Merdeka dengan Buku!
Permalink Comments off
Permalink Comments off
Saya membaca posting ini dan coba memberikan sedikit opini saya tentang pilwakot Bandung.
Menurut saya kita gak kalah…
Masih terlalu banyak hikmah yg bs diambil dari pilwakot ini…
Kang Haru pernah bilang (pendekatan konteks), sebenarnya gak ada istilah ‘kita menyelamatkan bandung’ yang ada adalah ‘warga bandung menyelamatkan diri mereka sendiri’. Kalau ternyata ‘yang itu-itu lagi’ yang menang, berarti warga bandung belum siap menyelamatkan kota mereka, atau persepsi mereka tentang ‘kota bandung yang terselamatkan’ masih berbeda dengan persepsi kita.
Pas jaga jadi saksi di TPS kemarin, saya ngobrol sama seorang ketua RT. Beliau curhat, “seandainya ini (PKS) berkoalisi dengan itu (beliau menunjuk PAN), saya yakin mereka juaranya.”. Pembicaraan itu saya endapkan dipikiran saya hingga beberapa jam kemudian dan kemudian saya teringat bahwa apapun hasil (fisik) pilkada ini, yang kita usung adalah hasil dari sebuah musyawarah dan keberkahan proses syurolah (serta ridho Allah) yang kita kejar.
Dan hikmah yang bisa saya ambil adalah, Allah memberikan hadiah yang lebih besar buat jama’ah ini. Mungkin, jika memang kita berkoalisi dengan partai lain kemenangan itu bisa kita raih. Tetapi bisa jadi muncul ganjalan-ganjalan didalam internal ikhwah yang tidak sepakat dengan koalisi tersebut. Sekarang, memang kita tidak ‘memperoleh suara terbanyak’, tapi Alhamdulillah, Allah menjaga soliditas ikhwah di Bandung. Dengan segala bentuk aktivitas kita selama musim kampanye kemarin (DS, atributisasi dll), insyaAllah, Allah telah memberikan tadrib amal dan telah melengkapi perbekalan kita untuk menyongsong pemilu 2009. Amin…
Permalink Comments off
FORUM MAHASISWA CINTA BANDUNG DUKUNG DADA
Forum Mahasiswa Cinta Bandung Dukung Dada
BANDUNG, DRMC
Sebanyak 140 aktivis kampus dari 20 perguruan tinggi di Bandung yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Cinta Bandung (FMCB), Senin (28/7) melakukan aksi sosial dengan memberi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.
Kegiatan ini murni dilakukan mereka sekaligus membantu ikut kampanye untuk pasangan calon wali kota/wakil wali kota H.Dada Rosada/Ayi Vivananda. Sambil melayani masyarakat, mereka membagi-bagikan pamflet dan selebaran yang isinya menyosialisasikan pasangan Dada/Ayi.
Kegiatan awalnya dari kawasan Andir, selanjutnya massa bergerak hingga ke beberapa daerah. Di Jln. Merdeka Bandung, mereka melakukan aksi simpatik dengan membagi-bagikan selebaran kepada setiap pengguna jalan dan para pengendaraan kendaraan bermotor.
“Ini murni dari kami, karena kami menganggap Pak Dada masih cocok dan masih yang terbaik untuk memimpin Kota Bandung lima tahun mendatang,“ ujar Yudi koordinator aksi sosial.
Saya dan beberapa kawan ketawa saja dengan tulisan ini dan beberapa spanduk yang terpasang di sudut-sudut jalan bandung dengan mengatasnamakan “Forum Mahasiswa Cinta Bandung”. Langsung terlintas sebuah pertanyaan di benak saya, “Masak iya, sekarang ada mahasiswa yang bisa dibeli sama DADA ROSADA?”. Gak masuk sedikitpun dalam logika saya jika ada mahasiswa yang sekubu dengan si Incumbent ini, karena jelas sikap politik mahasiswa akan berbeda dengan sistem nilai materialis dan penuh kepentingan sesaat tim sukses Dada. Mustahil ada mahasiswa yang masuk ke kubu Dada kalau tidak ada apa-apanya.
Saya mendengar kabar yang lebih nyeleneh lagi. Pak Haru Suandaru mendapat SMS teror dari pihak-yang-tidak-perlu-disebutkan-namanya, yang protes dengan banyaknya aksi mahasiswa menyerang kubu dada, terutama seputar makin menguatnya dugaan korupsi yang dilakukan sang Incumbent ini, salah satunya terkait kasus punclut. Seminggu terakhir ini memang ada beberapa kali aksi mahasiswa yang membawa tuntutan hukum agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan korupsi dan kolusi (berdasarkan laporan intelejen kejaksaan seputar kasus punclut yang bocor ke publik beberapa waktu lalu) yang dilakukan Dada Rosada selama menjabat.
Hal yang paling lucu adalah munculnya statement dari pihak penteror, “Ah lagu lama menurunkan mahasiswa kejalan! Ngapain ‘ngirim’ mahasiswa ke kejagung dan kajati segala?”. Hal ini lucu karena pihak yang diteror sendiri tidak tahu menahu secara persis soal seluk beluk geraknya kubu mahasiswa ini. Opini saya pribadi, menurut saya wajar-wajar saja jika TRENDI lebih mendapat dukungan dari kalangan gerakan mahasiswa. Orientasi dan logika mereka match kok satu sama lain. Lagipula mungkin baru fair untuk dikritisi jika para mahasiswa itu tidak membawa argumen dan bukti yang kuat terhadap tuduhan yang mereka alamatkan pada Dada Rosada tersebut. Lha… masalahnya mereka kan membawa argumen dan bukti yang kuat, lagipula mereka bergerak berdasarkan logika dan rasionalitas mereka sendiri. Lalu apa salahnya jika kemudian seakan-akan arus gerakan mereka sejalan dengan apa yang di usung TRENDI?
Justru yang dipertanyakan adalah aksi klaim terhadap dukungan mahasiswa dari kubu Dada Rosada sendiri. Gaya-gaya propaganda yang digunakan tim sukses Dada Rosada (’buntut’nya gak usah disebut lah ya… hanya penjilat yang berhasil mengambil hati Megawati, padahal tidak mengakar di PDIP sendiri) mengingatkan kita dengan spanduk-spanduk dukungan PLTSa yang sempat marak memenuhi Bandung beberapa bulan lalu. Gaya yang mirip itu mengindikasikan bahwa propaganda tersebut ditangani oleh tim media yang sama. Yang butuh dicermati lebih teliti lagi, spanduk PLTSa yang dulu sering kita lihat itu mengatasnamakan warga dari lokasi pemasangan spanduk tersebut. Lucunya, desain spanduknya sama persis dari berbagai lokasi tersebut, hanya berbeda di bagian nama pihak warga yang diklaim.
Nah… sekarang, yang menjadi pertanyaan “beneran gak, ada mahasiswa yang mendukung Dada Rosada? Atau hanya sekedar klaim sepihak saja? Saya dan beberapa kawan jadi tergelitik untuk menantang ‘para mahasiswa’ yang bergabung dengan ‘Forum Mahasiswa Cinta Bandung’ itu. Seperti apa sih tampang mereka? Bisa nggak mereka mempertanggungjawabkan ‘dukungan’ mereka tersebut? Atau mungkin lebih tepatnya, BISA NGGAK TIM SUKSES DADA MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KLAIM SEPIHAK YANG MEREKA LAKUKAN? Jadi sekarang siapa yang menyenandungkan ‘lagu lama’ itu?
If you see my blog content is valuable, please consider to treat mePermalink Comments off
Permalink Comments off
Permalink Comments off
Permalink Comments off
Seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (30/6), Bupati Tangerang ISmet Iskandar mengancam wartawan ketika mewawancarainya. Seperti saya kutip dari Media Indonesia (2/1), Ismet mengancam wartawan seputar Indonesia Denny Irawan ketika menanyakan dana Rp. 9 miliar yang dipinjam Bupati ke PDAM TIrta Kerta Raharja (TKR). Namun, Ismet malah melontarkan kata-kata,”Gua gampar luh!” seraya menunjuk [...]
Permalink Comments off
[poll id="3"]
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Beberapa hari ini saya berpikir cukup dalam tentang satu topik “Perlukah kader/simpatisan PKS yang hobi ngeblog untuk disatukan dalam sebuah wadah silaturahmi?”. Pertanyaan ini muncul seiring semakin banyaknya jumlah ikhwah yang saya kenal sepanjang petualangan saya didunia blogging. Saya berpikir kemudian alangkah kerennya jika blogger-blogger yang secara personal sudah punya mainset tentang dakwah bisa disatukan geraknya. Salah satu harapan besarnya adalah mereka dapat lebih bersinergi dalam memanfaatkan media blog sebagai salah satu sayap dakwah yang dimilikinya. Harapan lainnya para blogger ini bisa berbuat lebih, tidak saja memberi manfaat melalui tulisan-tulisannya, tetapi juga melalui aksi dan kontribusi ril di dunia nyata.
Saya membayangkan banyak hal yang bisa dilakukan dengan adanya wadah silaturahmi tersebut. Dengan adanya wadah silaturahmi, akan lebih mudah untuk mengorganisir kopi darat, pembuatan aggregator, pembuatan mailinglist dll. Selain itu penggalangan kontribusi kongkrit bagi masyarakat bisa dilakukan seperti pembuatan tutorial blog gratis, event ramadhan, acara baksos atau bebersih (keinget sama batagor.net soalnya) lingkungan. Salah satu hal keren lainnya yang bisa dilakukan adalah penerbitan buku karya bersama para anggota komunitas tersebut. Mungkin bisa jadi dengan adanya komunitas tersebut nantinya akan lahir kumpulan cerpen, antologi puisi, kumpulan kisah hikmah, atau kompilasi opini politik dari para blogger yang berafiliasi pada partai yang mengusung visi dakwah dalam gerakannya ini.
Paparan singkat diatas baru hanya sekedar cetusan gagasan pribadi semata. Semoga menjadi pembuka wacana untuk terbentuknya suatu wadah bagi para punggawa dakwah cyber tarbiyah di indonesia.
If you see my blog content is valuable, please consider to treat mePermalink Comments off
Permalink Comments off