostan yaitu sebuah kamar dengan kamar mandi terletak diluar. Aku tidak mungkin mengambil tempat tinggal dengan format seperti ini, karena agak menyusahkan bagi akhwat, terutama masalah hijab. Selain itu  hampir semua kost/kontrakan itu dikhususkan untuk pria saja atau wanita saja. Alhasil, pilihan terbaik masih rumah warkop tadi.

Tak berapa lama setelah kami hampir menyerah berkeliling, tiba-tiba ada telepon dari Bobo. Ia menawarkan untuk ketemuan. Saat itu aku sudah hampir mantap untuk mengambil si rumah warkop tadi meskipun entah mengapa seperti ada hal yang masih mengganjal pikiranku. Aku sempet bilang ke erry, “apa perlu istikhoroh dulu ya Ry?”. Dia cuma cengengesan sambil menjawab bahwa menurutnya jika memang diperlukan ya… bisa dilakukan. Akhirnya, niat kami untuk menyudahi perburuan kami urungkan kembali. Kami pun menemui Bobo di tempat yang ia sebutkan. Ia menunjukkan beberapa rumah petak, yang sebenarnya sempat ingin kami tanyakan sebelum akhirnya sampai di rumah warkop tadi. Setelah memberanikan diri bertanya pada tetangga yang tinggal diseberang rumah itu, kami akhirnya harus kembali pasrah karena ternyata semua rumah petak itu sudah di sewa, hanya saja belum ditempati oleh penyewanya. Kami sempat mendatangi beberapa lokasi lagi, namun hasilnya nihil.

Saat itulah Bobo bercerita bahwa ia berniat pindah ke lokasi yang lebih dekat ke kampus. Kupikir berarti tempat yang dimaksud adalah di sekitar taman hewan. Iapun menawarkan rumah yang ditempatinya itu, meski itu berarti aku harus menunggu hingga pertengahan agustus untuk pindah kesana. Alhamdulillah, setidaknya aku jadi mendapatkan pembanding untuk si rumah warkop. Kulihat sekilas, lokasi rumah Bobo lebih kondusif ketimbang rumah warkop itu. Luasnya pun lebih besar dan tampilannya terlihat lebih bersih. Aku cenderung lebih tertarik dengan rumah itu ketimbang si rumah warkop. Namun begitu, aku memutuskan untuk memikirkannya kembali selama seminggu kedepan, untuk memastikan bahwa pilihan yang kulakukan adalah pilihan terbaik.

Azan maghrib pun menutup pertemuan kami dengan Bobo. Aku dan Erry shalat maghrib di masjid dekat situ. Setelah itu Erry segera pergi, sedangkan aku kembali ke Markaz. Hikmah yang bisa kuambil dari perjalanan berburu kontrakan ini… hmmm…. apa ya? Mungkin hikmahnya adalah, apapun yang Allah rencanakan bagi kita, yang bisa kita lakukan adalah selalu berusaha bersiap dan terus menyiapkan perbekalan. Meski rencana-Nya ternyata berbeda dengan apa yang kita rencanakan, setidaknya insyaAllah akan selalu ada ganjaran dari persiapan-persiapan yang kita lakukan. Toh yang Ia perintahkan pada kita hanyalah berikhtiar dan terus berikhtiar, masalah hasil akhirnya tergantung keridhoannya saja.

Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa in lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khosiriin…

Bagaimanapun terbatasnya ya Allah… inilah usaha hamba…

In kunta tardhaa… laththif qalbaha yaa muqallibal quluub…

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Shalat Leadership