Archive for menjemput

Menjadi Pembonceng atau Pendayung?

Saya membuka tulisan ini dengan sebuah pertanyaan. Apa yang akan anda lakukan jika pagi hari ini anda fit dan segar bugar, tapi anda tahu bahwa besok pagi Allah akan mencabut nyawa anda? Saya duga sebagian besar dari anda akan menjawab, “saya akan menggunakan seluruh waktu hari ini untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak.”. Mungkin saya pun cenderung akan berpikiran sama seperti itu dan jika melihat keseharian saya pribadi, rasanya ingin sekali hari ini selalu seakan-akan menjadi hari terakhir hidup saya didunia. Saya akan berusaha menjadikan hari ini menjadi hari terindah kehidupan saya, karena saya tahu tidak ada lagi ‘hari esok’ buat saya didunia.

Ya… jika ini hari terakhir dalam hidup saya, saya ingin menjadikannya hari yang begitu bahagia, dimana saya akan tersenyum sepanjang hari seakan-akan syahid akan menjelang beberapa menit lagi. Jika sudah seperti itu, ingin rasanya menghabiskan hari terakhir ini dengan bercengkrama dan berada disekeliling para ikhwah. Saya coba membangun mindset ‘hari terakhir’ seperti ini setiap kali saya dibonceng motor oleh rekan ikhwah yang lain (secara sampai sekarang saya belum juga lancar membawa motor… oups… mengendarai ding… kalo dibawa sih udah pasti cape… hehehe). Entah kenapa, setiap kali saya bertemu jalan raya, saya selalu teringat sama kematian. Jika sudah seperti itu, kadang tiba-tiba muncul rasa takut… “Sudah luruskah niat saya berada diatas motor ini?”.

Sama sekali gak nyambung dengan intro diatas, saya saat ini sebenarnya sedang ingin membahas tentang sebuah istilah yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang jelas dibenak saya, meskipun rasanya sudah berminggu-minggu lalu saya mendengar istilah ini. Saat itu di sebuah pelatihan intern dimana saya menjadi panitia, saya mengikuti satu sesi materi yang diisi oleh seorang senior. Beliau membahas mengenai esensi berjama’ah, namun dengan cara yang cukup menyentak dan menyinggung sebagian diri saya. Beliau mengutip sebuah perkataan dari ust. Rahmat Abdullah (kira-kira esensinya begini):

“Membonceng dalam jama’ah itu sangat nyaman dan nikmat. Jika jama’ah itu memiliki citra yang baik di kalangan masyarakat, maka orang-orang didalamnya akan ikut merasakan citra/reputasi tersebut melekat pada diri mereka, meskipun sebenarnya mereka tidak memiliki tujuan yang sama dengan jama’ah tersebut.”

Anda tahu yang dimaksud dengan membonceng kan? Seorang yang membonceng akan ikut dengan dengan si pengendara hingga batas tertentu. Mungkin saja batas itu adalah tujuan akhir dari si pembonceng, namun bisa juga hanya setengah dari rute perjalanannya. Batas itu bisa saja merupakan tujuan akhir dari si orang yang memboncengi, tapi sangat mungkin pula bukan rute yang ingin dituju. Intinya, membonceng itu tidak mesti memiliki tujuan yang sama dengan sang pembawa kendaraan.

Yang saya resapi dari kalimat ustadz Rahmat tersebut adalah, bergabung dan bercengkerama mesra dalam sebuah komunitas tidak menjamin kita memiliki komitmen kolektif sebagaimana anggota komunitas tersebut. Kita bisa saja diterima dengan sangat hangat, merasa aman karena yakin jika kita salah maka akan banyak saudara kita yang akan mengingatkan, tetapi disisi lain nyatanya tidak ada kontribusi riil yang kita berikan dengan keberadaan kita dalam komunitas tersebut. Bisa dikatakan, ada dan tiadanya kita tidak memberi dampak signifikan dalam keberlangsungan hidup si komunitas tersebut. Sampai pada titik ini, dada saya seperti ditusuk dengan golok tumpul serta berkarat, terasa sesak dan kena sindrom tersinggung akut.

Alamak… seakan-akan perkataan ustadz Rahmat tersebut secara khusus ditujukan pada diri saya. Tiba-tiba saya merasa ditelanjangi hingga tidak ada yang menutupi lagi muka ini dari malu pada diri sendiri. Pertanyaan besar muncul dibenak saya, “Sekarang, apa yang sudah aku lakukan untuk gerbong yang semakin penuh sesak ini?”. Rasanya nyaris kosong andilku! Apa artinya amalan-amalan penuh kehausan akan eksistensi yang kulakukan selama ini. Betapa sulitnya membuat amal-amal itu jadi punya arti jika ujub dan riya masih sulit kuhindari. Betapa seringnya niat itu melenceng sehingga keikhlasan melayang pergi.

Aku selama ini telah merasa terjaga, aman dan nyaman dengan besarnya semangat untuk saling mengingatkan. Tapi kata-kata itu tiba-tiba saja meruntuhkan bangunan kenyamanan itu dengan sebuah hentakan keras. Kata-kata itu seakan sebuah tagihan tegas serta tuntutan akan butuhnya kontribusi riil sebagai konsekuensi keberadaan kita dalam sebuah komunitas. Apalah artinya jika ternyata di pagi hari kita melihat wajah-wajah kusut rekan-rekan kita yang kurang tidur karena terjaga hingga dini hari, sedangkan kita sama kusutnya dengan mereka, tetapi lantaran terlalu banyak waktu tidur tadi malam. Apalah artinya QL berjam-jam jika diluar sana ternyata ada saudara kita yang tidak tertunaikan haknya di sepertiga akhir malam untuk QL lantaran terlalu letih di dua pertiga awal malam.

Ternyata kita seharusnya tidak merasa nyaman dengan hanya berkumpul dengan orang-orang shaleh. Sedikit analogi, tidak cukup sekedar berkawan dengan tukang minyak wangi dengan harapan selalu tertular aroma dari dagangan mereka itu. Kita butuh pula untuk sesekali membeli, atau bahkan membantu agar dagangan dari si tukang minyak wangi itu bisa laku terjual, syukur-syukur jika kemudian ada profit share yang kita peroleh. Dalam barisan ‘dakwah’ (beberapa waktu lalu ada sebuah sindiran halus dari saudaraku Erry, kata-kata ‘dakwah’ dan amal jama’i itu seakan kosong artinya jika kita belum bisa berlapang dada, sebagai tingkatan paling rendah dalam berukhuwah, semoga Allah masih sudi mengikat hati-hati kita hingga ajal menjemput), dagangan kita tak lain adalah nilai-nilai kemuliaan ajaran islam yang telah kita yakini. Produk ini high-quality dan harganya pun mahal bukan main. Butuh investasi besar untuk berniaga dengan ‘Sang Produsen’ (Allah SWT) dengan deposit keikhlasan murni 24 karat dan cadangan koin-koin kesabaran tanpa batas.

Bagi mereka yang tidak mengerti nilai dari produk itu, mungkin akan enggan untuk terjun dalam super-high-risk-trading ini. Mungkin akan lebih nyaman jika berdagang produk ideologi kacangan yang menawarkan keuntungan nyata duniawiyah yang dzahir dan terlihat. Namun bagi mereka yang tahu dan sudah merasakan dagangan ini sekian lama, prospek keuntungan yang didapat terlalu menggiurkan untuk diabaikan. Harga yang sedemikian mahal untuk produk berlisensi eksklusif ini (karena datang-perginya hidayah begitu sulit untuk kita tebak) seakan tidak ada artinya dibandingkan taksiran nilai keuntungan yang tanpa batas diakhirat kelak. Maka dari itu, sebagai objek yang telah berhasil diyakinkan (untuk sampai saat ini dan semoga hingga ajal menjemput) tentang betapa kerennya produk ini, kita belum boleh berpuas diri dengan sekadar mencicipi produk tersebut. Konsekuensi dari mengetahui kelebihan dari si produk ini, kita juga harus meyakinkan orang untuk memilih produk ini. Kita harus punya andil dalam keberjalanan aktivitas dakwah dalam jama’ah ini.

Sejujurnya, saya pribadi menganggap diri saya saat ini masih sebagai pembonceng tulen. Masih sebagai pengambil keuntungan sesaat dari interaksi saya dengan saudara-saudara saya tersebut. Keberadaan saya diantara mereka bisa jadi merupakan wujud ketakutan saya akan hidayah yang bisa saja dicabut kapanpun, padahal ajalpun juga menantipun dan senantiasa mengintaipun (*bleh…!*). Saya ikut nebeng selama ini, mungkin juga masih karena berharap-harap-cemas dengan sosok pendamping hidup dimasa depan. Saya merasa belum cukup puas dengan mencari sosok yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung yang bisa saja ditemukan dimanapun. Solehah dan orientasi hidup yang jauh hingga akhirat merupakan hal paling penting. Meski tidak menjamin, karakter solehah dan bervisi tersebut setidaknya menjadi modal awal yang cukup baik untuk berduet mengarungi belantika kehidupan berumah tangga hingga ajal menjemput.

Intinya, saya mengakui pada diri saya pribadi bahwa mungkin sepanjang beberapa tahun ini, orientasi keberadaan saya dalam komunitas ini sama sekali masih jauh dari nilai-nilai kemurnian dakwah yang seharusnya saya usung. Tetapi sayapun bersadar diri, bahwa berada diluar dengan rasa bersalah yang berlarut-larut bukan pula solusi. Ibaratnya kapal dayung berpenumpang banyak yang mengapung diatas sebuah sungai, jama’ah adalah wadah dimana kita bisa mencapai suatu tujuan secara bersama-sama. Bisa saja kita ikut dalam kapal yang lebih kecil, mendayung perahu sendirian, atau bahkan berenang untuk mencapai tujuan yang sama. Tetapi dalam kesendirian itu akan amat sulit menjaga konsistensi kita untuk sampai ke tujuan. Menumpang kapal dakwah ini mungkin lebih menjamin kita sampai ketujuan.

Tetapi masalahnya tenaga pendayung dalam kapal pun terbatas. Adakalanya barisan pendayung ini keletihan atau mungkin cedera yang memperlambat gerak si kapal. Kalau dibiarkan terus menerus, bisa saja kapal tersebut akan berhenti total. Jika kita hanya sekedar menumpang saja, kita tidak berhak untuk protes atau marah-marah pada para pendayung yang keletihan tersebut, karena keberadaan kita dan mereka pada hakikatnya memiliki kepentingan yang sama dan kita sama-sama dirugikan dengan mandegnya perjalanan tersebut. Sampai disini, satu hikmah yang bisa diambil adalah tidak cukup sekedar merasa aman dalam kapal besar ini jika kemudian kita tidak mampu berbagi peran dengan penumpang-penumpang lainnya. Kita butuh untuk merubah diri kita dari sekedar penumpang menjadi seorang pendayung yang bisa menggantikan mereka yang letih dan cedera. Mungkin butuh proses untuk menjadikan diri kita benar-benar menjadi pendayung tulen yang bisa diandalkan oleh penumpang yang lain. Tetapi jika tidak mulai meniatkan diri menjadi seorang pendayung dari sekarang, proses itu tidak akan kunjung mulai. Menunda untuk merubah peran kita hanya akan memperlambat seluruh penumpang untuk sampai ke tujuan bersama.

Jadi… masih ingin membonceng atau siap menjadi pendayung?
*) Penulis adalah orang yang banyak omong, tapi masih sedikit beramal… semoga tulisan ini menjadi otokritik bagi diri pribadi

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Mencegah Sentralisasi Figur dalam Berjama’ah

Mencegah Sentralisasi Figur dalam Berjama’ah

Oleh Ardian Perdana Putra *

Setelah lama nggak pernah lagi menulis di file word, akhirnya saya menyiapkan postingan ini sejak dari rumah. Karena takut ide yang sudah keburu muncul hilang sebelum sempat dipaparkan. Tulisan ini muncul sebagai tanggapan saya terhadap debat kusir tidak penting seputar PKS di forumdetik yang menurut pendapat saya tidak pada tempatnya dan sudah menjurus pada black campaign. Dialektika dalam obrolan ngalor-ngidul yang nggak jelas ujungnya itupun saya anggap terlalu kekanak-kanakan dan argumen yang digunakan oleh si-orang-bernickname-tobinx itu terlalu dipaksakan dan absurd.

Setidaknya ada dua thread yang tidak sengaja saya masuki di forumdetik yang isinya beraroma hasutan terhadap kader/simpatisan PKS dan masyarakat secara umum. Propaganda semacam ini sebenarnya tidak perlu ditanggapi karena hanya aksi cari ribut dari si provokatornya saja. Tapi bagaimanapun saya merasa butuh untuk memberikan opini dan gagasan saya mengenai salah satu topik tersebut. Hal yang mendorong munculnya tulisan ini hanya satu, saya ingin menunjukkan kepada masyarakat awam tentang indahnya perilaku berjama’ah dari kader dan simpatisan partai ini. Banyak hal yang saya temukan dalam jama’ah tarbiyah yang membuat saya jatuh cinta dengan interaksi dakwah bersama mereka.

Menarik menanggapi salah thread di detik yang membahas tentang ustadz Anis yang juga menyinggung sedikit mengenai tulisan Ust. Anis Matta seputar kader dakwah dan harta (pandangan islam terhadap harta). Saya memang tidak membaca semua, namun ada beberapa isu yang dihembuskan oleh si provokator (yang kemudian saya ketahui menggunakan ID/username ganda ~Thobinx a.k.a Istiqamah~) adalah bahwa sang Ustadz tidak layak berada dalam PKS, berorientasi materialistik, menjadi figur yang ditakuti di internal partai, dll. Dari dialektika absurd dalam forum tersebut saya bisa mengatakan bahwa orang ini (si provokator) pasti bukan kader. Logika-logika berpikirnya pun jauh dari bagaimana seorang bagian dari jama’ah ini dalam melihat interaksi dirinya pribadi dengan jama’ah secara keseluruhan.

Mengenai tulisan yang menjadi awal provokasi si biang ribut, saya pribadi terkesan dengan tulisan Ust. Anis Matta tersebut. Beliau membawakan sebuah cara pandang yang berbeda tentang bagaimana seharusnya seorang kader/da’i melihat realita materialisme dunia disekitarnya dengan tetap menjaga karakter ke-da’i-annya. Tulisan ini mengajak kita berpikir lebih holistik/global tentang konsep zuhud dan wara’ tanpa melupakan sisi sunnatullah manusia dalam melihat harta. Tulisan ini juga memberikan inspirasi baru tentang bagaimana ekspansi dakwah harus masuk ke semua kalangan, tidak saja kalangan dhuafa tetapi juga kalangan berada. Tulisan ini juga mengajak kita menyelami karakteristik psikologis obyek dakwah secara umum yang tentunya amat berguna dalam menentukan langkah-langkah pendekatannya terhadap nilai-nilai keislaman.

Anehnya kemudian yang ditonjolkan oleh si provokator itu justru malah nyasar dari esensinya. Saya prediksi, Ia hanya membaca sekilas paragraf-paragraf awal tulisan saja dan tidak membaca tuntas secara keseluruhan. Wajar jika kemudian yang muncul dalam persepsinya (atau lebih tepatnya ia inginkan agar orang mengira seperti itu persepsinya) adalah sang Ustadz sedang menggiring kader dakwah untuk lebih matre dalam menjalankan aktivitas dakwahnya. Saya berusaha berhusnuzhan bahwa hal itu yang terjadi, namun saya pun tidak menafikan kemungkinan bahwa munculnya tulisan sang Ustadz tersebut tak lain sebagai sebuah argumen yang dipaksakan dalam usaha menjatuhkan citra sang Ustadz. Dari sudut pandang kedua ini, saya melihat kebodohan dan dangkalnya pemahaman si provokator tentang konsep ideal seorang kader.

Berdasarkan sedikit pengalaman saya berinteraksi dengan jama’ah ini, saya melihat bahwa propaganda negatif semacam ini sebenarnya tidak akan berefek pada kader yang memiliki kefahaman yang cukup tentang nilai-nilai kejama’ahan yang di pegang oleh PKS. Mereka (dan juga saya insyaAllah) selalu digembleng dan diarahkan pada orientasi bahwa apapun bentuknya amalan kita tujuannya hanyalah ridho Allah. Orientasi ini menafikan berbagai motif-motif duniawi yang bersifat sesaat dalam aktifitas dakwah keseharian para kader. Mungkin sedikit contoh yang patut untuk disimak adalah salah satu nasehat/taujih dari Kang Haru Suandaru, Ketua DPD Kota Bandung pada ikhwah Relawan P2B seminggu lalu selepas mereka menunaikan tugasnya di posko bantuan korban kebakaran di Cikutra (13/06). Kutipan yang bisa saya ambil kira-kira begini (tidak sama persis, pendekatannya lebih ke esensi taujih tersebut):

“Sesungguhnya jika antum semua melakukan ini semua untuk meraih simpati masyarakat di sana, maka antum akan sakit hati. Jangan lupakan bahwa apapun kondisinya, semua amal tersebut hanyalah bagian dari usaha kita untuk mencari cara tercepat dalam meraih ridho Allah saja. Segala usaha yang antum lakukan telah mengorbankan dana, waktu, dan tenaga (sebagian relawan telah beranak istri dengan mata pencaharian yang bisa dikatakan minim dalam hitungan materil, tapi satu kelebihan yang saya syukuri, mereka kaya akan kefahaman tarbiyah dan militansi), akan menjadi tidak ada artinya jika yang mendasarinya adalah harapan agar mereka disana memilih PKS.

Jangan antum sekali-kali mengharapkan terimakasih atau simpati apapun dari mereka. Sesungguhnya apa yang kita lakukan sama sekali bukan untuk itu Akh…! Mereka berterimakasih pada kita atau justru sebaliknya… entah mereka memilih kita ataupun tidak, itu bukan urusan kita. Itu semua bergantung pada seberapa ridho Allah terhadap amal-amal dakwah kita. Tugas kita hanya satu, berusaha sebaik-baiknya dilapangan untuk membantu mereka dengan keikhlasan untuk Allah semata. Biar nantinya Allah yang menilai amal tersebut di sisinya. Jika Allah berkehendak dari silaturahmi dan amal-amal dakwah kita tersebut untuk membawa hati-hati mereka (masyarakat Bandung) pada dakwah maka dengan insyaAllah kemenangan dakwah akan datang dengan sendirinya.”

Deg… nasehat itu benar-benar menyetrum saya. Kata-kata tadi mengguncang kembali orientasi dan pemahaman saya selama ini tentang dakwah politik yang diusung ikhwah PKS. Merinding saya mendengar kalimat-kalimat itu dan mengingat tentang bagaimana diri saya selama ini. Taujih tadi membakar kembali motivasi yang sempat meredup dalam kejenuhan sesaat lalu. Kalimat-kalimat tadi menghadirkan inspirasi-inspirasi baru untuk menggarap ladang-ladang amal lain yang selama ini masih terbengkalai dan tertelantarkan oleh kepentingan-kepentingan sesaat.

Orientasi keikhlasan dalam amal yang senantiasa ditanamkan dalam diri setiap kader partai dakwah ini telah memunculkan citra dan citarasa baru dalam dunia politik Indonesia. Citarasa kejujuran dan amanah yang telah sekian lama menjadi barang langka sehingga memupus optimisme masyarakat indonesia akan hadirnya perubahan, muncul kembali bersama hadirnya rombongan Ustadz di Senayan. Begitupun di daerah-daerah, keberadaan sosok-sosok asing yang dulu pada kesehariannya mengisi ruang-ruang pengajian dan halaqah, kini merambah ranah yang juga asing bagi mereka. Kiprah mereka yang sebelumnya seperti istilah asing dalam kamus perpolitikan pada era sebelumnya mulai mendapat sorotan publik. Terangkatnya kasus-kasus korupsi, suap-menyuap, gratifikasi dan sejenisnya mulai muncul seiring dengan keistiqamahan mereka dalam menolak apa yang bukan menjadi hak mereka.

Sesungguhnya agak mustahil bagi saya membayangkan jika fenomena tersebut hanya sekedar untuk menarik perhatian publik dan sekedar mengejar popularitas. Keistiqamahan mereka selama 10 tahun ini mungkin cukup menjadi bukti bahwa fenomena ini bukan sekedar pemanis politik saat masa kampanye saja. Toh kenyataannya meski publik pers mengangkat kasus-kasus yang mereka ungkap, para ustadz dan ustadzah tersebut tetap dengan ketawadhuan serta kesederhanaan mereka. Diantara merekapun masih sebagaimana aktivitasnya dahulu, mengisi pengajian dan halaqah seperti biasa. Bahkan rumah-rumah mereka masih sama terpencil dan sempitnya seperti dulu, seperti tergambar dari sosok seorang Ust. Rahmat Abdullah (jika penasaran, tonton saja film ‘Sang Murabbi’ akhir juli ini! Hehehe… promosi!).

Juga kita lihat bagaimana sebenarnya kekuasaan bagi para ustadz tersebut bukanlah sesuatu yang mereka kejar-kejar. Amanah untuk mengisi pos-pos amanah masyarakat di legislatif dan eksekutif sebenarnya merupakan mimpi buruk bagi diri mereka pribadi. Amanah tersebut bagi mereka tak lebih dari sebuah keterpaksaan atas tuntutan kebutuhan dari jama’ah, bahwa harus ada orang-orang yang tepat untuk memangku jabatan-jabatan publik tersebut. Yang lebih menarik adalah, meski terpaksa, mereka tetap mengamban tugas tersebut dengan totalitas penuh sejauh yang mereka bisa. Subhanallah! Dari cara pandang mereka tersebut, muncullah fenomena baru dalam penjaringan calon legislatif/eksekutif. Untuk pertama kalinya ada partai politik dimana para kader intinya berebut menghindar dari pencalonan dan justru saling mendorong saudaranya yang lain.

Tergetar diri saya melihat fenomena-fenomena dari para ustadz, sosok kader inti dan para pendiri PKS ini. Mana mungkin saya tidak jatuh hati dengan sosok-sosok tersebut? Mana mungkin saya tidak percaya bahwa jika saya mengikuti mereka, niscaya saya akan digembleng menjadi figur muslim yang lebih baik? Bagaimana mungkin saya tidak percaya bahwa bangsa dan negeri ini memang jauh lebih mereka cintai dari pada diri-diri mereka sendiri? Bagaimana mungkin saya tidak merasa aman untuk memberikan kepercayaan politik saya dan menitipkan pengelolaan kebijakan negeri ini kepada mereka?

Rasanya nyaris tidak mungkin hal tersebut sekedar ilusi sesaat untuk menutupi motif-motif duniawi mereka dimasa yang akan datang. Nilai keikhlasan yang ditanamkan dalam tarbiyah bertahun-tahun yang mereka jalani telah menghilangkan rasa takut mereka terhadap terpaan opini negatif, pendapat miring, gosip-gosip atau justru kehausan akan popularitas, reputasi positif serta sanjungan yang mungkin muncul seiring datangnya amanah yang menjemput mereka. Sungguh, provokasi dan black campaign secanggih apapun tidak akan membuat mereka bergeming dan kebakaran jenggot karena hal itu tidak akan ada artinya dibandingkan betapa menggiurkannya keridhoan Allah yang mereka kejar. Jadi sungguh aneh tuduhan yang dialamatkan oleh si provokator dalam forumdetik tersebut. Non-sense dan absurd!

Adapun mengenai sentralisme partai terhadap figur-figur tertentu didalamnya, hal itupun sangat musykil dan tidak masuk dalam logika pribadi saya. Sejak awal dirintis, bahkan belasan tahun sebelumnya, saat para masayikh (tetua, sesepuh) dakwah baru merintis dakwah ini di Indonesia, tidak pernah menekankan figuritas dalam komunitas. Jadi, tidak seperti beberapa partai-partai lain yang menonjolkan sosok-sosok tertentu haus kekuasaan yang tak jarang juga dikultuskan oleh pengikut dan simpatisannya, PKS hanya mengenal kepemimpinan kolektif berupa Syuro. Kepemimpinan dan kebijakan internal partai bukanlah ada pada sosok-sosok Presiden Partai, Sekjen, Anggota legislatif, Ketua DPW, DPD, dll. Keberadaan mereka tak lebih adalah sosok komandan lapangan yang menjadi penyambung lidah dari kepemimpinan kolektif dalam Syuro.

Sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabat yang kita baca bersama melalui literatur shirah (riwayat/perikehidupan) Nabawiyah. Rasulullah bukanlah sosok yang dikultuskan oleh para sahabatnya, meskipun Ia adalah orang yang paling dicintai oleh mereka. Suara/aspirasi rasulullah bukanlah suara mutlak pula dalam forum-forum diskusi atau musyawarah dikalangan para sahabat (kecuali yang berkaitan dengan wahyu dan hal-hal fundamental dalam syari’at), terbukti dengan kisah musyawarah beberapa saat menjelang perang Uhud. Pengelolaan struktur kepemerintahan madinah pun tidak sentralistik dengan kekuasaan mutlak pada Rasulullah, melainkan adanya lembaga kebijakan kolektif yang terdiri dari beberapa orang sahabat senior (dan sistem ini terus digunakan pada masa khulafa’urrasyidin).

Jelas terdengar absurd jika muncul tuduhan bahwa sosok beberapa ustadz dalam lingkaran inti PKS mulai berubah menjadi figur yang haus kekuasaan dan ditakuti di internal partainya. Bagaimana mungkin komunitas yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kolektif serta menjunjung tinggi prinsip musyawarah, akan membiarkan sentralisasi figur terjadi dalam tubuh komunitas tersebut? Apa lagi sebagai sebuah organisasi yang terstruktur dengan baik, PKS telah memiliki mekanisme tersendiri dalam menyelesaikan permasalahan internalnya. Jika ada pelanggaran kode etik dan hal-hal melenceng dari oknum kadernya, sudah ada mekanisme tersendiri untuk menanganinya melalui tabayyun dll. Hal ini membuat tuduhan tadi menjadi semakin tidak masuk akal.

Jadi, sebenarnya bisa dikatakan dengan sistem/mekanisme pembinaan (tarbiyah) yang dijalankan oleh kader dan PKS secara keseluruhan, potensi untuk bersikap oportunistik dan otoriter sebagaimana terbayang dalam pandangan si provokator itu sangat-sangat sulit tumbuh berkembang. Jikapun ada yang sengaja masuk kedalamnya dengan motif tersebut (beberapa waktu lalu saya baru mendapat sebuah istilah unik dari ust Rahmat Abdullah, yaitu “membonceng dalam jama’ah”) maka besar kemungkinan Ia tidak akan betah dalam jama’ah ini. Sistem ini tidak pernah berpegang pada karakter individual seorang tokoh, tetapi karakter kolektif komunitas sebagai suatu kesatuan. Meski begitu, kita pun tidak menafikan bahwa secara manusiawi peluang munculnya dorongan, motif, ego serta kepentingan pribadi dari setiap individu juga tetap ada walaupun insyaAllah sangat amat terminimalisir karena banyaknya kader lain yang akan mengingatkan. Kita pun juga harus menyadari bahwa bagaimanapun jama’ah ini bukanlah jama’ah malaikat yang bersih dari dosa, jama’ah ini tetaplah jama’ah manusia dengan segala bentuk keterbatasan dan kekurangan yang dimilikinya. Meski kurang dan terbatas, dengan mereka bergerak bersama, dalam gemblengan nilai-nilai yang sama, dan demi tujuan yang sama, insyaAllah mereka akan senantiasa bangkit dari dan memperbaiki diri untuk menjadi komunitas yang lebih baik. Wallahu A’lam Bishshawab.

*) Penulis hanyalah seorang blogger biasa yang sedang asyik mencicipi indahnya Tarbiyah

Download Tulisan Ust. Anis Matta: pandangan islam terhadap harta

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Untung Waktu Nggak Bisa Diulang…

Yups… untungnya waktu nggak bisa diulang. Kalo waktu sampe bisa diulang, bisa-bisa aku akan selalu berusaha kembali kemasa lalu dan dengan bodoh berusaha untuk memperbaiki kebodohan-kebodohan masa lalu yang semakin terdengar bodoh jika di pikirkan kembali hari-hari ini. Pikiran tentang tema ini kembali muncul hari ini, saat tiba-tiba saja ada rasa sakit yang kembali muncul… seakan mendobrak dari balik rusuk-rusuk dada ini. Ah… seandainya aku dapat kembali ke masa lalu dan menghapus daftar hitam perilaku bodohku dimasa lalu.

Lab Ekologi, Labtek Biru Lantai 1, saat praktikum susulan Algologi tadi pagi pikiranku melayang, menembus batas-batas masa yang telah lalu. Ah… empat tahun lalu… atau… tepatnya empat setengah tahun lalu. Masa-masa dimana hidupku hanya berisi rutinitas kuliah yang monoton dan retas-retas impian yang dangkal. Saat itu belum pula kukenal apa itu kemahasiswaan, aktivitas, dakwah kampus, softskill dan istilah-istilah sejenis. Yang kutahu hanya Kuliah, Ospek dan Kosanku.

Masa-masa itu berubah menjadi begitu dinamis. Banyak pengalaman baru dan peristiwa-peristiwa yang kulewati. Ah… ITB Fair 2004… Panpel 2004… OSKM 2004… FKHD… daurah-daurah… Pemilihan Ketua Nymphaea 2005… dan entah berapa banyak lagi moment yang muncul dikepalaku.

“Yaa laytanii… qaddamtu lihayaatii…”

Sesal-sesal yang sejak dulu menghantui datang lagi bersama suasana yang muncul dalam imajinasiku sesaat itu. Aku tiba-tiba seperti berteleportasi dari moment ke moment, ruang ke ruang, masa ke masa dan dalam sekejap mengulang kembali peristiwa itu.

Yaa Allah… seandainya ku dapat kembali pada hari-hari awalku di Bandung… aku akan ikut OSKM 2003 hingga tuntas… tanpa bolong. Ah… seandainya…

Ya Rabb… seandainya aku dapat kembali pada hari-hari itu… ITB Fair 2004… hari-hari ceria kepanitiaan pertamaku dikampus ini… yang merubah total mindsetku tentang arti diriku sebagai mahasiswa…

Ya Rahman… seandainya aku dapat kembali menikmati ketegangan detik-detik perhitungan suara… malam itu ditahun 2004… Ah… insiden ‘kotak yang hilang’… seandainya tidak luput seharipun aku berjaga di malam-malam sepi itu…

Ya Aziz… betapa aku merindukan kembali aura ketegangan forum-forum FKHD… betapa seharusnya banyak yang dapat kulakukan disana…

Ya Rahim… Akankah kembali pertemuan-pertemuan malam OSKM 2004? Masa-masa konyol penuh heroisme semu… Opening yang fenomenal… dan Closing yang menakjubkan…

Ya Muqallibal quluub… Akankah ikatan ini akan menjadi ikatan nan abadi kelak? Akankah detik-detik perenungan kami didaurah itu akan punya makna disisimu kelak yaa Rabb? Akankah kepalan tangan dan janji-janji kami itu akan tetap kami pegang hingga ajal menjemput? “Jika hanya ada satu orang yang berjuang dijalan ini… maka itu adalah aku! …”

Ya Mujiibad du’aa… Sesungguhnya Tuhanku… betapa aku sadar tentang kedzaliman diriku… betapa bodohnya Aku dalam menjalani pinjaman waktumu di masa lalu… betapa sedikitnya pinjaman hidayah ini kusyukuri utuh-utuh… betapa seakan tiada artinya pinjaman mata, hidung, mulut, jantung dan seluruh anggota tubuh yang lengkap ini tanpa amal-amal nyata.

Sungguh… meski kelebat penyesalan itu kembali datang menghampiri… aku bersyukur pada-Mu wahai Rabb Sang Penguasa Waktu… telah kau ciptakan waktu untuk tidak dapat diulang… sehingga kudapat menghargai sisa waktuku didunia… hingga ajal menjemputku. Ah… tapi, seandainya waktu itu bisa terulang…

I want to stay here watching you smile forever
I want to live each changing moment in your eyes,
in that one scene forever colored in gentle hues
to bring us close together, I want to stop time forever.

["Hitomi No Jyunin" by L'arc En Ciel]

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

best buys generic cialis pills clomid, viagra, cialis, ultram, tramadol, levitra tricor buys ryco press release viagra buy viagra 34434 buy viagra buy online viagra cialis levitra buy viagra viagra drug store best buys viagra mail order viagra mail order uk viagra name order viagra viagra free order viagra online buy viagra buy australia viagra buy now pay later viagra buy oonline viagra online viagra buy prescription viagra buy ionline viagra order viagra money order viagra order cheap viagra prescription orders tramadol orders tramadol money orders accepted cialis orders hgh treatment orders online hgh orders online hgh injectable online orders hgh wholesale international orders accepted human growth hormone prescription orders human growth hormone orders soma orders soma credit card orders viagra price viagra price strategy viagra pfizer lower price viagra prescription price viagra price shopper viagra prices viagra best prices viagra cheapest prices viagra best prices fda approved viagra propecia buy online viagra sale prices viagra small prices index viagra lowest prices viagra canadaian prices viagra or cialis prices levitra viagra prices lexapro prices per pill levaquin prices leukeran prices levitra vardenafil bargain prices lipitor prices lipitor usa drug prices lipitor 1o mg cheap prices lipitor and mexico prices lisinopril prices lipitor 40 mg prices cialis prices cialis cheap prices cipro hc otic prices cialis cheapest online prices cialis at discount prices cialis prices canada cialis prices uk citalopram pharmacies canada celexa prices cipro prices cialis 20 mg prices cymbalta prices cymbalta prescription prices hgh steroids low prices hgh prices hgh prices and information viagra uk retail price tramadol and money order cheap soma online order now cheap order prescription viagra cheap levitra order prescription cheap order prednisone prescription cheap cod money order tramadol cheap order prescription tramadol china from hgh jintropin order cheap online order viagra check generic order pay viagra cheap order prescription zyrtec cheap viagra order online cheap order prescription propecia cheap imitrex order online cheap order zyrtec cheap order zyban cheap generic order soma cheap order zocor cheap order prilosec cheap prilosec order online cheap lexapro order prescription cheap lexapro order cheap online order tramadol cheap nexium order online cheap generic nolvadex online order cheap generic nolvadex order cheap soma order online cheap online order tramadol tramadol cheap order tramadol cheap clomid order cheap nexium order cheap online order soma cheap order prednisone cheap order site viagra cheap evista generic order cheap crestor order prescription cheap lamisil order prescription cheap levitra order vardenafil cheap clomid order prescription cheap lamisil order cheap crestor order cheap order prescription ultram cheap order paxil cheap order zoloft cheap online order ultracet cheap order prescription prilosec cheap order prescription zocor cheap propecia order online cheap order paxil prescription cheap lipitor order cheap order prescription zoloft cheap levitra order levitra order levaquin online order lexapro order online legally order effexor lexapro order levitra mail order levitra online order levitra order prescription levitra vardenafil uk order online lipitor by mail order lisinopril order online lipitor order lipitor online order lipitor order prescription cialis order form in uk cialis for order cialis mail order medication cialis order cialis line order cialis tadafil order online cialis mail order cialis order online cialis online order cialis legal online order cialis india cheap order cialis generic order cialis dreampharmaceuticals online order cialis order site cialis holland order cialis order on line cipro order cymbalta order online cytotec order cymbalta and body order cytotec order overnight hgh order online hgh medical order vicodin prescription buy now tramadol viagra buy it online now viagra cialis buy no prescription viagra sale buy viagra cheap buy viagra buy viagra online viagra viagra online buy viagra viagra to buy in uk viagra to buy uk viagra buy do nu vioxx lawyer buy tramadol now vioxx lawyer buy now tramadol viagra generic buy vioxx lawyer buy tramadol viagra prescription buy viagra uk buy viagra best buy diet pills viagra buy it viagra and buy viagra buy contest viagra memphis tn buy viagra buy general tramadol great buy tramadol buy triphala buy triphala natures herbs buy tramadol buy no prescribtion tramadol buy at edunada org tramadol buy cod tramadol buy online tramadol buy pain tramadol pharmacy tech buy tramadol tramadol best buy tramadol best buy tremadol tramadol internet buy hormone leptin tramadol buy on line tramadol oxycodone andnot buy fedex cheapest place to buy viagra cheapest place to buy plavix cheap tramadol buy tramadol online cheao kamagra to buy cheap ventolin inhalers to buy cheap ultram online buy cheap nolvadex buy online cheap tramadol buy online cheap tramadol buy cheap adalat buy online cheap zantac buy online cheap evista buy online cheap altace buy online cheap flomax buy online cheap pravachol buy online cheapest place buy viagra online cheap norvasc buy online lexapro buy online lexapro to buy levitra where to buy lef hgh where to buy levothroid 1000 tabs buy levitra buy levitra levitra shop buy levitra buy levitra online viagra levitra buy online levitra query buy vardenafil levitra levitra buy levitra search buy vardenafil levitra lipitor buy online lipitor buy live hoodia cactus plant buy liquid nolvadex buy cialis best price buy online cialis to buy new zealand cialis buy cialis buy cialis online cialis to buy cialis buy cialis cialis online buy adipex cialis buy generic cialis buy generic ed cialis buy online cheap tadalafil cialis buy generic levitra cialis best buy cialis buy on line cialis buy online cialis online buy cialis buy cialis generic cialis cialis uk buy cialis search buy tadalafil cialis cymbalta buy cytotec buy without prescription cymbalta buy it hgh buy hgh uk euro buy hgh and amphetamine buy online hgh buy offshore jintropin hgh where to buy hgh injection buy hgh buy offshore viramune price in united states viagra best price sildenafil viagra price list viramune price viagra price australia viagra cheapest price viagra half price viagra price canada viagra overnight best price viagra price online cialis 20 mg price cialis generic lowest price viagra cialis prescription price and benefits cialis generic lowest price cialis price canada cialis best cialis price cialis price ups cialis cheapest price cymbalta price cymbalta 60mg price cystone price cyalis generic lowest price viagra hgh booster injection price hgh for best price hgh injectibles steroids price list hgh price hgh price ranges pay pal buy glucophage pay pal buy flomax pay pal buy pravachol search results buy cialis online search results viagra buy online serevent buy genetic serevent buy genetic inhaler serevent inhaler buy online canada search results buy cialis human growth hormone buy online human growth hormone buy humane growth hormone buy mexico online buy ultram melatonin buy melatonin why to buy melatonin where to buy melatonin buy online merck proscar finasteride buy buy levitra buy viagra buy viagra online buy tramadol buy cialis buy cialis online buy soma online buy soma buy tramadol online buy cheap cialis buy cheap viagra buy hgh buy levitra online buy zyrtec online buy cheap tramadol buy zyrtec buy cheap zyrtec buy hoodia buy generic viagra

Comments off

Jangan Pelit, Ayo Ngeblog!

Hari-hari ini aku sebenarnya ada dalam kondisi ‘futur nulis’. Tiba-tiba semangat untuk menuliskan berbagai hal seperti hilang. Bahkan meskipun konsep yang ingin dituliskan sebenarnya berlintasan silih berganti, namun hasrat untuk menuangkannya tidak ada. Bahkan beberapa kali ini aku batal untuk posting meskipun sudah ada didepan halaman editor posting dan judul telah kutentukan. Seakan-akan aku baru belajar menulis seperti saat baru memiliki blog, empat tahun lalu.

Bicara soal menulis, ditulisan ini aku coba memaksakan diri untuk tetap mencurahkan hingga sementok-mentoknya kreativitasku. Kuharap cara ini bisa memecah kebuntuan otakku dalam menulis akhir-akhir ini. Kebetulan beberapa hari lalu sebenarnya sudah ada tema yang ingin kuangkat seputar alasanku mengapa meniatkan diri untuk seaktif-aktifnya ngeblog. Dalam tulisan ini sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa untuk menjadi bangsa atau kaum yang kuat, bangsa atau kaum tersebut harus memiliki budaya mencurahkan gagasan dan kreasinya dalam berbagai bentuk, salah satu bentuknya tentunya adalah bentuk tulisan.

Dalam tinjauan sebagai manusia berakal dan berpendidikan, menulis merupakan salah satu tahapan vital inputisasi informasi dalam proses belajar. Dengan menulis kita mereevaluasi informasi yang masuk indra kita dan terekam dalam memori kita untuk kemudian memvisualisasikannya kembali. Bentuk visual tersebut tidak berarti jika hanya dapat dicerna oleh diri kita saja, karena informasi yang kita peroleh tersebut baru punya dampak luas dapat dipahami juga oleh orang lain yang membacanya. Tulisan tidak hanya menjadi media kita menerima input tetapi juga alat bagi kita untuk meneruskan informasi tersebut kepada orang lain.

Sebagaimana kita belajar bersusah payah dalam memahami simbol-simbol yang asing sehingga memiliki rangkaian arti dan makna semasa kita kecil dulu, apa yang kita tuliskan juga harus dapat menjadi informasi baru yang bisa diserap oleh orang lain. Itu merupakan suatu bentuk konsekuensi imbal balik dalam proses belajar yang kita alami. Apa yang kita terima seharusnya sama atau tidak terlalu jauh berbeda jumlahnya dari apa yang kita berikan. Hal ini berjalan seperti sebuah reaksi berantai dalam masyarakat yang membuatnya berkembang dan semakin maju. Jika proses transfer informasi atau ilmu pengetahuan ini mandeg karena individu dalam masyarakat tersebut tidak ingin menuliskannya atau mungkin secara egois ingin tulisan tersebut hanya dapat dipahami oleh kita pribadi saja, maka hal tersebut akan menjadi awal dari kemunduran masyarakat.

Mungkin mengenai eksklusivitas isi tulisan yang kupaparkan barusan masih sangat debatable. Adakalanya tulisan yang kita tulis memang hanya sekedar bentuk pencurahan isi hati dan emosi semata, dan bukan dimaksudkan sebagai sumber informasi bagi orang lain. Adakalanya pula informasi yang kita tuliskan untuk alasan tertentu hanya bisa diakses oleh segelintir orang saja sehingga dibuat untuk tidak secara mudah dapat dicerna semua orang, misalnya karena berpotensi menimbulkan konflik atau dapat membahayakan bagi kalangan tertentu jika tersebar luas. Namun bagiku pribadi, jika sekiranya tidak masuk dalam dua hal diatas, tulisan yang kita tuangkan seharusnya dapat diakses oleh orang lain. Jika tidak untuk semua, setidaknya untuk sebagian orang.

Budaya menulis amat erat berkaitan dengan sejarah, karena dengan tulisanlah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah terdokumentasikan. Tulisan itu kemudian diteruskan turun menurun selama ribuan tahun sehingga kita mengetahui peristiwa apa yang terjadi pada masa tulisan itu dituliskan. Tulisan membuat manusia menyusun kebudayaan tidak dari nol. Karena tulisanlah sebuah peradaban tumbuh berkembang dan mungkin memberikan pengaruh pada perkembangan peradaban lain, meskipun peradaban masyarakat yang menuliskannya telah runtuh.

Ya, kita sekarang sedang berbicara tentang membangun sebuah peradaban. Bagi diriku sebagai seorang muslim, menulis adalah usaha untuk menemukan kembali kejayaan yang hilang dari umat islam. Menulis adalah merekonstruksi kembali masa-masa pencerahan yang telah sekian lama hilang dan terkubur oleh sejarah keterpurukan yang dialami kaum ini. Menulis adalah usaha untuk menemukan kembali mutiara kesadaran akan eksistensi pencipta kita dan hakikat kemanusiaan kita sebagai hamba-Nya. Berbicara tentang menulis adalah berbicara tentang bagaimana peradaban ini dibangun secara turun temurun dan bagaimana manusia bisa belajar dari keberhasilan atau kegagalan yang dialami generasi sebelumnya. Sampai disini jelaslah bahwa salah satu poin penting yang harus kita pertimbangkan dalam menulis adalah kemudahan orang lain dalam membaca tulisan kita tersebut.

Akhir-akhir ini aku lebih sering mencurahkan tulisanku secara spontan, tanpa kerangka dan sangat-sangat apa adanya atau… sekeluar-keluarnya dari pikiranku. Meskipun kemalasan dan rasa jenuh untuk menulis itu sebenarnya cukup kuat merayuku, tapi sepertinya tidak ada jalan lain selain memaksakan jemari ini terus mengetik dan mengetik selama yang aku bisa. Aku selalu merasa bahwa terlalu banyak hal-hal besar yang belum tercurahkan atau tidak sempat tercurahkan dalam bentuk tulisan. Padahal batas umur kita tidak ada yang dapat memastikan. Pantas jika aku menganggap, berhenti menulis sama dengan berhenti untuk mendokumentasikan memori-memori yang entah kapan akan hilang dari dunia ini. Meneruskannya dalam bentuk tulisan (yang terpublikasikan dan mudah diakses orang) akan memberikan peluang mimpi-mimpi kita akan terwujud oleh orang lain meskipun ajal telah menjemput.

Maka dari itu, aku berniat memaksakan diri untuk terus menulis, terus mengetik, dan terus ngeblog sekonsisten yang aku bisa. Karena aku tidak ingin pelit dan menyembunyikan tulisanku didalam lembar-lembar yang hanya akan bertumpuk tanpa sempat kita ketahui apakah akan memberikan manfaat bagi orang lain. Dari usia yang beberapa puluh hari lagi memasuki seperempat abad, yang sepertinya nyaris semuanya kuhabiskan tanpa kontribusi kongkrit bagi orang lain, aku ingin bahwa entah jika Allah ingin mencabut nyawaku hari ini, esok, lusa atau kapanpun juga, aku masih bisa memberikan sesuatu bagi dunia melalui tulisan ini. Seberapapun idiotnya pemikiran-pemikiranku, seberapa ngejunknya postingan-postinganku, seberapapun tidak bermaknanya tulisan-tulisan ini… aku masih berharap, diluar sana masih ada yang dapat mengambil hikmah dari beberapa ribu kalimat yang ada dalam blog ini.

Maka dari itu, Ayo diri… jangan pelit… ayo nulis… ayo ngeblog… ayo menginspirasi dunia…

Karena esok mungkin tiada…

Wassalamualaikum Wr. Wb.

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

00 79 cheap tramadol 083 tramadol 1 2 life for tramadol 1 50mg tramadol 1 buy cheap tramadol 1 discount tramadol 1 hcl tramadol 100 mg tramadol 100 mg tramadol 800ct 100 pill tramadol 100 tramadol 100 tramadol fedx overnight no prescription 100 tramadol free shipping 100 tramadol pill 100 tramadol ultram 100 tramadol ultram prices 1000 tramadol 100mg tramadol 100mg tramadol 300 120 buy cheap tab tramadol 120 cheap pharmacy tramadol 120 cheap tramadol 120 cod tablet tramadol 120 cod tramadol 120 pill tramadol 120 tablet tramadol 120 tabs tramadol 120 tramadol 120 tramadol and free shipping $2 viagra
  • $2.00 calias viagra
  • $2.00 viagra
  • $99 viagra free consultations now
  • 0 herbal viagra
  • 1 cheap dollar viagra
  • 1 cialis generic viagra
  • 1 day viagra
  • 1 generic viagra
  • 10 min viagra
  • 10 minute viagra approved by fda
  • 10 vs 20 viagra
  • 100 mg viagra
  • 100 mg viagra from canada pharmacy
  • 100 mg viagra price
  • 100 mg viagra prices
  • 100 mg viagra us pharmacy
  • 100mg effects erection side viagra
  • 100mg pills price viagra
  • 100mg viagra
  • 10mg viagra
  • 10mg vs 20mg viagra experiance
  • 110mg viagra
  • 12 caverta veega generic viagra
  • 12 cod generic pal pay viagra
  • 12 generic meltabs viagra
  • 12 generic sildenafil viagra
  • 12 generic viagra overnight delivery
  • 12 online generic viagra
  • 150 mg viagra
  • 1998 medical breakthrough viagra
  • 1cialis levitra sales viagra
  • 1cialis levitra viagra vs vs
  • 2 50 mg viagra
  • 2 free viagra
  • 2 viagra in one night
  • 200 mg viagra
  • 2000 cheap daily feb statistics viagra
  • 2003 apcalis levitra market sales viagra
  • 2003 cialis levitra market sales viagra
  • 2003 cyalis levitra market sales viagra
  • 2003 daily feb online statistics viagra
  • 2005 archive levitt viagra vs
  • 2005 cialis followup november post viagra
  • 2006 cialis followup january post viagra
  • 2006 followup january post viagra
  • 2006 followup march post viagra
  • 2007 viagra hmo
  • 222 pill viagra
  • 25 mg viagra
  • 250 mg viagra
  • 250mg viagra
  • 25mg blue generic pill viagra
  • 25mg viagra
  • 25mg viagra and online medical consultation
  • 2737 aid prevacid viagra
  • 2737 aid prevacid viagra zyrtec
  • 2737 aid renova renova retin viagra
  • 2737 amerimedrx retin viagra
  • 2737 amerimedrx viagra wetrack it zyban
  • 2buy levitra online viagra
  • 2buy levitra viagra
  • 2cialis dysfunction erectile levitra viagra
  • 2cialis generic levitra viagra
  • 2cialis levitra sales viagra
  • 2cialis levitra viagra vs vs
  • 3 blue generic pill viagra
  • 3 buy generic viagra online
  • 3 canada generic in viagra
  • 3 caverta veega generic viagra
  • 3 cheap generic substitute viagra
  • 3 cialis generic levitra viagra
  • 3 cialis generic viagra
  • 3 citrate generic sildenafil viagra
  • 3 cod generic pal pay viagra
  • 3 discount generic viagra
  • 3 generic meltabs viagra
  • 3 generic sildenafil viagra
  • 3 generic viagra
  • 3.43 n online order viagra
  • 3.43 online order viagra
  • 3.61 purchase viagra
  • 3.98 order viagra
  • 30sec viagra
  • 343 online order viagra
  • 36 hour viagra
  • 3generic meltabs viagra
  • 3generic propecia viagra
  • 3generic sildenafil viagra
  • 4 viagra
  • 4.24 buy viagra
  • 4.40 buy online viagra
  • Comments off

    Cintailah Kematian, Maka Kau Temukan Kehidupan

    Lagi seneng mengingat ajal. Momen-momen kepanitiaan daurah jadi pelarianku untuk dzikrul maut itu. Dengan ingat maut setidaknya pas mau berangkat jadi ingat untuk meluruskan niat yang mungkin tadinya bengkok. Meskipun secara manusiawi ada rasa takut juga memikirkan bagaimana nyawa ini akan dijemput, tapi diri ini berusaha untuk pasrah dan ridha jika saja ternyata ditengah pemberangkatan ternyata sudah tiba saatnya. Bahkan pengen rasanya menempatkan kematian sebagai sebuah moment yang paling ditunggu-tunggu sepanjang kehidupan yang terasa semakin singkat ini.

    Ah… memang begitu singkat. Nggak kerasa beberapa puluh hari lagi akan genap seperempat abad usiaku. Seorang Rasulullah SAW menggenapkan diennya pada usia itu. Beberapa panglima di era gemilang kejayaan islam bahkan telah melakukan beberapa kali penaklukan wilayah pada usia tersebut. Aku… sekedar menyelesaikan TA ku pun masih kebingungan. Menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter, rasanya diri ini masih butuh lebih banyak belajar.

    Mengenai usia singkat ini, di DMM dan training sejenisnya aku menemukan sebuah telaga perenungan. Telaga dimana aku bisa berhenti sejenak memikirkan betapa bodohnya aku melewati hari-hari lalu. Betapa childish-nya sikapku yang kerap kali reaktif dan begitu emosional dalam menghadapi sesuatu. Begitu sulitnya lidah ini untuk dikontrol, sehingga kerap k