[Theme Development] Oh… ‘Surga Biru v 1.0′-ku
Ahamdulillah… niatnya cuma sekedar iseng ngutak-ngatik theme modifikasi yang pernah di buat sebelumnya, yaitu si ‘Monochrome Typo’ di server lokal, tapi ketagihan sendiri. Dalam 6-8 jam, sejak tadi subuh sampe siang udah 4 theme yang berhasil di’lalap’ (ternyata tanpa sambel dan nasi aja udah enak hehehe). Memang cuman satu theme yang betul-betul berubah wujud sepenuhnya, sisanya cuma sekedar perubahan ‘kecil’. Theme yang secara tampilan sangat-sangat berubah dari theme acuannya saya kasih nama ‘SURGA BIRU’ dan sekarang bisa temen-temen liat dalam tampilan blog saya ini.
Theme yang campur-aduk perpaduan antara biru langit, kelabu, hitam, putih, oranye ini akhirnya jadi juga. Dengan hati yang hati dag-dig-dug gak jelas, theme ini saya namakan saja theme tersebut dengan ’surga biru’ suatu perwujudan harapan saya tentang masa depan. Masa depan yang cerah bagai birunya langit… (Maaak… kenapa aku jadi puitis begini?). Jadi bisa dikatakan theme ini adalah manivestasi dari suatu optimisme akan masa depan, walaupun warnanya agak suram… hehehe… kurang nyeni sih. Ceritanya mah didedikasikan untuk sesosok makhluk gitu deh… (penampakan kali).
Halah, gak jelas! Ayo kita fokuskan lagi ke masalah Theme development. Ada satu poin yang aku pelajari selama sesi ngoprek script tadi pagi, yaitu seluk-beluk berurusan dengan ‘yang berwajib’ memperindah (ato bisa juga sebaliknya, memperuwet) tampilan blog kita dengan berbagai macem aksesoris seperti shout box, blogroll, hit counter, banner-banner dll. Yup… betul sekali sodara-sodara, saya belajar secara otodidak tentang cara kerja sidebar dan widget didalam sebuah theme wordpress. Disinilah saya bertemu langsung dengan bapak ‘function.php’ dan ’sidebar.php’, para tersangka pelakunya.
Saya mungkin nggak akan ngejelasin panjang lebar soal cara kerjanya, berhubung ini mah bukan tutorial dan kalo saya yang bikin tutorialnya kemungkinan besar akan bertele-tele bahasannya. Cuma intinya kunci dari permainan widget didalam theme bisa dibagi dalam 3 tahap:
Pertama, menentukan berapa banyak area widget dan penyebutannya di halaman pengaturan widget (Design>theme)
Kuncinya adalah pada bagian:
if ( function_exists(’register_sidebars’) ) {
…
}
Kita sering melihat jumlah area widget sangat bervariasi. Kadang di kanan saja, di kiri saja, di dua sisi, di bagian atas posting, atau dibawah posting bahkan ada pula yang tidak menyediakan tempat widget samasekali (terutama theme model lama, sebelum Wordpress versi 2.*). Disinilah si penggarap theme mengatur berapa banyak area widget yang akan disediakan di dalam theme serta sebutan yang diberikan untuk si theme tersebut. Untuk lebih cepat mempelajarinya sebaiknya kita langsung belajar dari theme-theme yang sudah jadi, agar bisa melihat dan membedakan variasi-variasi yang bisa dilakukan dalam penentuan jumlah area penempatan widget.
Kedua, Mengaplikasikan area widget dalam file index.php
Setelah sebutan dan jumlah area penempatan widget kita tentukan, selanjutnya adalah menempatkan area penempatan widget dinamis di theme yang kita buat. Penempatannya bisa sangat fleksibel, baik di sidebar, diatas atau dibawah halaman atau searea dengan konten blog kita. Tetapi harus diperhatikan pengaturan CSSnya. Secara default, kumpulan widget diletakkan dalam file ’sidebar.php’. Bisa juga lokasi ini kita modifikasi, seperti theme ’surga biru’ ini, dua widget area yang di theme ‘Monochrome Typo’ terletak di sidebar saya tempatkan di atas area posting (content).
Ketiga, Sinkronisasi posisi widget area dengan Stylesheet
Tapi harus diperhatikan, pemindahan lokasi widget seperti yang saya lakukan tidak bisa sembarangan. Mesti diingat bahwa penempatan script
< ?php if ( !function_exists(’dynamic_sidebar’) || !dynamic_sidebar(’nama_area’) ) : ?>
harus disesuaikan dengan CSS yang diperuntukkan untuk area widget. Peletakkan widget area harus berada dalam <div> yang diperuntukkan khusus untuk widget. Jangan sampai CSS yang tertampilkan justru malah yang diperuntukkan untuk area content atau header, kecuali memang itu yang kita harapkan.
Jika theme yang kita kerjakan ini kita buat dari nol, maka penempatan diatas bisa dibuat lebih fleksibel. Dengan cara ini, pengaturan tampilan baru kita atur saat kita berurusan dengan file stylesheetnya (stylesheet.css). Dalam file stylesheet inilah kita mengatur dimensi dan tata letak komponen-komponen theme, warna-warni latar dan huruf, serta pemilihan jenis font.
Hm… karena saya harus segera minggat dari komputer ini, jadi tulisan ini saya sudahi sampai disini saja. Semoga sharing ilmu seputar PHPnya bisa dilanjutin kapan-kapan. Oiya, berikut ini saya share 4 theme yang saya utak-atik. Selain ’surga biru’, tiga lagi cuman saya tambahin area widget aja, jadi nggak terlalu berubah drastis.
If you see my blog content is valuable, please consider to treat mePermalink Comments off


