Archive for Membangun

Primus Inter Minus Malum

Senin, 02/06/2008
Hajriyanto Y Thohari
Primus Inter Minus Malum

Suka atau tidak suka, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menjadi sebuah fenomena. Pada saat popularitas semua partai politik merosot dan mesin politiknya macet, PKS menanjak secara fenomenal.

Setelah mampu mengimbangi koalisi (baca: keroyokan) semua partai politik yang mendukung Fauzi Bowo dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dan kemudian tampil mengesankan dalam serangkaian pilkada di beberapa daerah lain, PKS kini membuktikan diri sebagai parpol yang solid, hidup, dan kuat. PKS tampaknya bukanlah parpol biasa yang konvensional. PKS adalah parpol dengan genre baru yang unik yang telah menjadi semacam komunitas.

Apa yang disebut dengan “komunitas PKS” i tu ada dan nyata. Salah satu karakteristik dari partai dengan genre ini adalah apa kata partai, itulah kata anggotanya! Sementara dalam parpol lain, apa kata partai tidak selalu
paralel dengan apa kata anggota. Padahal paralelisme seperti itu sangatlah sentral dan signifikan dalam sebuah partai politik.

Paralelisme ini bukan hanya menunjukkan soliditas dan solidaritas internal partai, tetapi juga merefleksikan adanya saling kepercayaan (mutual trust) antara anggota dan pimpinan yang juga menunjukkan berjalannya mesin politik sebuah partai. Manakala mesin politik tidak berjalan, sejatinya partai politik tersebut telah kehilangan raison d’etre-nya.

Tan Malaka dalam bukunya Aksi Maksa(1926) menegaskan bahwa “keputusan yang setengah betul tetapi dengan gembira dikerjakan oleh seluruh barisan anggota lebih baik daripada keputusan yang bagus sekali tetapi dikhianati oleh setengah anggota”.

Frase dengan gembira dikerjakan oleh seluruh barisan anggota ini penting karena perasaan gembira inilah yang menjadi roh partai. Seluruh barisan anggota bersedia bekerja menjalankan keputusan partai dengan gembira-meski keputusannya hanya setengah betul-,ini menunjukkan mesin politik dalam partai tersebut berjalan.Inilah yang disebut dengan partai politik yang sebenarnya alias partai politik par excellence!

Sangat sedikit

Di Indonesia sangatlah sedikit parpol yang organisasinya hidup, solid, dan kuat seperti itu. Di antara yang sedikit itu,demikian menurut banyak studi, adalah-jangan terkejut-Partai Komunis Indonesia (PKI). Antonie CA Dake dalam In The Spirit of The Red Banteng: Indonesian Communists Between Moscow and Peking (2002) menggambarkan betapa hidup dan dinamisnya PKI di bawah kepemimpinan Aidit.

Di samping berhasil menghela partai keluar dari isolasi politik,Aidit menerapkan disiplin partai serta membuka diri dengan menggandeng aliansi dengan kalangan borjuis nasional. Begitu pula, “The party was to increase its membership in six months from around 7,000 to 100,000. At the same time, a multitude of mass organizations were to be created or revamped, encompassing not only workers and peasents but also youth, women, poor people,ex-serviceme n, and others.

SementaraTempo( 7 Oktober 2007) melukiskan dengan sangat baik sebagai berikut.” Kantor PKI. adalah markas yang hidup dan bergerak. Organisasi tak hanya mengurus program partai tapi juga tetek bengek lainnya seperti anggota yang meninggal dan melahirkan.

PKI tak hanya menjadi organisasi politik tapi juga menjadi komunitas. Ketika kantor pusat PKI dibangun di Jalan Kramat Raya, Jakarta, sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan anggota yang pengelolaannya dilaporkan secara transparan. Koran Harian Rakjatdigenjot oplahnya hingga mencapai 60 ribu eksemplar–jumlah yang fantastis untuk zaman itu!”

Kini PKS

Tetapi benarkah hanya PKI yang berhasil membangun partai politik yang solid,hidup, dan dinamis seperti itu? Dake dan Tempo harus melakukan koreksi atas teorinya itu atau setidaknya menoleh ke PKS.

Pasalnya, kini telah muncul partai seperti itu, yaitu PKS! Meski secara ideologi dan cita-cita berbeda secara diametral, PKS seperti halnya PKI memiliki mesin organisasi yang hidup, kuat, dan dinamis. Rapat-rapat massa dan rally PKS yang selalu rapi dan disiplin menambah bukti hidupnya partai ini. PKS mengurus anggotanya dan karena itu anggotanya juga menjalankan keputusan partainya, termasuk membayar iuran karena merasakan manfaat dari kehadiran partainya.

Partai bukan hanya menguntungkan dan menjadi alat bagi elitenya, melainkan juga bagi anggotanya dan cita-citanya. Di PKS, presiden partai harus berkonsentrasi penuh untuk mengurus partai dengan segala tetek bengeknya. Ada konvensi yang unik dan menarik di sana: jika presiden partai terpilih menduduki jabatan publik, dia harus melepaskan jabatannya di partai.

Walhasil,dengan tradisi ini,orang yang bersangkutan bukan hanya tidak dihadapkan pada situasi dilematis karena konflik kepentingan akibat
perangkapan jabatan, melainkan juga waktu, energi, dan pikirannya tercurah untuk partai atau jabatan politik yang dipegangnya. Sementara partai-partai politik lain justru punya kelaziman yang sebaliknya: memilih orang yang sedang menduduki jabatan publik (berkuasa) untuk menjadi ketua.

Di sisi lain, untuk mengamankan jabatan publik yang sudah diraihnya (menteri, gubernur, bupati, dan lain-lain), orang tersebut justru semakin
memperkuat cengkeramannya dalam partainya.Rupanya ada psikologi ketakutan dalam diri orang-orang ini bahwa jika posisinya di partai lepas akan membahayakan jabatan politiknya itu.

Walhasil, alih-alih membangun partai menjadi kuat, mereka justru memperalat partai! Dalam suasana kepartaian yang seperti itulah PKS dengan spirit yang merona menyeruak ke depan dalam pentas politik nasional. Primus inter minus malum! (*)

Hajriyanto Y Thohari Pengamat Kenegaraan dan Keagamaan

Sumber: Koran Sindo
Pengirim: Navis Update: 09/06/2008 Oleh: Navis

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Menjadi Pembonceng atau Pendayung?

Saya membuka tulisan ini dengan sebuah pertanyaan. Apa yang akan anda lakukan jika pagi hari ini anda fit dan segar bugar, tapi anda tahu bahwa besok pagi Allah akan mencabut nyawa anda? Saya duga sebagian besar dari anda akan menjawab, “saya akan menggunakan seluruh waktu hari ini untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak.”. Mungkin saya pun cenderung akan berpikiran sama seperti itu dan jika melihat keseharian saya pribadi, rasanya ingin sekali hari ini selalu seakan-akan menjadi hari terakhir hidup saya didunia. Saya akan berusaha menjadikan hari ini menjadi hari terindah kehidupan saya, karena saya tahu tidak ada lagi ‘hari esok’ buat saya didunia.

Ya… jika ini hari terakhir dalam hidup saya, saya ingin menjadikannya hari yang begitu bahagia, dimana saya akan tersenyum sepanjang hari seakan-akan syahid akan menjelang beberapa menit lagi. Jika sudah seperti itu, ingin rasanya menghabiskan hari terakhir ini dengan bercengkrama dan berada disekeliling para ikhwah. Saya coba membangun mindset ‘hari terakhir’ seperti ini setiap kali saya dibonceng motor oleh rekan ikhwah yang lain (secara sampai sekarang saya belum juga lancar membawa motor… oups… mengendarai ding… kalo dibawa sih udah pasti cape… hehehe). Entah kenapa, setiap kali saya bertemu jalan raya, saya selalu teringat sama kematian. Jika sudah seperti itu, kadang tiba-tiba muncul rasa takut… “Sudah luruskah niat saya berada diatas motor ini?”.

Sama sekali gak nyambung dengan intro diatas, saya saat ini sebenarnya sedang ingin membahas tentang sebuah istilah yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang jelas dibenak saya, meskipun rasanya sudah berminggu-minggu lalu saya mendengar istilah ini. Saat itu di sebuah pelatihan intern dimana saya menjadi panitia, saya mengikuti satu sesi materi yang diisi oleh seorang senior. Beliau membahas mengenai esensi berjama’ah, namun dengan cara yang cukup menyentak dan menyinggung sebagian diri saya. Beliau mengutip sebuah perkataan dari ust. Rahmat Abdullah (kira-kira esensinya begini):

“Membonceng dalam jama’ah itu sangat nyaman dan nikmat. Jika jama’ah itu memiliki citra yang baik di kalangan masyarakat, maka orang-orang didalamnya akan ikut merasakan citra/reputasi tersebut melekat pada diri mereka, meskipun sebenarnya mereka tidak memiliki tujuan yang sama dengan jama’ah tersebut.”

Anda tahu yang dimaksud dengan membonceng kan? Seorang yang membonceng akan ikut dengan dengan si pengendara hingga batas tertentu. Mungkin saja batas itu adalah tujuan akhir dari si pembonceng, namun bisa juga hanya setengah dari rute perjalanannya. Batas itu bisa saja merupakan tujuan akhir dari si orang yang memboncengi, tapi sangat mungkin pula bukan rute yang ingin dituju. Intinya, membonceng itu tidak mesti memiliki tujuan yang sama dengan sang pembawa kendaraan.

Yang saya resapi dari kalimat ustadz Rahmat tersebut adalah, bergabung dan bercengkerama mesra dalam sebuah komunitas tidak menjamin kita memiliki komitmen kolektif sebagaimana anggota komunitas tersebut. Kita bisa saja diterima dengan sangat hangat, merasa aman karena yakin jika kita salah maka akan banyak saudara kita yang akan mengingatkan, tetapi disisi lain nyatanya tidak ada kontribusi riil yang kita berikan dengan keberadaan kita dalam komunitas tersebut. Bisa dikatakan, ada dan tiadanya kita tidak memberi dampak signifikan dalam keberlangsungan hidup si komunitas tersebut. Sampai pada titik ini, dada saya seperti ditusuk dengan golok tumpul serta berkarat, terasa sesak dan kena sindrom tersinggung akut.

Alamak… seakan-akan perkataan ustadz Rahmat tersebut secara khusus ditujukan pada diri saya. Tiba-tiba saya merasa ditelanjangi hingga tidak ada yang menutupi lagi muka ini dari malu pada diri sendiri. Pertanyaan besar muncul dibenak saya, “Sekarang, apa yang sudah aku lakukan untuk gerbong yang semakin penuh sesak ini?”. Rasanya nyaris kosong andilku! Apa artinya amalan-amalan penuh kehausan akan eksistensi yang kulakukan selama ini. Betapa sulitnya membuat amal-amal itu jadi punya arti jika ujub dan riya masih sulit kuhindari. Betapa seringnya niat itu melenceng sehingga keikhlasan melayang pergi.

Aku selama ini telah merasa terjaga, aman dan nyaman dengan besarnya semangat untuk saling mengingatkan. Tapi kata-kata itu tiba-tiba saja meruntuhkan bangunan kenyamanan itu dengan sebuah hentakan keras. Kata-kata itu seakan sebuah tagihan tegas serta tuntutan akan butuhnya kontribusi riil sebagai konsekuensi keberadaan kita dalam sebuah komunitas. Apalah artinya jika ternyata di pagi hari kita melihat wajah-wajah kusut rekan-rekan kita yang kurang tidur karena terjaga hingga dini hari, sedangkan kita sama kusutnya dengan mereka, tetapi lantaran terlalu banyak waktu tidur tadi malam. Apalah artinya QL berjam-jam jika diluar sana ternyata ada saudara kita yang tidak tertunaikan haknya di sepertiga akhir malam untuk QL lantaran terlalu letih di dua pertiga awal malam.

Ternyata kita seharusnya tidak merasa nyaman dengan hanya berkumpul dengan orang-orang shaleh. Sedikit analogi, tidak cukup sekedar berkawan dengan tukang minyak wangi dengan harapan selalu tertular aroma dari dagangan mereka itu. Kita butuh pula untuk sesekali membeli, atau bahkan membantu agar dagangan dari si tukang minyak wangi itu bisa laku terjual, syukur-syukur jika kemudian ada profit share yang kita peroleh. Dalam barisan ‘dakwah’ (beberapa waktu lalu ada sebuah sindiran halus dari saudaraku Erry, kata-kata ‘dakwah’ dan amal jama’i itu seakan kosong artinya jika kita belum bisa berlapang dada, sebagai tingkatan paling rendah dalam berukhuwah, semoga Allah masih sudi mengikat hati-hati kita hingga ajal menjemput), dagangan kita tak lain adalah nilai-nilai kemuliaan ajaran islam yang telah kita yakini. Produk ini high-quality dan harganya pun mahal bukan main. Butuh investasi besar untuk berniaga dengan ‘Sang Produsen’ (Allah SWT) dengan deposit keikhlasan murni 24 karat dan cadangan koin-koin kesabaran tanpa batas.

Bagi mereka yang tidak mengerti nilai dari produk itu, mungkin akan enggan untuk terjun dalam super-high-risk-trading ini. Mungkin akan lebih nyaman jika berdagang produk ideologi kacangan yang menawarkan keuntungan nyata duniawiyah yang dzahir dan terlihat. Namun bagi mereka yang tahu dan sudah merasakan dagangan ini sekian lama, prospek keuntungan yang didapat terlalu menggiurkan untuk diabaikan. Harga yang sedemikian mahal untuk produk berlisensi eksklusif ini (karena datang-perginya hidayah begitu sulit untuk kita tebak) seakan tidak ada artinya dibandingkan taksiran nilai keuntungan yang tanpa batas diakhirat kelak. Maka dari itu, sebagai objek yang telah berhasil diyakinkan (untuk sampai saat ini dan semoga hingga ajal menjemput) tentang betapa kerennya produk ini, kita belum boleh berpuas diri dengan sekadar mencicipi produk tersebut. Konsekuensi dari mengetahui kelebihan dari si produk ini, kita juga harus meyakinkan orang untuk memilih produk ini. Kita harus punya andil dalam keberjalanan aktivitas dakwah dalam jama’ah ini.

Sejujurnya, saya pribadi menganggap diri saya saat ini masih sebagai pembonceng tulen. Masih sebagai pengambil keuntungan sesaat dari interaksi saya dengan saudara-saudara saya tersebut. Keberadaan saya diantara mereka bisa jadi merupakan wujud ketakutan saya akan hidayah yang bisa saja dicabut kapanpun, padahal ajalpun juga menantipun dan senantiasa mengintaipun (*bleh…!*). Saya ikut nebeng selama ini, mungkin juga masih karena berharap-harap-cemas dengan sosok pendamping hidup dimasa depan. Saya merasa belum cukup puas dengan mencari sosok yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung yang bisa saja ditemukan dimanapun. Solehah dan orientasi hidup yang jauh hingga akhirat merupakan hal paling penting. Meski tidak menjamin, karakter solehah dan bervisi tersebut setidaknya menjadi modal awal yang cukup baik untuk berduet mengarungi belantika kehidupan berumah tangga hingga ajal menjemput.

Intinya, saya mengakui pada diri saya pribadi bahwa mungkin sepanjang beberapa tahun ini, orientasi keberadaan saya dalam komunitas ini sama sekali masih jauh dari nilai-nilai kemurnian dakwah yang seharusnya saya usung. Tetapi sayapun bersadar diri, bahwa berada diluar dengan rasa bersalah yang berlarut-larut bukan pula solusi. Ibaratnya kapal dayung berpenumpang banyak yang mengapung diatas sebuah sungai, jama’ah adalah wadah dimana kita bisa mencapai suatu tujuan secara bersama-sama. Bisa saja kita ikut dalam kapal yang lebih kecil, mendayung perahu sendirian, atau bahkan berenang untuk mencapai tujuan yang sama. Tetapi dalam kesendirian itu akan amat sulit menjaga konsistensi kita untuk sampai ke tujuan. Menumpang kapal dakwah ini mungkin lebih menjamin kita sampai ketujuan.

Tetapi masalahnya tenaga pendayung dalam kapal pun terbatas. Adakalanya barisan pendayung ini keletihan atau mungkin cedera yang memperlambat gerak si kapal. Kalau dibiarkan terus menerus, bisa saja kapal tersebut akan berhenti total. Jika kita hanya sekedar menumpang saja, kita tidak berhak untuk protes atau marah-marah pada para pendayung yang keletihan tersebut, karena keberadaan kita dan mereka pada hakikatnya memiliki kepentingan yang sama dan kita sama-sama dirugikan dengan mandegnya perjalanan tersebut. Sampai disini, satu hikmah yang bisa diambil adalah tidak cukup sekedar merasa aman dalam kapal besar ini jika kemudian kita tidak mampu berbagi peran dengan penumpang-penumpang lainnya. Kita butuh untuk merubah diri kita dari sekedar penumpang menjadi seorang pendayung yang bisa menggantikan mereka yang letih dan cedera. Mungkin butuh proses untuk menjadikan diri kita benar-benar menjadi pendayung tulen yang bisa diandalkan oleh penumpang yang lain. Tetapi jika tidak mulai meniatkan diri menjadi seorang pendayung dari sekarang, proses itu tidak akan kunjung mulai. Menunda untuk merubah peran kita hanya akan memperlambat seluruh penumpang untuk sampai ke tujuan bersama.

Jadi… masih ingin membonceng atau siap menjadi pendayung?
*) Penulis adalah orang yang banyak omong, tapi masih sedikit beramal… semoga tulisan ini menjadi otokritik bagi diri pribadi

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Jangan Pelit, Ayo Ngeblog!

Hari-hari ini aku sebenarnya ada dalam kondisi ‘futur nulis’. Tiba-tiba semangat untuk menuliskan berbagai hal seperti hilang. Bahkan meskipun konsep yang ingin dituliskan sebenarnya berlintasan silih berganti, namun hasrat untuk menuangkannya tidak ada. Bahkan beberapa kali ini aku batal untuk posting meskipun sudah ada didepan halaman editor posting dan judul telah kutentukan. Seakan-akan aku baru belajar menulis seperti saat baru memiliki blog, empat tahun lalu.

Bicara soal menulis, ditulisan ini aku coba memaksakan diri untuk tetap mencurahkan hingga sementok-mentoknya kreativitasku. Kuharap cara ini bisa memecah kebuntuan otakku dalam menulis akhir-akhir ini. Kebetulan beberapa hari lalu sebenarnya sudah ada tema yang ingin kuangkat seputar alasanku mengapa meniatkan diri untuk seaktif-aktifnya ngeblog. Dalam tulisan ini sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa untuk menjadi bangsa atau kaum yang kuat, bangsa atau kaum tersebut harus memiliki budaya mencurahkan gagasan dan kreasinya dalam berbagai bentuk, salah satu bentuknya tentunya adalah bentuk tulisan.

Dalam tinjauan sebagai manusia berakal dan berpendidikan, menulis merupakan salah satu tahapan vital inputisasi informasi dalam proses belajar. Dengan menulis kita mereevaluasi informasi yang masuk indra kita dan terekam dalam memori kita untuk kemudian memvisualisasikannya kembali. Bentuk visual tersebut tidak berarti jika hanya dapat dicerna oleh diri kita saja, karena informasi yang kita peroleh tersebut baru punya dampak luas dapat dipahami juga oleh orang lain yang membacanya. Tulisan tidak hanya menjadi media kita menerima input tetapi juga alat bagi kita untuk meneruskan informasi tersebut kepada orang lain.

Sebagaimana kita belajar bersusah payah dalam memahami simbol-simbol yang asing sehingga memiliki rangkaian arti dan makna semasa kita kecil dulu, apa yang kita tuliskan juga harus dapat menjadi informasi baru yang bisa diserap oleh orang lain. Itu merupakan suatu bentuk konsekuensi imbal balik dalam proses belajar yang kita alami. Apa yang kita terima seharusnya sama atau tidak terlalu jauh berbeda jumlahnya dari apa yang kita berikan. Hal ini berjalan seperti sebuah reaksi berantai dalam masyarakat yang membuatnya berkembang dan semakin maju. Jika proses transfer informasi atau ilmu pengetahuan ini mandeg karena individu dalam masyarakat tersebut tidak ingin menuliskannya atau mungkin secara egois ingin tulisan tersebut hanya dapat dipahami oleh kita pribadi saja, maka hal tersebut akan menjadi awal dari kemunduran masyarakat.

Mungkin mengenai eksklusivitas isi tulisan yang kupaparkan barusan masih sangat debatable. Adakalanya tulisan yang kita tulis memang hanya sekedar bentuk pencurahan isi hati dan emosi semata, dan bukan dimaksudkan sebagai sumber informasi bagi orang lain. Adakalanya pula informasi yang kita tuliskan untuk alasan tertentu hanya bisa diakses oleh segelintir orang saja sehingga dibuat untuk tidak secara mudah dapat dicerna semua orang, misalnya karena berpotensi menimbulkan konflik atau dapat membahayakan bagi kalangan tertentu jika tersebar luas. Namun bagiku pribadi, jika sekiranya tidak masuk dalam dua hal diatas, tulisan yang kita tuangkan seharusnya dapat diakses oleh orang lain. Jika tidak untuk semua, setidaknya untuk sebagian orang.

Budaya menulis amat erat berkaitan dengan sejarah, karena dengan tulisanlah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah terdokumentasikan. Tulisan itu kemudian diteruskan turun menurun selama ribuan tahun sehingga kita mengetahui peristiwa apa yang terjadi pada masa tulisan itu dituliskan. Tulisan membuat manusia menyusun kebudayaan tidak dari nol. Karena tulisanlah sebuah peradaban tumbuh berkembang dan mungkin memberikan pengaruh pada perkembangan peradaban lain, meskipun peradaban masyarakat yang menuliskannya telah runtuh.

Ya, kita sekarang sedang berbicara tentang membangun sebuah peradaban. Bagi diriku sebagai seorang muslim, menulis adalah usaha untuk menemukan kembali kejayaan yang hilang dari umat islam. Menulis adalah merekonstruksi kembali masa-masa pencerahan yang telah sekian lama hilang dan terkubur oleh sejarah keterpurukan yang dialami kaum ini. Menulis adalah usaha untuk menemukan kembali mutiara kesadaran akan eksistensi pencipta kita dan hakikat kemanusiaan kita sebagai hamba-Nya. Berbicara tentang menulis adalah berbicara tentang bagaimana peradaban ini dibangun secara turun temurun dan bagaimana manusia bisa belajar dari keberhasilan atau kegagalan yang dialami generasi sebelumnya. Sampai disini jelaslah bahwa salah satu poin penting yang harus kita pertimbangkan dalam menulis adalah kemudahan orang lain dalam membaca tulisan kita tersebut.

Akhir-akhir ini aku lebih sering mencurahkan tulisanku secara spontan, tanpa kerangka dan sangat-sangat apa adanya atau… sekeluar-keluarnya dari pikiranku. Meskipun kemalasan dan rasa jenuh untuk menulis itu sebenarnya cukup kuat merayuku, tapi sepertinya tidak ada jalan lain selain memaksakan jemari ini terus mengetik dan mengetik selama yang aku bisa. Aku selalu merasa bahwa terlalu banyak hal-hal besar yang belum tercurahkan atau tidak sempat tercurahkan dalam bentuk tulisan. Padahal batas umur kita tidak ada yang dapat memastikan. Pantas jika aku menganggap, berhenti menulis sama dengan berhenti untuk mendokumentasikan memori-memori yang entah kapan akan hilang dari dunia ini. Meneruskannya dalam bentuk tulisan (yang terpublikasikan dan mudah diakses orang) akan memberikan peluang mimpi-mimpi kita akan terwujud oleh orang lain meskipun ajal telah menjemput.

Maka dari itu, aku berniat memaksakan diri untuk terus menulis, terus mengetik, dan terus ngeblog sekonsisten yang aku bisa. Karena aku tidak ingin pelit dan menyembunyikan tulisanku didalam lembar-lembar yang hanya akan bertumpuk tanpa sempat kita ketahui apakah akan memberikan manfaat bagi orang lain. Dari usia yang beberapa puluh hari lagi memasuki seperempat abad, yang sepertinya nyaris semuanya kuhabiskan tanpa kontribusi kongkrit bagi orang lain, aku ingin bahwa entah jika Allah ingin mencabut nyawaku hari ini, esok, lusa atau kapanpun juga, aku masih bisa memberikan sesuatu bagi dunia melalui tulisan ini. Seberapapun idiotnya pemikiran-pemikiranku, seberapa ngejunknya postingan-postinganku, seberapapun tidak bermaknanya tulisan-tulisan ini… aku masih berharap, diluar sana masih ada yang dapat mengambil hikmah dari beberapa ribu kalimat yang ada dalam blog ini.

Maka dari itu, Ayo diri… jangan pelit… ayo nulis… ayo ngeblog… ayo menginspirasi dunia…

Karena esok mungkin tiada…

Wassalamualaikum Wr. Wb.

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

00 79 cheap tramadol 083 tramadol 1 2 life for tramadol 1 50mg tramadol 1 buy cheap tramadol 1 discount tramadol 1 hcl tramadol 100 mg tramadol 100 mg tramadol 800ct 100 pill tramadol 100 tramadol 100 tramadol fedx overnight no prescription 100 tramadol free shipping 100 tramadol pill 100 tramadol ultram 100 tramadol ultram prices 1000 tramadol 100mg tramadol 100mg tramadol 300 120 buy cheap tab tramadol 120 cheap pharmacy tramadol 120 cheap tramadol 120 cod tablet tramadol 120 cod tramadol 120 pill tramadol 120 tablet tramadol 120 tabs tramadol 120 tramadol 120 tramadol and free shipping $2 viagra
  • $2.00 calias viagra
  • $2.00 viagra
  • $99 viagra free consultations now
  • 0 herbal viagra
  • 1 cheap dollar viagra
  • 1 cialis generic viagra
  • 1 day viagra
  • 1 generic viagra
  • 10 min viagra
  • 10 minute viagra approved by fda
  • 10 vs 20 viagra
  • 100 mg viagra
  • 100 mg viagra from canada pharmacy
  • 100 mg viagra price
  • 100 mg viagra prices
  • 100 mg viagra us pharmacy
  • 100mg effects erection side viagra
  • 100mg pills price viagra
  • 100mg viagra
  • 10mg viagra
  • 10mg vs 20mg viagra experiance
  • 110mg viagra
  • 12 caverta veega generic viagra
  • 12 cod generic pal pay viagra
  • 12 generic meltabs viagra
  • 12 generic sildenafil viagra
  • 12 generic viagra overnight delivery
  • 12 online generic viagra
  • 150 mg viagra
  • 1998 medical breakthrough viagra
  • 1cialis levitra sales viagra
  • 1cialis levitra viagra vs vs
  • 2 50 mg viagra
  • 2 free viagra
  • 2 viagra in one night
  • 200 mg viagra
  • 2000 cheap daily feb statistics viagra
  • 2003 apcalis levitra market sales viagra
  • 2003 cialis levitra market sales viagra
  • 2003 cyalis levitra market sales viagra
  • 2003 daily feb online statistics viagra
  • 2005 archive levitt viagra vs
  • 2005 cialis followup november post viagra
  • 2006 cialis followup january post viagra
  • 2006 followup january post viagra
  • 2006 followup march post viagra
  • 2007 viagra hmo
  • 222 pill viagra
  • 25 mg viagra
  • 250 mg viagra
  • 250mg viagra
  • 25mg blue generic pill viagra
  • 25mg viagra
  • 25mg viagra and online medical consultation
  • 2737 aid prevacid viagra
  • 2737 aid prevacid viagra zyrtec
  • 2737 aid renova renova retin viagra
  • 2737 amerimedrx retin viagra
  • 2737 amerimedrx viagra wetrack it zyban
  • 2buy levitra online viagra
  • 2buy levitra viagra
  • 2cialis dysfunction erectile levitra viagra
  • 2cialis generic levitra viagra
  • 2cialis levitra sales viagra
  • 2cialis levitra viagra vs vs
  • 3 blue generic pill viagra
  • 3 buy generic viagra online
  • 3 canada generic in viagra
  • 3 caverta veega generic viagra
  • 3 cheap generic substitute viagra
  • 3 cialis generic levitra viagra
  • 3 cialis generic viagra
  • 3 citrate generic sildenafil viagra
  • 3 cod generic pal pay viagra
  • 3 discount generic viagra
  • 3 generic meltabs viagra
  • 3 generic sildenafil viagra
  • 3 generic viagra
  • 3.43 n online order viagra
  • 3.43 online order viagra
  • 3.61 purchase viagra
  • 3.98 order viagra
  • 30sec viagra
  • 343 online order viagra
  • 36 hour viagra
  • 3generic meltabs viagra
  • 3generic propecia viagra
  • 3generic sildenafil viagra
  • 4 viagra
  • 4.24 buy viagra
  • 4.40 buy online viagra
  • Comments off

    Ayo nulis! Malu sama umur!

    Memfollow-up ide dirapat GPH kemarin, tadi pagi aku mencoba melist semua buku yang nangkring dalam kamar kostku. Tadi daftar itu kuposting ke milis manajemen GPH. Tiba-tiba tercetus juga untuk meletakkannya daftar ini di blogku ini. Bukan mau sekedar pamer jumlah buku, mengingat jumlah buku yang cuman ’seiprit’ ini belum kubaca semua. Cuma sebagai penyemangat/motivator buatku untuk semakin meningkatkan frekuensi menulis.

    Tenyata untuk saat ini jumlah buku disaya nggak nyampe 100 judul. Itupun sudah termasuk juga buku sakti OSKM ITB 2005 dan 2006. Beberapa buku juga masih berstatus pinjeman dari temen yang belom kunjung terkembalikan. Sekedar mengingatkan diri pribadi, banyaknya bacaan kita mencerminkan seberapa dalam kita mencoba mengenal diri kita dan dunia. Jadi, hayu kita masing-masing menargetkan untuk akhir tahun ini kita masing-masing bisa menambah koleksi buku kita satu judul aja… tapi dengan nama kita di cover bukunya (kita sebagai penulis).

    Ayo nulis! Malu sama umur! Peace! hehehe…

    JUDULPenulisKet.
    1 Jam Sebelum Anda Memasuki Ruang Wawancara Suryaputra N. Awangga
    11 Script Spektakuler ASP Gregorius Agung
    7 Pola, 240 Akord Gitar Elektrik/Akustik RE. Rangkuti
    Agribisnis Cabai Hibrida Final Prajnanta
    Animal Behaviour David McFarland
    Ayat-Ayat Nikah Langgersari Elsari N.
    Bagaimana Menyentuh Hati Abbas As-Siisiyo
    Bahagia Bersama Mertua (seni memahami mertua) Muhammad Muhyidin
    Bahaya Islam jama’ah Lemkari LDII LPPIo
    BAPPERTAL
    Berdakwah Dengan Menulis Buku
    Bioinformatics for Dummies Jean-Michel Claverie
    Budidaya Ikan Lele S. Rachmatun Suyanto
    Buku Pintar Software Program Komputer Haris Supriansyah
    Cakewalk Pro Audio 9 Inung K. Arisasangka
    Cara Bermain Gitar Budi Kurniawan
    Cerdas Menjawab Job Interview Martin John Yate
    Cinta dalam Pandangan Islam Abdullah Nashih Ulwan
    Corel Draw 7 Andri Setyawan
    Dakwah Kampus Budi Wiyarno
    Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 1 Pelczaro
    Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 2 Pelczaro
    Denting Dua Hati Maya Lestari Gf.
    Desain Vector dan Tracing dengan Illustrator CS Hasto Suprayogo
    Di Jalan Dakwah Aku Menikah Cahyadi Takariawan
    Di Sini Ada Cinta! (MTPS 2)FLP
    Divestasi Indosat: Kebusukan sebuah Rezim Marwan Batubara
    Filsafat Politik Islam Yamani
    Flash 8 Lanjutan Ridwan Sanjaya
    Fruity Loops 2: Bermain Musik Tanpa Instrumen Inung K. Arisasangka
    Gerakan Islam: sebuah analisis A. Ezzati
    Gerakan Keagamaan dan Pemikiran WAMYf
    Hadiah Cinta dari Dunia Maya Sri Noor Verawaty
    Har’s and She’s Diary Denny P. & Muktiar S.
    Histeria Sang Idola Izzatul Jannah
    How To Draw & Create Manga 1: Kepala dan wajah
    How To Draw & Create Manga 2: Tubuh dan Anatomi
    Identifikasi Keberbakatan Intelektual Melalui Metode Non-TesReni Akbar-Hawadi
    Insomnia Anton Kurnia
    Jaringan Gelap Freemasonry A.D. El Marzdedeq
    Kado Indah Pernikahan Abu Ahmad Wajih
    Kafir Liberal Emha Ainun Nadjib
    Kehancuran Israel di Tahun 2022 Dr. Bassam Nahad Jarraro
    Key to The New World HR for IA-ITB
    Kisah Seribu Satu Malam (Mizan, Buku 2)
    Lenin: Revolusi Oktober 1917 Saiful Arif & Eko Prasetyo
    Mail Merge Moehammad Ferryzal
    Mail Service Berbasis Java pada Server Windows dan Linux Didik D. Prasetyo
    Maling Republik Soenaryo Basuki Ks
    Managing Creativity and Innovation Harvard Press
    Manhaj Haraki dalam Sirah Nabawi (Jilid 2) Syaikh Munir Muhammad Ghadbano
    Matahari Tak Pernah Sendiri (MTPS 1)FLP
    Maximum Performance Aubrey C. Daniels
    Membangun Web Server dengan Linux M. Tito Herlambang
    Membina Angkatan Mujahid Sa’id Hawwa
    Mempersunting Bidadari Muhammad Muhyidin
    Mendesain Layout Profesional dengan Adobe InDesign CS2 Iim Rustandi
    Menggapai Hidayah dari Kisah Imam Al-Ghazali Isyan Basya
    Menguasai Komputer dan linux Asisten Comlabs
    Menguasai Security UNIX Rahmat Rafiudin
    Menikmati Bulan Madu Dr. Aiman Al-Husaini
    Menikmati Demokrasi Anis MattaF
    Menuju Pernikahan Islami 2 (6 booklet) Drs. Muhammad Thalib
    Mereka Melawan Korupsi SAKSI
    Multimedia: From Wagner to Virtual Reality Randall Packer et al.
    Ngebet Nikah (Kumcer) Gusriantoo
    Pakan Ikan Eddy Afrianto
    Panduan Lengkap Memakai Adobe InDesign CS2 Adi Kusrianto
    Panduan Lengkap Menggunakan BLENDER Carsten Wartmann
    Panduan P3K Sulistro Sudirman
    Pejuang-Pejuang Kebenaran Dr. Muhammad Hasan Al-Himsy
    Pemrograman HTML Andi Setiawan
    Pengantar Filsafat Jan Hendrik Raparo
    Perancangan Organisasi Hari Lubis
    Protokol Ganesha (Buku Sakti OSKM 2005) Kabinet KM ITB
    Renovasi Dakwah Kampus Arya sandhiyuda
    Robohnya Dakwah di Tangan Dai Fathi Yakano
    Sistem Cepat Pengajaran Bahasa Arab Drs. Muhammad Thalib
    Smart Answer in Job Interview Yusup Priyadisurya
    Solarex: Penuntun ke Teknik Listrik Sinar Surya Solarex Corp.
    Spiritualitas Cyber Space Jeff Zaleski
    Starting & Running a Successfull Newsletter or Magazine Cheryl Woodward
    Syahadatain: Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam (N11) Muhammad Umar Jiau Al-Haq
    Technical Writing Bambang Supriyanto
    Teknik Merakit PC Modern Teguh Wahyono
    The Courage to Create Rollo May
    Tips & Trik Macromedia Flash 5.0 dengan Actionscript Didik Wijaya
    Trik Memperindah Website dengan Menu Dinamis Ridwan Sanjaya
    True to Our Roots Paul Dolan
    Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi Luqman Haqani
    Wayang Semau Gue Ki Guna Watoncarita
    Wiracarita OSKM 2006 Panitia OSKM 2006

    If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

    100 mg viagra price viagra 100mg pills price viagra 3 buy generic viagra online 4.24 buy viagra 4.40 buy online viagra 424 buy viagra 4images buy powered viagra 50 mg viagra retail price 50mg viagra retail price 8080 buy cialis viagra a q name buy viagra about viagra buy viagra on line about viagra buy viagra uk ad drug goog kw price viagra average viagra price best buy buying online viagra viagra best buy deal online viagra viagra best buy for viagra best buy meridia phentermine propecia viagra best buy on line viagra best buy online price viagra viagra best buy online sale viagra viagra best buy viagra best buy viagra uk best buy viagra viagra best generic price viagra best generic viagra prices best online price viagra best pharmacy viagra price best pill price viagra best place to buy viagra best place to buy viagra canada best place to buy viagra online best price 100mg viagra and overnight best price for generic viagra best price for sildenafil generic viagra best price for viagra best price generic viagra best price generic viagra or cialis best price on viagra best price on viagra from canada best price viagra best price viagra cialis best price viagra official store best price viagra uk best price viagra viagra best prices for viagra best prices on brand viagra best prices on viagra best prices viagra best retail pharmacy viagra price best viagra prices best viagra prices online besy viagra prices bingo buy game online viagra boards buy googlepray viagra book buy online order viagra boots chemist viagra retail price bournemouth buy from viagra bush buy porn viagra buy 100 mg viagra buy and purchase viagra online buy australian viagra buy buy cheap medved viagra buy buy cheap viagra buy buy discount viagra viagra viagra buy buy free viagra viagra viagra buy buy medved viagra viagra buy buy online sale viagra viagra buy buy online viagra viagra buy buy sale viagra viagra buy buying sale viagra buy cailis viagra singapore buy can reply viagra buy canada in viagra buy canada viagra buy cheao cgeap kamagra uk viagra buy cheap cheap kamagra uk viagra buy cheap cialis generic levitra viagra buy cheap deal online viagra viagra buy cheap deal pill viagra buy cheap deal viagra viagra viagra buy cheap discount pill viagra viagra buy cheap free online viagra viagra buy cheap generic online viagra buy cheap generic viagra buy cheap generic viagra online buy cheap online prescription viagra buy cheap online uk viagra buy cheap online viagra buy cheap online viagra viagra buy cheap p viagra buy cheap phentermine moreover order viagra buy cheap purchase uk viagra buy cheap sale viagra buy cheap site viagra buy cheap uk viagra buy cheap viagra buy cheap viagra 32 buy cheap viagra cheap viagra online buy cheap viagra in uk buy cheap viagra on buy cheap viagra on the net buy cheap viagra online buy cheap viagra online here buy cheap viagra online july buy cheap viagra online now buy cheap viagra online now uk buy cheap viagra online u buy cheap viagra online uk buy cheap viagra prescription online buy cheap viagra uk buy cheap viagra viagra buy cheap viagra viagra viagra buy cheapest online place viagra buy cheapest online viagra buy cheapest viagra buy cheapest viagra online buy cialis online viagra buy cialis viagra buy citrate generic sildenafil viagra buy cost low viagra buy deal deal price viagra buy deal herbal viagra viagra buy deal online online viagra viagra buy deal online sale viagra viagra buy deal viagra buy diet online phentermine pill viagra buy diet viagra online buy discount generic viagra buy discount online viagra buy discount price sale viagra viagra buy discount viagra buy discount viagra online buy discount viagra online a href buy discount viagra viagra viagra buy discounted viagra buy domain viagra atspace org buy dot phentermine viagra buy drug generic generic online viagra buy drug satellite tv viagra

    Comments off

    Dr. Taufikurahman for Bandung City

    Comments off

    combined phentermine sibutramine taking viagra after the expiration date paxil cr 25 viagra for women overdose is ambien safe during pregnancy diazepam 2 day shipping viagra chemical formulation pravachol attorney cialis comparison diflucan viagra paxil and alchohol no2 like viagra 1992 soma cyclone truck effectiveness propecia phentermine sources effexor and cholesterol can premarin make you lose weight alcohol treatment centers hoffman estates il aciphex hydrocodone is tylenol an anti inflamation drug re ambien worsening anxiety depression central viagra plavix flomax psa test what are the affect of valiums flomax ativan viagra over night shipping