
Molor satu hari dari jadwal semula tanggal 17 Juni, hari ini Mozilla akhirnya merilis browser terbarunya, Mozilla Firefox 3. Hari ini cukup bersejarah karena komunitas pecinta browser rubah api ini menjadikannya sebagai Firefox Download Day untuk memecahkan rekor Guinnes World Record. Sampai saat ini, dari pantauan saya tercatat 7 juta 400 ribu sekian. Negara pendownload terbanyak masihlah Amerika Serikat dengan nilai mencapai dua jutaan download, sedangkan Indonesia walaupun tidak termasuk yang paling sedikit, tapi hanya menyumbang dua puluh ribuan suara. Dan kemungkinan juga tidak akan terjadi penambahan yang signifikan untuk Indonesia karena sekarang sudah larut malam.
Saya sendiri mendownload Firefox 3 sebanyak 3 x.
. Kenapa 3? Ya karena ada tiga operating system di kantor, yaitu Windows, Mac dan Linux. Paling tidak nilai 3 saya ini mewakili satu kantor saya :lol:.
Setelah download, tentu langsung diinstall. Tapi memang tidak begitu kaget karena sebelumnya sudah mendownload yang versi release candidate. Secara tampilan dan fitur juga mirip. Firefox 3 ini diklaim telah melakukan 15.000 improvement. Apa saja itu? Kalau ditulis satu persatu, saya juga tidak tahu. Hanya improvisasi pada fitur-fitur utama saja yang tahu.
Nah, selain browser untuk komputer, Mozilla juga akan merilis browser untuk platform mobile nya. Agak ketinggalan cukup jauh memang jika dibandingkan dengan Opera ataupun IE yang sudah lebih dulu memiliki versi mobile nya. Namun, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Dan meskipun paling bongsor, kemungkinan browser baru Mozilla untuk perangkat bergerak ini juga akan memiliki fitur memukau yang membuat browser lain iri.

Browser Mozilla untuk perangkat bergerak ini menurut rencana akan dinamai “Fennec”. Kalau tidak salah, Fennec ini juga merupakan salah satu jenis rubah yang hidup di Afrika. Jadi ya memang sama dengan Firefox yang juga rubah.
Browser Fennec telah dikembangkan sejak akhir tahun lalu, katanya sih menggunakan codebase yang sama dengan Firefox 3.0 untuk komputer desktop. Paling tidak, browser ini akan mendukung perangkat yang platformnya Windows dan Linux. Setelah itu kemungkinan dikembangkan untuk versi lain seperti Symbian, iPhone dan Android.
Kapan Fennec ini akan segera release? Belum ada keterangan resmi. Yah, semoga saja Fennec Browser ini bisa segera dicicipi.