Komentar dikit soal semangat menulis
Posted by mobile phone:
Ini komnetar saya di blognya teh Dika. I think it worth to be shared, so I think to short-post it.
Dimulai dari sebuah pertanyaan:
“Kehilangan semangat menulis…
Bagaimana?” (lihat: http://dikaameliaifani.blogspot.com/2008/04/blog-post.html)
Gimana ya jawabnya?
In my opinion:
Mungkin butuh mencari motivasi baru untuk menulis kali ya?
Bukankah pena itu ’senjata’ dakwah juga ya?
Atau mencari obyek baru untuk jadi bahan tulisan?
Kata alm Sigit F. (lupa kalimat persisnya): “Kalau suatu saat kita melihat bahwa disekitar kita tidak ada masalah, maka sebenarnya masalah terbesar yang yang ada adalah kita tidak peka terhadap masalah disekitar kita”. Saya pikir menulis bisa menjadi sarana bagi kita untuk lebih peka melihat fenomena disekitar kita…
mungkin bisa dicoba dengan memulai rutin bikin short-posting, 1-2 paragraf yang temanya nggak berat2… apapun yang menarik perhatian kita, langsung aja di posting. Alternatif lain…
Mereset mindset/perilaku menulisnya?
Mungkin mindset kita yang keburu berat duluan untuk blogging (ngakses blog). Jadi yang ada di pikiran itu “menulis di blog=ngenet kelamaan=bayarnya kegedean”. Mungkin bisa disiasati dengan merubah perilaku menulisnya.
Kalo pengalaman pribadi, saya jarang posting langsung pas lagi online, seringnya nulis dulu di word (mis. dirumah ato di laptop) atau di scrapbook (tips dari aditya mulya), baru pas online diposting. Kejadian konyol yang saya alamin, karena udah biasa coret-coret dimanapun, begitu ngawas pengling, saya spontan nyoret2 lembar jawaban punya peserta ujian… untung baru sedikit.
So, keep writing!
Permalink Comments off

, maksud dan tujuannya agar informasi tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siapa aja, tanpa harus cari di paman google atau ngoprek di internet, sayangnya ada satu bahaya yang tersembunyi di balik centralisasi informasi ituh.











