Archive for munakahat

Barangkali ada yang butuh… [template biodata ta’aruf]

Ini pernah saya posting di milis angkatan dan segera berbuah WARNING…
Semoga bermanfaat:

template-biodata2.zip Ini dari Kota Santri

template-biodata.zip Ini dari eramuslim

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Carilah Kontrakan Sampai…

Sebenarnya agak setengah terpaksa jika harus mulai membicarakan tempat tinggal pasca hengkang dari Markaz yang sudah 3 tahun ini jadi pemukimanku. Kontrakan ini sudah memberikan aku banyak kenangan, mulai dari zaman saat aku ditolak masuk ke Astra Salman yang mempertemukan aku dengan kamil… hingga sekarang saat satu per satu penghuninya hengkang karena lulus dan bekerja diberbagai tempat. Tinggal Aku, Erry, Hendra dan Dimas yang masih bertahan hingga selama itu. Kini Hendra telah mendapat kerja di jakarta, Erry hanya tinggal menunggu wisuda Oktober nanti. Praktis tinggal Dimas yang tersisa di kontrakan bersejarah ini.

Lho… bagaimana denganku? Hmm… aku sendiri sudah memutuskan untuk segera mencari rumah kontrakan sendiri. Yup… bagiku, inilah caraku untuk ‘membakar perahu Thariq’ dan terus melaju menaklukkan ‘Andalusia’ku. Bismillah… niatku sudah bulat, apapun yang terjadi… siapapun calonnya… aku bertekad untuk segera menggenapkan dien tahun ini! Dan targetku adalah bulan Agustus ini, saat usiaku genap 25 tahun hadir di belantika dunia yang penuh kefanaan ini. Tentunya akhirnya keputusannya hanya ada ditangan Allah semata, kita hanya bisa berikhtiar saja. Masalah apakah niatku ini dikabulkan oleh Allah ataupun tertunda, itu hanya masalah waktu dan bagaimana persepsi kita dalam melihatnya. Sekali lagi, itu mungkin cara Allah untuk membuatku semakin kuat dan istiqamah atau justru tersisih dari daftar hambanya yang taat.

Lho kok jadi ngelantur kesana ya? Sebenarnya itu tadi intermezzo saja, sebelum bercerita tentang pengalaman nyari rumah kontrakan kemarin. Setelah berpetualang di daerah kelurahan Tamansari, akhirnya kemarin sore dengan ditemani Erry aku merambah daerah Kebon Kembang. Kebetulan disana ada Akh Bobo Ki’04 dan istrinya yang kini telah dikaruniai anak sesosok akhwat mungil dan lucu. Meskipun daerah ini bertetangga dengan daerah pelesiran-kebon bibit, tapi aku agak asing dan baru pertama kalinya merambah daerah ini (sebenernya yang kedua kalinya, tapi dulu hanya sebatas sampai ke masjidnya saja). Karena sebenarnya kami datang tanpa tujuan yang jelas, aku segera menelepon Bobo begitu sampai disana.

Setelah beberapa kali ditelepon tanpa ada yang mengangkat, aku dan erry berinisiatif untuk berjalan saja kemanapun kaki kami melangkah. Alhamdulillah beberapa saat kemudian kami menemukan sebuah lokasi yang ‘terlihat mirip’ rumah petak seperti rumah kontrakan nenekku didaerah Kampung Melayu, Jakarta. Tapi… karena sepi dan tidak ada ‘tanda-tanda kehidupan’, kami bingung mau bertanya pada siapa. Ah… ada seorang ibu sedang menyapu halaman agak jauh dari situ. Aku segera menghampiri dan bertanya padanya. Dengan pede aku menjelaskan panjang lebar maksud kedatanganku kesini, tapi… beberapa saat kemudian tidak ada tanggapan apapun dari ibu itu. Ia hanya memandangi aku saja dengan ekspresi bingung. Ia seperti ingin berbicara tetapi ragu. Tiba-tiba sambil bergumam “ah… mmmah… tu… tu…”, ia membawa kami dengan menunjuk-nunjuk kesebuah rumah didekat situ. Barulah aku tahu bahwa beliau gagu, dan berusaha membawa kami kepada penguni daerah itu yang bisa berbicara normal.

Nenek yang ada didalam rumah itupun menunjukkan beberapa alternatif kosan didaerah itu. Tapi kami tidak segera mendatangi tempat yang ditunjuk. Perhatian kami justru tertuju pada sebuah rumah dengan tulisan “DIKONTRAKKAN” yang berada disebelah sebuah warung. Dengan bersemangat, seorang perempuan datang dan menyambut. Melihat ekspresinya yang berseri-seri itu aku agak kaget. Ternyata kamar yang ditawarkan itu tidak sesuai harapanku. Hanya sebuah kamar 2,5 x 2,5 meter dengan kamar mandi disampingnya. Padahal kebutuhan yang terbayangkan olehku adalah sebuah rumah petak dengan setidaknya satu kamar yang berfungsi sebagai ruang privat, ruang depan sebagai ruang publik/menerima tamu, space untuk dapur dan kamar mandi didalam.

Begitu mendengar keinginanku itu, si mbak lincah itu segera membawaku ke luar dan menunjukkan padaku warkop yang tadi kami lewati. Ternyata warung itu juga akan dikontrakkan, meski saat ini masih ditempati oleh penyewanya. Bangunan warung itu ternyata cukup memenuhi kebutuhan yang kuharapkan, walaupun karena digunakan sebagai warung penampilannya terlihat lusuh dengan perabotan dan dagangan yang masih bertumpuk dimana-mana. Meski masih ragu, aku pribadi cukup sreg dengan rumah itu. But, kata erry terlalu cepat untuk mengambil keputusan.

Kamipun kembali berkeliling tanpa juntrungan yang jelas. Memasuki gang-gang, bertanya dari rumah kerumah (jadi latihan DS juga ternyata), melihat dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya. Nggak ada yang benar-benar menarik perhatianku. Rata-rata ruang yang dikontrakkan berformat kostan yaitu sebuah kamar dengan kamar mandi terletak diluar. Aku tidak mungkin mengambil tempat tinggal dengan format seperti ini, karena agak menyusahkan bagi akhwat, terutama masalah hijab. Selain itu  hampir semua kost/kontrakan itu dikhususkan untuk pria saja atau wanita saja. Alhasil, pilihan terbaik masih rumah warkop tadi.

Tak berapa lama setelah kami hampir menyerah berkeliling, tiba-tiba ada telepon dari Bobo. Ia menawarkan untuk ketemuan. Saat itu aku sudah hampir mantap untuk mengambil si rumah warkop tadi meskipun entah mengapa seperti ada hal yang masih mengganjal pikiranku. Aku sempet bilang ke erry, “apa perlu istikhoroh dulu ya Ry?”. Dia cuma cengengesan sambil menjawab bahwa menurutnya jika memang diperlukan ya… bisa dilakukan. Akhirnya, niat kami untuk menyudahi perburuan kami urungkan kembali. Kami pun menemui Bobo di tempat yang ia sebutkan. Ia menunjukkan beberapa rumah petak, yang sebenarnya sempat ingin kami tanyakan sebelum akhirnya sampai di rumah warkop tadi. Setelah memberanikan diri bertanya pada tetangga yang tinggal diseberang rumah itu, kami akhirnya harus kembali pasrah karena ternyata semua rumah petak itu sudah di sewa, hanya saja belum ditempati oleh penyewanya. Kami sempat mendatangi beberapa lokasi lagi, namun hasilnya nihil.

Saat itulah Bobo bercerita bahwa ia berniat pindah ke lokasi yang lebih dekat ke kampus. Kupikir berarti tempat yang dimaksud adalah di sekitar taman hewan. Iapun menawarkan rumah yang ditempatinya itu, meski itu berarti aku harus menunggu hingga pertengahan agustus untuk pindah kesana. Alhamdulillah, setidaknya aku jadi mendapatkan pembanding untuk si rumah warkop. Kulihat sekilas, lokasi rumah Bobo lebih kondusif ketimbang rumah warkop itu. Luasnya pun lebih besar dan tampilannya terlihat lebih bersih. Aku cenderung lebih tertarik dengan rumah itu ketimbang si rumah warkop. Namun begitu, aku memutuskan untuk memikirkannya kembali selama seminggu kedepan, untuk memastikan bahwa pilihan yang kulakukan adalah pilihan terbaik.

Azan maghrib pun menutup pertemuan kami dengan Bobo. Aku dan Erry shalat maghrib di masjid dekat situ. Setelah itu Erry segera pergi, sedangkan aku kembali ke Markaz. Hikmah yang bisa kuambil dari perjalanan berburu kontrakan ini… hmmm…. apa ya? Mungkin hikmahnya adalah, apapun yang Allah rencanakan bagi kita, yang bisa kita lakukan adalah selalu berusaha bersiap dan terus menyiapkan perbekalan. Meski rencana-Nya ternyata berbeda dengan apa yang kita rencanakan, setidaknya insyaAllah akan selalu ada ganjaran dari persiapan-persiapan yang kita lakukan. Toh yang Ia perintahkan pada kita hanyalah berikhtiar dan terus berikhtiar, masalah hasil akhirnya tergantung keridhoannya saja.

Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa in lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khosiriin…

Bagaimanapun terbatasnya ya Allah… inilah usaha hamba…

In kunta tardhaa… laththif qalbaha yaa muqallibal quluub…

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Arti Sebuah Kepercayaan dalam Kerja

Belajar mencari sumber penghidupan memang memberikan banyak hikmah bagi kita. Terutama hikmah tentang betapa berharganya setiap tetes keringat kita untuk mencari sesuap nasi (plus segenggam berlian). Kita juga bisa belajar bahwa dari sejumlah penghasilan tersebut ada hak orang lain yang butuh untuk kita tunaikan, baik dalam bentuk infaq, shadaqah ataupun zakat, jika sekiranya penghasilan tersebut telah mencapai nishabnya. Belajar mencari maisyahpun mengajarkan kita tentang arti pentingnya manajemen keuangan dan efisiensi anggaran agar apa yang kita belanjakan bisa sesuai dengan apa yang kita dapatkan dari usaha tersebut.

Artikel ini bukan tentang hikmah-hikmah diatas, tapi mengenai salah satu hikmah lain yang sekarang sedang saya pelajari saat ini, yaitu tentang seberapa mahalnya kepercayaan dan arti dari loyalitas dalam bekerja. Ya, sungguh hanya karena pertolongan Allah lah aku bisa memperoleh pekerjaan freelance yang cukup fleksibel untuk dijalankan bersama kusutnya TA yang baru kembali dijalankan setelah sekian lama vakum (kayak ngeband aja ya… pake acara vakum). Pekerjaan itu alhamdulillah masih berkaitan dengan ‘profesi’ sekunder saya… sebagai seorang blogger yang hobby ngutak-atik wordpress hosting. Seorang bu Dani, seorang alumni desain Interior ITB menawarkan pekerjaan freelance pada temanku kamil yang selanjutnya mengabarkannya kepadaku. Singkat cerita bu Dani cukup sreg denganku dan akhirnya memberikan pekerjaan itu. Kebetulan karena skill dan hobi yang kumiliki tidak jauh-jauh dari dunia desain dan web development, akhirnya aku diberikan pekerjaan yang berkaitan dengan skill tersebut. Tugas pertamaku adalah merancang logo perusahaan dan membuat toko online untuk perusahaan yang baru kumasuki ini.

Well, untuk task pertama tidak ada masalah… karena sebenarnya bukan sekali dua kali saya membuat logo perusahaan/instansi. Setidaknya salah satu logo buatanku secara sukses dan meyakinkan telah digunakan oleh PT. Nusantarindo Agro Energi (Sinergi) perusahaan milik Dwi, sahabatku. Untuk tugas kedua, meskipun aku tidak terlalu asing dengan bidang ini, tugas ini cukup menjadi tantangan tersendiri bagiku. Aku mendapat tugas untuk membuat website dengan budget sekecil mungkin, dengan tampilan seelegan mungkin. Ini berarti aku tidak saja harus mensiasati anggaran untuk akses internet dan mencari hosting serta  domain yang murah tapi kualitas lumayan bagus. Untungnya beberapa saat sebelumnya aku kebetulan ada job sejenis, yaitu menangani website pribadi si Dwi juga mensetup situs untuk Blogger Keadilan Sejahtera (Masih on progress nih). Pilihanku pun segera jatuh pada Dijaminmurah, yang sepengetahuanku saat ini adalah yang memberikan penawaran paling murah diantara perusahaan hosting yang lain. Performance servernya pun cukup baik dan hingga saat ini belum menunjukkan ada masalah.

Hal yang pertama kulakukan adalah membuat konsep sistem dan desain layoutnya, plus tentunya rencana anggarannya. Setelah hitung menghitung, akhirnya jadilah konsep website dengan anggaran yang menurutku super irit itu. Kubilang super irit karena alokasi dana untuk akses internet sudah kupangkas sekecil mungkin karena menggunakan jaringan internet kampus. Tetapi ternyata gak semudah itu untuk meyakinkan bahwa anggaran itu sudah seirit-iritnya yang aku bisa buat. Konsep berwujud semi proposal itupun akhirnya harus dibahas ulang. Untungnya untuk logo perusahaan ternyata beliau cukup appreciate dengan rancangan logo buatanku. Hanya sedikit modifikasi kecil saja dan logoku akan segera digunakan untuk dua badan usaha sekaligus! Untuk CV dan PT yang beliau kelola saat ini.

Bisa jadi sebenarnya inti masalahnya adalah bosku itu belum bisa memberikan kepercayaan penuh berhubung aku sendiri masih baru bergabung. Meskipun dari awal aku sudah meniatkan diri untuk belajar menjadi karyawan (cieh… karyawan) yang baik dan loyal, namun ternyata tidak semudah itu kepercayaan dari bosku datang. Itulah sebenarnya tantangan utama yang harus kuhadapi saat ini. Disatu sisi aku harus berpikir untuk menurunkan budget yang sebenarnya sudah cukup kecil itu dan disisi lain juga harus meyakinkan ke beliau bahwa inilah skema anggaran yang paling ekonomis yang bisa kuberikan.

Hikmah yang bisa kuambil adalah, dalam dunia usaha ~sebenarnya berlaku baik bagi entrepreneur maupun karyawan~ harga sebuah kepercayaan jauh lebih bernilai ketimbang tumpukan modal material, skill yang mumpuni ataupun berbagai fasilitas dan infrastruktur yang telah dimiliki. Kesemuanya tidak ada artinya jika tanpa dibarengi adanya sebuah kepercayaan dari mitra kerja kita. Ini merupakan konsekuensi logis karena kita bekerja tidak hanya dengan mesin, namun juga berinteraksi dan berkomunikasi sebagai bagian dari tim kerja, apalagi ini dalam konteks hubungan karyawan-bos. Dalam hal ini, bagiku pribadi ini artinya aku harus lebih menunjukkan kesungguhan dan loyalitas sebagai bagian dari tim ini. Akupun yakin ini nantinya akan ada manfaat dan hikmahnya untuk kugunakan di GPH. Untuk sekarang, sekian dulu deh… udah maghrib.

Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wa in lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khosiriin…

Bagaimanapun terbatasnya ya Allah… inilah usaha hamba…

In kunta tardhaa… laththif qalbaha yaa muqallibal quluub…

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Dan hidup tetap harus terus berjalan…

Inna ma’al ushri yusro… inna ma’al ushri yusro…
Faidza faraghta, fansab… wa ilaa rabbika farghab…

Jawaban itu segera datang, bersama YM berstatus online. Ah, ini hanya kejadian biasa diantara kisi-kisi hari. Toh kita hanya berusaha menerka-nerka apa yang Ia tuliskan dalam Lauh Mahfudz. Bismillah, saatnya membuka lembar yang baru. Karena hidup tetap harus berjalan. Hari ini, saatnya tersenyum lebih lebar. Melapangkan dada lebih luas. Memancang asa lebih tinggi. Karena hidup tetap harus berjalan.

Ok… next please!

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Tiga lembar…

Di deklarasi calon walikota…
kuterima sepucuk biodata…
Terlihat begitu sederhana…
dengan foto mungil diakhirnya…
hanya tiga lembar saja…
Diatas kertas reuse pula…

Aku bertanya-tanya segera…
Dimana amplopnya?
ternyata tidak ada…
Mungkin terlupa saja…
Kubawa segera si biodata…
tetapi bingung mau kemana…

Kubawa saja segera…
Keruang locker pria…
Agar aman melihatnya…
Pelan-pelan kubuka…
Kucoba melihat isinya…
Alhamdulillah, ternyata dia yang kupinta…

Kembali dag-dig-dug bertanya-tanya…
karena inilah pertama kalinya…
Antara sumringah gembira…
dan cemas menunggu berita…
apa yang ‘kan terjadi selanjutnya…
mungkinkah akan lancar-lancar saja?

[mencoba menghibur diri sendiri. Please Ya Allah... please!]

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Ini Langkahku… (Versi Plesetan)

Ini langkahku… Nggak ragu-ragu
Walaupun ortu… belum setuju
Ini langkahku… terus melaju
Walau kontrakan… masih nunggak melulu

Walau saingan dikanan kiriku
Tapi kuingat dia masih dijaga ortu
Siapa cepat datang lebih dulu
Berhak meminang kalau si akhwat setuju

Ini langkahku… gak mau tau
Meski maisyah… tidak menentu
Ini langkahku… terus melaju
Walau kontrakan… masih nunggak melulu

Pastikan langkahmu wahai ikhwan
Dengan biodata sebagai tawaran
Kalo ditolak jangan pundungan
Karena akhwat… masih ribuan

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

100 mg viagra price cialis, viagra, tramdol 100mg pills price viagra 3 buy generic viagra online 4.24 buy viagra 4.40 buy online viagra 424 buy viagra 4images buy powered viagra 50 mg viagra retail price 50mg viagra retail price 8080 buy cialis viagra a q name buy viagra about viagra buy viagra on line about viagra buy viagra uk ad drug goog kw price viagra average viagra price best buy buying online viagra viagra best buy deal online viagra viagra best buy for viagra best buy meridia phentermine propecia viagra best buy on line viagra best buy online price viagra viagra best buy online sale viagra viagra best buy viagra best buy viagra uk best buy viagra viagra best generic price viagra best generic viagra prices best online price viagra best pharmacy viagra price best pill price viagra best place to buy viagra best place to buy viagra canada best place to buy viagra online best price 100mg viagra and overnight best price for generic viagra best price for sildenafil generic viagra

Comments off

Cintailah Kematian, Maka Kau Temukan Kehidupan

Lagi seneng mengingat ajal. Momen-momen kepanitiaan daurah jadi pelarianku untuk dzikrul maut itu. Dengan ingat maut setidaknya pas mau berangkat jadi ingat untuk meluruskan niat yang mungkin tadinya bengkok. Meskipun secara manusiawi ada rasa takut juga memikirkan bagaimana nyawa ini akan dijemput, tapi diri ini berusaha untuk pasrah dan ridha jika saja ternyata ditengah pemberangkatan ternyata sudah tiba saatnya. Bahkan pengen rasanya menempatkan kematian sebagai sebuah moment yang paling ditunggu-tunggu sepanjang kehidupan yang terasa semakin singkat ini.

Ah… memang begitu singkat. Nggak kerasa beberapa puluh hari lagi akan genap seperempat abad usiaku. Seorang Rasulullah SAW menggenapkan diennya pada usia itu. Beberapa panglima di era gemilang kejayaan islam bahkan telah melakukan beberapa kali penaklukan wilayah pada usia tersebut. Aku… sekedar menyelesaikan TA ku pun masih kebingungan. Menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter, rasanya diri ini masih butuh lebih banyak belajar.

Mengenai usia singkat ini, di DMM dan training sejenisnya aku menemukan sebuah telaga perenungan. Telaga dimana aku bisa berhenti sejenak memikirkan betapa bodohnya aku melewati hari-hari lalu. Betapa childish-nya sikapku yang kerap kali reaktif dan begitu emosional dalam menghadapi sesuatu. Begitu sulitnya lidah ini untuk dikontrol, sehingga kerap kali bermulut besar atau menyakiti hati saudara-saudaraku yang lain. Ah… andainya waktu-waktu tersebut dapat kuulang.

Sesungguhnya ada hikmah dibalik kemustahilan repetisi waktu. Manusia harus belajar menjadi figur yang lebih pintar dari keledai! Mereka tidak boleh jatuh kelubang yang sama dua kali. Setiap momen kehidupan adalah kesempatan kita untuk belajar menjadi lebih baik dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan sebelumnya. Begitupun aku, aku berharap bahwa segala kebodohanku dimasa lalu menjadi tempaan yang membuat diri ini semakin dewasa dan bertanggungjawab. Menjadi figur yang bermanfaat bagi umat. Dan dalam momen daurah kali ini… sebuah langkah baru telah menantiku.

Dalam heningnya malam di lapangan terbuka itu… jawaban itu akhirnya datang. Disaat-saat dimana aku merindukan maut, tantangan baru kehidupan justru datang menjemput. Diakhir-akhir sepertiga malam itu, Murabbiku mengabarkan via SMS sebuah kabar gembira. Beliau menantangku untuk memasuki tahapan kehidupan baru itu dalam tiga bulan kedepan. Ada tanda-tanda positif dari balik hijab itu.

Memang, diri ini butuh banyak belajar. Belajar berhusnudzan terhadap ketentuan dari-Nya yang memiliki setiap inci dari Alam Semesta ini. Mungkin inilah hikmah yang ia selipkan dalam proses yang tertunda-tunda ini. Ia ingin bahwa hambanya ini menjadi seorang ikhwan yang kuat, sadar dan mau belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalunya. Ia ingin bahwa hambanya menjadi orang yang ridha akan apapun keputusan yang Ia tetapkan. Ia ingin hambanya untuk meninggalkan semua borok-borok kesombongan, kecintaan dan posesivitas terhadap hal-hal yang sesungguhnya tidak pernah ia miliki, karena hanya milik-Nya lah segala sesuatu di langit dan di bumi.

Di sepertiga akhir malam itu… aku belajar sedikit tentang arti hidupku

Di sepertiga akhir malam itu… kutemukan Kehidupan di balik Cinta akan Kematian

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Aku lebih cinta matiiiii… daripada kamu!!

“Aku cinta matiiiii… daripada kamu!!” by Admiring Pelangi

[Serius... ini fiksi lho, cuma sekedar cerpen iseng nan spontan]

“Say, aku cinta kamu!”

Akhwat yang diajak ngomong itu bengong. Jangankan tersentuh, kebayangpun nggak dengan apa yang barusan dicelotehkan si Cowok sableng itu.

“Ah… masa’ sih? Serius?” sahut si akhwat kesal.

“Seriuuuussss deh, aku cintaaaaaa banget sama kamu!” jawab si cowok dengan tampang memelas.

“Hmmm… kamu berani ngelamar aku hari ini juga?”

Si cowok diam, sekarang giliran dia yang bengong ditodong seperti itu.

Ngh… aku mau kok nikahin kamu, tapi… masak iya secepat itu?”, tanyanya ragu.

“Lho, emangnya kenapa?” tanya akhwat itu menantang.

“Ngh… ya… kita kan belom terlalu mengenal.” jawab si cowok sambil garuk-garuk kayak beruk diatas pohon kapuk.

“Lhah… nah, itu dia! Kok bisa kamu ngomong cintrong?”, introgasi si Akhwat berubah jadi segalak polwan baru lulus Sepolwan Pasar Jumat.

“Menurut aku kamu baek, pinter, solehah, bla bla bla…” jawabnya sambil terus mengabsen sifat si akhwat yang ada dalam bayangannya.

“Nah… nah… nah…” potong si Akhwat, “katanya nggak kenal aku. Tapi kok… kayaknya malah kamu yang lebih kenal diriku dibanding diriku sendiri?”.

Si cowok mati kutu… persis kayak kutu dipites pake kuku. Dia terdiam salting sambil sesekali menggaruk kepalanya yang nggak gatal sama sekali.

“Yo wis lah… gini deh, kalo emang kamu cinta sama aku, aku mau kamu ngaji! Mentoring sana… baru bilang cinta sama aku.”

Dengan garukan yang semakin keras, si cowok nggak berkata apa-apa. Cuma manggut-manggut walaupun bingung. Seumur-umur, dia ngaji cuman waktu SD, semasa masih ikut TPA. Itupun kabur-kaburan, berhubung harus mengejar jadwal rutin ‘penting’ seperti Satria Baja Hitam RX dan Saint Seiya yang dijamin mendidik anak-anak indonesia jadi superhero yang siap menyelamatkan profit perusahaan multi nasional dan diberdayakan jadi buruh elit di perusahaan asing.

Si cowok dengan langkah gontai berbalik meninggalkan medan pertempuran. Tapi… tiba-tiba langkahnya terhenti. Kayaknya masih ada yang mengganjal pikirannya yang sehari-hari gak pernah jauh dari analisis seputar pertandingan Serie A atau strategi memenangkan PES, WE, CM dan berbagai game lainnya. Dan iapun belum menyerah…

“Tapi… aku serius loh, Ful…” *berhubung sebenernya nama karakter nggak penting di cerita ini, kita kasih nama aja si Akhwat ini dengan Fulanah*

“Serius apa?” potong si Akhwat dengan nada lembut tapi nyelekit, menusuk dalam-dalam hati cowok yang kurang baik dan tidak rajin menabung itu.

“Ak… Aku…” katanya ragu, “Aku cinta kamu karena Allah lho!!” lanjutnya berusaha memberanikan diri. kata-kata itu terlintas begitu aja ketika dia ingat dengan sebuah artikel di blog saat disuruh membuat makalah kuliah Agama dan Etika Islam. Sejujur-jujurnya, Ia nggak tau pasti arti dari kata-kata itu secara persis.

*Gedubrak* Si Akhwat bingung antara harus geli dengan kata-kata itu atau pengen nonjok si pahlawan cinta monyet yang ia sendiri lupa kenal dimana. Pengen rasanya jurus pamungkas taekwondonya Ia keluarkan. Tapi tiba-tiba bidadari virtual nan cantik di sebelah kanannya berkata lembut, “sabar atuh ukhti… kesempatan nih, ayo dingajiin! Target potensial nih…”. Ia pun menarik nafas puaaaaannjjjjang, lalu…

“Huh… Iya deh… terserah kamu. Aku juga cinta kamu karena Allah…”

Betapa berbunga-bunganya si Cowok sableng itu mendengar kata ‘cinta’ yang ditujukan padanya.

“Tapi…” lanjut si Akhwat membuyarkan proyek kebon bunga yang baru saja menggusur lapangan bola di hati si Ikhwan, “pokoknya gak mau tau, aku pengen kamu mentoring dulu… Titik!!” lanjutnya sambil segera ngeloyor pergi dengan perasaan yang sudah mumet dengan serbuan mendadak si cowok di musim Ujian Akhir Semester kayak sekarang ini.

“Eh… eh…” sahut si Cowok kebingungan kayak pejabat korup ketangkep basah KPK.

“Seriuuuuuusss… Ful! Aku cinta mati sama kamu!” teriaknya pada si Akhwat yang semakin jauh.

Si Akhwat menoleh sebentar,

“Tapi aku lebih cinta mati daripada kamuuuu!!!” balasnya yang disambut dengan sunyi, bersamaan dengan semakin mematungnya si Ikhwan.

***

Sembilan bulan lebih sembilan hari kemudian…

Seorang ikhwan masuk kedalam mesjid bersama rombongan keluarganya dengan muka cengengesan yang nggak bisa ditahan. Dia menyapa beberapa temannya. Mereka adalah teman satu kelompok mentoringnya. Gerombolan anak nongkrong, yang sama-sama berusaha belajar tentang Tuhan dan Agamanya.

Begitu matanya melirik sedikit pada bidadari bergaun putih yang sudah sejak tadi nangkring di barisan Akhwat yang tersekat hijab, tiba-tiba dadanya kembang kempis. Terasa panas dingin bulu kuduknya melihat bidadari yang dalam hatinya yang paling dalam ia harapkan jadi pendampingnya di surga kelak. Si bidadari tertunduk saja, sama dag-dig-dugnya dengan calon presiden RRT (Republik Rumah Tangga) itu. Singkat cerita, prosesi akad berjalan lancar dan sukses walaupun sempat diwarnai kericuhan karena si Ikhwan saking gugupnya lupa dengan nama calon istrinya itu dan malah mengabsen mantan-mantan pacarnya semasa masih berandalan dulu. Setelah prosesi, kedua mempelai segera diboyong ke tahta mereka sebagai sepasang manusia paling bahagia di hari itu.

“Ful… ful…”

Di tengah langkah gemulai bak pameran busana pengantin, si Ikhwan tiba-tiba memanggil perempuan yang menggandengnya itu dengan setengah berbisik.

“Apa kang?” jawab si Akhwat malu-malu.

“A… aku cinta mati sama…”

“Ssst…” belum sempat melanjutkan, si Akhwat memberi isyarat kepada pangerannya itu untuk tidak melanjutkan.

“Aku lebih cinta mati daripada kamu.” lanjutnya dengan senyuman.

Si ikhwan termenung sebentar, lalu dengan senyum sumringah dia menanggapinya…

“Aku juga lebih cinta mati daripada kamu…” ucapnya berbisik, “Aku ingin mencintai mati, sama sepertimu.” lanjutnya dengan nada bersungguh-sungguh.

Bidadari itu menjawabnya dengan senyum. Senyum penuh arti yang diiringi lantunan doa yang sejak bertahun-tahun lalu begitu akrab dengan lisannya.

Allahumma… Innaka ta’lam anna hadzihil quluub
qad ijtamaat alaa mahabbatik… wal taqqat ala Thaa’atik…
wa Tawahhadat ala nashrati syari’atik…
fa watstsiqillahumma rabithatahaa…
wa adimmuddahaa… wahdiha subulahaa…
wamla’haa bi nuurikalladzi laa yakhbuu…
Wasyrah suduurahaa bi faidzil iimaanubik…
wa jamiilit tawakkuli alaik…
wa ahyihaa bi ma’rifatik…
wa amithaa ala syahaadati fii sabiilik…
wa amithaa ala syahaadati fii sabiilik…
wa amithaa ala syahaadati fii sabiilik…
innaka ni’mal maulaa… wa ni’mannashiir…

Dan ucapan pangerannya tadi menjadi hadiah paling romantis baginya di hari paling istimewa sepanjang hidupnya itu.

*** tamat ***

Ardee’est Things in My Life
[Menjelang maghrib, Ganesha, 29 Mei 2008]
Yaa Allah berikan murabbiyah terbaik bagi anak-anakku

If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Comments off

Argonya terus berjalan…

Argonya terus berjalan… [Markaz, 19 Mar 2008; “Mau pundung… tapi pundung kesiapa…”] Aku ingin begini… aku ingin begitu… ingin ini… ingin itu… banyak sekali… semua… semua… semua… dapat di kabulkan… dapat di kabulkan dengan kantong ajaib… aku ingin terbang bebas diangkasa… La… la… la… aku sayang sekali… doraemon… It’s been along time when I first watch that serial anime. Yeah, doraemon is one of [...]

Comments off

The final decision is…

The final decision is… [Markaz, 24 Feb 2008; “Biarkan sore ini gerimis… Tak berarti hatiku gerimis…”]   [24-02-08; 16:25; “Leaving on The Jetplane” ON] Dua minggu kebelakang aku kembali berdiskusi dengan ibuku tentang masa depan. Kupikir persetujuan itu ternyata memang merupakan sebuah keputusan berat yang sulit untuk diungkapkan. Saat aku pertama kali menanyakan ketegasan sikap beliau pertama kali dalam [...]

Comments off

Yaa Allah… berikan aku istri seorang blogger!!

Gak ada hubungannya dengan tarbiyatul aulad, tapi tiba-tiba kepikiran lagi dengan renungan semalam. Iya sih… sepertinya jalur biodata memang hampir pasti jadi suatu keniscayaan melihat semakin membludaknya jumlah biodata di seberang hijab. Oke lah… kita lapangkan saja kriterianya… tapi butuh juga menambah jumlah preferensi yang dimasukkan, mungkin satu atau dua saja sudah cukup… toh kriteria yang [...]

Comments off

Berikan Aku Jalan yang Sulit…

Berikan Aku Jalan yang Sulit… [Markaz, 16  Feb 2008; “Ayo kertas, terbanglah… jangan nangkring disini aja!”]   Terngiang-ngiang pertemuan tadi siang dengan ‘babe’. Aku sih amat berharap aku bisa cukup legowo dengan apapun kebijakan beliau. Tapi… kenapa ya, hingga sore ini kurenungkan kembali percakapan tadi justru semakin banyak pertanyaan yang muncul. Kenapa tiba-tiba otakku terasa meletup-letup dan aku [...]

Comments off

Murabbiyah pertamaku…

Murabbiyah pertamaku… [Markaz, 4 Feb 2008; “Rabighfirlii wa liwaalidayya….”] Membuka kembali memori lama bertahun-tahun lalu. Banyak hal yang dulu tak kupahami, kini begitu jelas argumen dan alasannya, mengapa hal-hal itu terjadi. Ya… bertahun-tahun lalu, saat warna-warna indah masa kanak-kanak belum juga habis kureguk. Saat itu… dipangkuan ibuku. Ibu… bertahun-tahun lalu, aku menangis melihatmu. Tiba-tiba saja semua seperti berubah [...]

Comments off

Oh… begini ya…

Oh… begini ya… [Markaz, 1-4  Feb 2008; “Tinggal 2 bulan, aku belum ber-KTP Bandung…”]  Anak-anak Pentagon Waduh… kalo tiga hari di rumah sakit waktu itu sudah membongkar banyak hal tentang kami bertiga (ihsan-dwi-aku), gimana dengan anak-anak Pentagon? Dari rahasia hati sampe nama MR pun bisa bocor dengan mudah disana, untung aku nggak jadi masuk ke sana dulu. [kamis, 31 [...]

Comments off

Itsar vs Istibaq fil Khair

Itsar vs Istibaq fil Khair [Markaz, 28 jan 2008; “For U it’s a problem, for Me it’s a matter…”]   Beberapa waktu lalu aku berbeda pendapat dengan seorang teman dalam memandang urusan ‘N’. Aku cenderung melihat hal itu lebih banyak dari sudut pandang ukhuwah (Itsar) ketimbang suatu proses istibaaq fil khair (kompetisi dalam kebaikan). Kedua sudut pandang ini [...]

Comments off

Gak tau mau nulis apa…

Aku cuma berharap apapun yang Allah putuskan adalah yang terbaik. Apapun itu… Nyaris 4 tahun lalu, untuk pertama kalinya aku melihatnya. Biasa saja… datar… bukan suatu moment spesial bagiku waktu itu… Diklat Taplok OSKM 2004, aku sekelompok dengannya. Aku kerap kali melihatnya menunduk saat berbicara dengan lawan jenis… Dan hari ini, bertahun-tahun setelah itu aku tersenyum… memang tidak [...]

Comments off

1 rumah di surga

1 rumah di surga Bocor… bocor… Sudah nggak ada lagi rahasia yang nggak kebongkar malam tadi. Udah nggak ada muka lagi deh aku didepan ihsan dan dwi, begitu juga sebaliknya. All secret has been revealed. Sekali lagi, topiknya nggak jauh dari huruf ‘N’ besar. Aku sebenarnya agak nyesel juga sih karena seakan-akan 3 hari dirumah sakit topik bahasan [...]

Comments off

combined phentermine sibutramine taking viagra after the expiration date paxil cr 25 viagra for women overdose is ambien safe during pregnancy diazepam 2 day shipping viagra chemical formulation pravachol attorney cialis comparison diflucan viagra paxil and alchohol no2 like viagra 1992 soma cyclone truck effectiveness propecia phentermine sources effexor and cholesterol can premarin make you lose weight alcohol treatment centers hoffman estates il aciphex hydrocodone is tylenol an anti inflamation drug re ambien worsening anxiety depression central viagra plavix flomax psa test what are the affect of valiums flomax ativan viagra over night shipping taking nardil and valium marijuana lowers sperm count diazepam vs clonazepam forum will an addict abuse lexapro central america outdoor marijuana grows 180 37.5 phentermine ambien zlp 10 compare levitra cialis versus viagra marijuana trials 1936 soma codes diazepam diazepan finding thc on marijuana leaves uk viagra sales in the facts about alcohol at family guide phentermine and alcholo phentermine tablets no script prevacid 30mg taking zoloft with serzone pcp box telephone compare cymbalta to prozac tramadol effects yasmin bratz dolls getting of effexor ambien vs sonata 5 generic sildenafil citrate overnight viagra imitation taking prozac with wellbutrin phentermine menstrual cycle overnight delivery of phentermine cr paxil paxil phentermine super rx discount can cialis be taken with vasotec intravenous sildenafil cialis and headache where can i get propecia effect of the drug tramadol phentermine alternative medicine diazepam effects side 13 generic ambien singulair allergy xanax oxycontin seizure discount phentermine discount phentermine ambien cr take with maoi cialis daily robert francis kennedy jr ambien continuing medil edution lifornia viagra generic effexor before and after picutures methamphetamine addicts tramadol 26 addiction danger effects phentermine side fake viagra websites diflucan cod tramadol drug guide celebrex advertising agency dhea hydrochlorothiazide interaction celebrex and prednisone bonaire marijuana methamphetamine laws in las vegas nevada phentermine hydrochloride ship to missouri paxil cr product effexor 225 mg premium generic viagra canadian paxil pharmacy diazepam manufacturer27s actavis phentermine hydrochloride phentermine hcl capsules alcohol brain effects long term depakote en er espanol phentermine tenuate ambien cause numbness welcome to candida diflucan directory lowest propecia 1 mg cod phentermine informative phentermine details offshore pharmacy phentermine yellow phentermine 37.5mg picture pass klonopin urine test dyspepsia as a result of effexor taking pain medication with diovan fosamax drug reactions generic viagra levitra and tadalafil yasmin metrogel acyclovir vaniqa valium 5 mg dog tranquilizer diazepam dosage phentermine without perscript taking half of a cialis diazepam prescribing inforomation co2 for marijuana viagra purchase uk drug and alcohol testing kits acid alcohol derivative ritalin cocaine estradiol and cialis finasteride tramadol and addictive alcohol detox with valium ambien hungover mornings cymbalta adderall wellbutrin prozac ocd iv penicillin 24 hour bag effexor trazodone drug interaction of xanax and valium cialis clinical trials darvocet and wellbutrin hiden dangers of marijuana abortion with valium penegra generic viagra silagra cumwithuscom valium replacement with xanax fosamax with tylenol rx giant cialis sertraline hcl weight loss medical marijuana dispensary locations diflucan large doses phentermine boards zenegra indian sildenafil atenolol 50mg nicotine molecules hydrocodone and itching patanol cialis nexium cialis how to avoid backache green white phentermine capsules xanax dosage with alcohol safe purchase zovirax ointment over the counter viagra womans what doses does morphine come in hyzaar about tramadol bipolar diflucan ranitidine cialis genuinerx net viagra viagra sleep aids lunesta and ambien joint pain and zocor r20 cialis dose of diflucan tramadol urine detection time meridia verses phentermine vicodin es cocaine same on test tramadol patient experiences seizure control without valium effexor baby acet tramadol effects phentermine serious side diazepam overdose paxil class actions acute alcohol consumption zyban wellbutrin side effects effexor medication xr rx viagra lexington which cat ate prozac effexor xr info hydrocodone usage photographic image of viagra marijuana federal law xanax us licensed canadian pharmacies effexor guidelines for use of phentermine actos phentermine foradil phentermine evista paxil antidepressant or antianxiety ambien withdraw help tramadol hcl er alcohol testing product please help can't loose prozac weight hearing prednisone treatment worse tramadol serotonin dopamine phentermine 37.5 fedex potatoes not prozac hardcover lamisil cialis fda ambien what is tramadol apap demora viagra drug new replace viagra adipex pay by e check low cost phentermine taking amitriptyline effexor diazepam for cats hgh phentermine quit smoking xenical nebulizer for smoking marijuana phentermine phentermine abuse cipro concentration dependant taking zoloft and a drug test diazepam 5mg tab mylam tadalafil patent information cialis ad cuba goodins kidney transplant viagra diazepam at allexperts zoloft 25 mg therapeutic dosage bariatric facility whom will prescribe phentermine medications that interfere with synthroid ambien sleep walk phentermine web pages side effects of tramadol in canines tramadol inflamation diflucan mylan drug interactions fluoxetine synthesis of prozac what color do xanax come in valium dosage for cats diflucan rx normal dosage of prozac 99.00 phentermine overnight delivery marijuana rls symptoms viagra generic uk does mircette make you gain weight plants deriving diazepam coreg metoprolol alergic reaction cr from paxil soma mega life health insurance get phentermine now human viagra woman paxil cr support groups failure of cialis to work cialis new zealand paxil antidepressants pharm phentermine paxil cr and zantac phentermine hydrochloride a 167 pot and tramadol gp prescribed cialis soma medication herpes morphine heartburn edinburgh viagra find pages sites search ciallis vs viagra diazepam autoinjector coma ambien tramadol dosage in canines coming off effexor weight ultram prozac seizure new allergy medication advair viagra overcounter cocaine makes me sleepy advair 250 50 mcg cost fruit in alcohol ecstasy what happens topamax wellbutrin easy adderall compare phentermine phentrazine compare viagra alternative compared find a vioxx lawyer ambien lunesta or sonata viagra program carisoprodol phentermine y ellow phentermine caps 30 mg coffee prozac cigarette fine give ambien without prescripti abut diazepam information fosamax info phentermine doctor on staff diazepam for acute back spasm paxil cr weaning to another drug ssri comparison paxil zoloft prozac ambien sleepwalking 2005 can you snort phentermine claritin health alternative one pound marijuana plant viagra birthday cards does propecia work phentermine and prozac mixed 2mg diazepam u 17590 cialis marijuana rap songs pain meds and viagra take ambien and metoprolol together diflucan effectiveness effects phentermine side official store making purple haze marijuana buds effexor for fibromyalgia xanax valium overnight diazepam recommended dosage skin reaction fosamax 5 indian sildenafil soft tab tadalafil zoloft vs saint johns wart mushrooms psilocybin physical dependence atenolol and cold decongestents pregnant moms and prozac paxil alcohol effects viagra on the internet phentermine information use effects effexor drug interactions with viagra oysters viagra sleep driving on ambien ambien risks depression prozac zoloft myths facts phentermine 37 5 facts diovan and diabetes valium withdrawal compared to marijuana withdrawal cialis multiple orgasms is viagra safe for dogs elderly ambien generic drug for detrol sildenafil uses celebrex lung effexor hypertension effexor prozac info about soma depo medrol allergy diazepam pediatric 10mg 3.54 valium ambien with halcion hgh-saizen allegra perscription drug stores flonase diet phentermine venetian las vegas substitute viagra valium no prescrition budweiser extra alcohol viagra modify discount contraindication of tramadol and elavil celebrex and elavil can viagra delay ejaculation valium 2 what happens if you sniff ambien ambien klonopin ranitidine chewable tablets for children diazepam abuse and seniors paxil class action settlement reaction drug diflucan wellbutrin and prozac combo effexor withdraws generic zyr