Archive for walikota
June 29, 2008 @ 7:22 am
· Filed under dedikasi, elemen, lingkungan, kepemimpinan, siap, kota bandung, maag, taufik, trendi, sapu lidi, pasangan, medical checkup, abu syauqi, muda, tarbiyah, pribadi, walikota, Bandung, Indonesia, Blogger Keadilan Sejahtera, akademisi, taujih, calon, Kader, pks, Taufikurahman, Zakat
“… Anda tahu… bagaimana sulitnya saya saat harus membujuk mereka berdua agar mau maju (sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota)? Yang satu (Ust. Abu Syauqi), begitu dikabari amanah ini Maag-nya langsung kambuh. Yang satu lagi (Dr. Taufik) begitu mendengar namanya disebut (menjadi cawalkot) langsung demam tiga hari. Bahkan begitu mengetahui kemungkinan besar namanya akan disebut Ust. Abu Syauqi langsung mematikan HP-nya, untung saja nomor rumahnya masih bisa dihubungi …“
[Taujih Internal Kader PKS oleh Ust. Haru Suandharu 29-06-08]
InsyaAllah saya tidak perlu menjelaskan lagi mengapa saya memilih judul tersebut untuk tulisan singkat ini. Ya, ternyata nasib kepemimpinan kota Bandung ternyata ditentukan oleh beberapa tablet obat sakit maag. Ustadz Abu Syauqi yang beberapa saat kemudian mendapat giliran berorasi juga menambahkan, bahwa sebenarnya hingga hari medical checkup pun beliau dalam pikirannya masih belum bisa menerima bahwa namanya dicalonkan. Tentunya definisi ‘dalam pikirannya masih belum bisa menerima’ yang beliau maksud bukanlah sebentuk ketidakpercayaan terhadap saudara-saudaranya dari PKS yang mengusungnya, melainkan pertanyaan-pertanyaan retoris pada dirinya pribadi tentang kesiapan dirinya untuk mengemban amanah yang maha berat itu.
Pantaslah jika kemudian kepercayaan dan harapan penuh saya letakkan pada pasangan TRENDI ini. Mereka tidak saja sekedar memberikan harapan baru karena usianya yang muda dan track record mereka yang bersih. Tetapi juga dari diri pribadi masing-masing telah dibekali dengan pandangan yang benar terhadap kekuasaan. Mereka maju bukan karena diri mereka MAU untuk maju, tetapi karena keadaan MENUNTUT mereka untuk maju, dengan dukungan dari PKS dan seluruh elemen dalam koalisi sapu lidi yang ikut bergabung untuk mengusung perubahan dalam kepemimpinan kota bandung. Dedikasi yang mereka berdua tunjukkan selama ini dapat menjadi bukti bahwa mereka mampu dan siap memimpin perubahan. Pak Taufik dengan sepak terjangnya sebagai akademisi dan aktivis lingkungan semoga dapat menelurkan kebijakan strategis yang lebih pro rakyat setelah sekian lama bandung ditangani dengan salah urus. Ust. Abu Syauqi dan sepak terjangnya di Rumah Zakat Indonesia semoga dapat membawa perubahan dalam hal pengelolaan anggaran, sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan.
Tulisan diatas sekedar celoteh saya saja. Sekedar bayar utang posting setelah hiatus 2 hari ini. Semoga bermanfaat. Dukung TRENDI untuk kota Bandung yang lebih baik. InsyaAllah.
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Permalink
June 23, 2008 @ 8:47 pm
· Filed under cemas, berita, antara, calon, Citra Arena, dag-dig-dug, Ruang Locker Pria, lancar, GOR Cikutra, deklarasi, ta'aruf, Allah, munakahat, puito-melankolik, walikota, Curhat, tarbiyah, bingung, Menunggu, gakpentingbgt, biodata, Refleksi
Di deklarasi calon walikota…
kuterima sepucuk biodata…
Terlihat begitu sederhana…
dengan foto mungil diakhirnya…
hanya tiga lembar saja…
Diatas kertas reuse pula…
Aku bertanya-tanya segera…
Dimana amplopnya?
ternyata tidak ada…
Mungkin terlupa saja…
Kubawa segera si biodata…
tetapi bingung mau kemana…
Kubawa saja segera…
Keruang locker pria…
Agar aman melihatnya…
Pelan-pelan kubuka…
Kucoba melihat isinya…
Alhamdulillah, ternyata dia yang kupinta…
Kembali dag-dig-dug bertanya-tanya…
karena inilah pertama kalinya…
Antara sumringah gembira…
dan cemas menunggu berita…
apa yang ‘kan terjadi selanjutnya…
mungkinkah akan lancar-lancar saja?
[mencoba menghibur diri sendiri. Please Ya Allah... please!]
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Permalink
June 22, 2008 @ 8:01 pm
· Filed under perpaduan, calon, abu syauqi, bisa, partai, Kader, Aksi, dpd, DSUQ, ibu kota, sejarah, wakaf, walikota blogger, sedekah, Rumah Zakat Indonesia, isnet, jawa barat, Relawan Taufik, pks, Taufikurahman, Indonesia, Bandung, Komunitas, Curhat, Dakwah, Zakat, Infaq, blogger, walikota, tarbiyah, pribadi, politik, Blogger Keadilan Sejahtera, Kesehatan, Blogging, pendidikan, Masjid, Islam
Kemarin adalah hari yang bersejarah buatku. Pertama, karena kemarin adalah hari deklarasi pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bandung yang diusung oleh PKS. Kedua, karena ada ‘deklarasi yang lain’ di GOR Citra Arena Cikutra itu (*halah* deklarasi…). Hmmm… kita simpan saja dulu ceritanya untuk nanti. Yang terpenting adalah moment utama dari kehadiran kader dan simpatisan PKS disana, yaitu pengumuman siapa yang akan mendampingi Dr. Taufikurahman sebagai Calon Wakil Walikota Bandung periode 2008-2013.
Saya yakin tidak hanya saya yang berdebar-debar menanti siapakah orangnya yang akan mengemban amanah berat sebagai Cawawalkot PKS tersebut. Format acara pun bisa dikatakan agak diplot surprise. MC yang berada didepan membuat para hadirin penasaran dan menerka-nerka siapa orangnya. Saat MC menunjuk kearah audience tersebut, beberapa ‘cawawalkot bayangan’ terlihat melambai-lambai dari beberapa sisi, membuat audience semakin penasaran. Beberapa saat kemudian akhirnya barulah MC mengumumkan nama Dedi Triesnahadi atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Syauqi. Takbir segera bergemuruh memenuhi ruangan GOR.
Setelah penantian dan musyawarah yang alot di internal partai ini, akhirnya terpilihlah ustadz Abu Syauqi pada dini hari, tanggal 22 Juni 2008. Yang bersangkutan pun cukup kaget saat menerima telepon dari Pak Haru (Ka DPD PKS Bandung). Meskipun secara resmi mengundurkan diri sebagai simpatisan beberapa waktu sebelumnya, ternyata tidak menghalangi musyawarah untuk menetapkan pendiri rumah zakat ini sebagai pendamping pak Taufik. Satu hal inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan barisan PKS. Mereka bukan memilih orang-orang yang bernafsu menggapai kekuasaan dengan cara apapun, melainkan figur tawadhu yang secara individu menolak kekuasaan tersebut namun jika ternyata kehendak jama’ah ini menentukan dirinya harus mengemban amanah tersebut, maka ia dengan lapang dada siap mengemban amanah tersebut.
Saya pribadi melihat kombinasi Taufikurahman dan Abu Syauqi merupakan perpaduan yang tepat. Dr Taufik dengan latar belakang kepakaran dan Akademisinya cocok menjadi figur konseptor kebijakan. Disamping itu, eksistensinya sebagai seorang blogger juga menjadi nilai lebih dalam masalah kritisisme dan kepekaan terhadap fenomena sosial yang ada dalam masyarakat. Adapun Abu Syauqi dengan latar belakangnya sebagai pendiri Rumah Zakat adalah sosok praktisi di bidang sosial kemasyarakatan. Pengalamannya dalam mengemban amanah pengelolaan dana umat bagi saya pribadi merupakan jawaban dari masalah korupsi yang selama ini telah mengakar di birokrasi kita. Konsep yang dibawa islam dalam pengelolaan dana umat semoga juga dapat diaplikasikan dalam pengelolaan APBD kota Bandung, sehingga masyarakat bisa lebih merasakan secara utuh alokasi anggaran tersebut.
Menyoroti kedua figur ini, kita juga akan menemukan bahwa mereka berdua berasal dari komunitas yang memegang nilai keagamaan secara kuat. Pak Taufik menghabiskan masa kuliah S1 dan S2 di lingkungan masjid Salman. Sebuah masjid yang dicatat sejarah sebagai masjid kampus pertama dan serta pembinaannya yang fenomenal dalam event LMD (Latihan Mujahid Dakwah) yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional sekelas Al-Hilal Hamdi (mantan Menaker), Hatta Radjasa (Menristek), Husni Thamrin (anggota DPR dari Golkar), Irfan Anshari (anggota DPRD Jabar), Alimin Abdullah (Bendahara PAN) dll. Selain itu beliaupun sejak dekade ‘90-an telah dikenal di komunitas ISNET, komunitas netter tertua indonesia yang banyak berisi aktivis muda islam. Sedangkan Ust. Abu Syauqi sejak 1998 telah dikenal sebagai seorang dai muda bandung. Ia bersama dengan pengajian majlis ta’lim Ummul Quro berinisiatif untuk mendirikan Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ) yang bertujuan mengelola dana umat dari zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf secara lebih profesional dengan menitikberatkan program pendidikan, kesehatan, pembinaan komunitas dan pemberdayaan ekonomi sebagai penyaluran program unggulan [1]. DSUQ inilah yang kemudian hari bertransformasi menjadi Rumah Zakat Indonesia.
Pantas bagi kita untuk menaruh harapan besar pada pasangan ini untuk dapat menjadi pengusung perubahan bagi ibukota Jawa Barat yang semakin hari semakin semrawut dengan segala masalahnya. Tentunya tidak sekedar menaruh harapan kemudian menonton perkembangan yang terjadi. Kemenangan tidak akan datang dengan sendirinya. Butuh aksi dan kontribusi riil dari kita semua agar perubahan dikota bandung dapat terwujud. Langkah paling dekatnya adalah bergabung dengan barisan pendukung Taufikurahman-Abu Syauqi dan berkontribusi dengan apapun yang kita punya. Maka dari itu saya menyatakan siap untuk memberdayakan blog ini semaksimal yang saya bisa untuk mengkampanyekan pasangan ini. SAYA MENDUKUNG TAUFIK-ABU SYAUQI, BAGAIMANA DENGAN ANDA?
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Permalink
June 20, 2008 @ 1:32 am
· Filed under pemkot, pemerintah bandung, pasar tradisional, pilwakot, semata, urahman, teliti, pasar, kegagalan, politik, pilkada, walikota, dada rosada, mulai, incumbent, balubur, mahasiswa

Liat foto dari flickrnya pak taufik ini jadi inget sama acara peletakan batu pertama pasar balubur. Kalo sedikit mencermati lebih teliti, kasak-kusuk soal relokasi pasar balubur ini udah mulai kerasa sejak saya baru jadi mahasiswa, sekitar 2003-2004. Heran tuh incumbent… jadi selama masa kerjanya 5 tahun kemarin kemana wae? kenapa baru sekarang-sekarang (saat udah mau pilkada lagi) hal beginian baru ‘MULAI’ direalisasi? Apa sekedar make-up politik semata kah?
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Permalink
June 20, 2008 @ 1:08 am
· Filed under doktor, calon, ganteng, muda, tampan, Kotamadya, Taufikurahman, walikota, tarbiyah, politik, gakpentingbgt, Bandung
Permalink
May 21, 2008 @ 8:40 pm
· Filed under Hayati, 2008-2013, pks, Taufikurahman, Ketua DPD PK, Kotamadya, Peradaban Mulia, Paris van Java, Meretas Jalan, Membangun, sekolah gratis, asasi, Jagad Wordpress, tarbiyah, walikota, Bandung, SITH, biologi, akademisi, dosen, politik, itb, blogger
Permalink
May 20, 2008 @ 9:09 pm
· Filed under dada rosada, akademisi, dosen, Peduli, Taufikurahman, arry akhmad arman, tek tek dung dung tek, pks, kuningan, independen, Kritis, politik, Curhat, blogger, mahasiswa, agenda, Bandung, walikota, itb, Blogging, SITH, pilkada, Refleksi
Dosen Blogger vs Dosen Blogger di Pilkada Bandung
Alhamdulillah, akhirnya setelah bertanya-tanya beberapa minggu ini, akhirnya terjawab sudah siapa yang akan diusung oleh si Bulan Sabit Kembar a.k.a Kupu-Kupu Emas pada pilwakot Bandung 2008 ini. Dan ternyata benar sesuai dugaan saya, Om Taufik (Dr. Taufikurahman, dosen SITH ITB) akhirnya di perkenalkan sebagai calon Walikota Bandung dari Partai Keadilan Sejahtera. Meski belum ada kabar pasti tentang siapa yang akan mendampingi beliau, namun setidaknya sudah ada kepastian bahwa PKS tidak akan mendukung Walikota Incumbent Dada Rosada (inget Tek-tek-dung-dung-tek). Kabar ini juga sekaligus menambah jumlah bakal pasangan calon Walikota-wakil walikota dari kalangan Akademisi Institut Teknologi Bandung setelah sebelumnya pak Arry Akhmad Arman dosen STEI yang juga anggota Laskar Blogger Dosen ITB juga maju melalui jalur independen.
Berhubung pak Taufik paman saya sekaligus dosen saya di SITH, yaa… saya ‘terpaksa’ mendukung beliau. Tetapi siapapun yang saya dukung, saya cenderung mendukung seorang blogger sebagai calon walikota/kepala daerah. Kenapa? Karena saya juga seorang blogger, dan saya menilai sosok blogger memiliki kepekaan lingkungan yang lebih tinggi ketimbang mereka yang jarang menuliskan isi pikirannya dan membaginya kepada orang banyak. Meski mendukung pak Taufik, tetapi saya juga berharap bahwa pak Syinar dan Pak Arry mampu meraih dukungan 80000 suara agar dapat lolos verifikasi sebagai calon independen.
Jika hal ini benar terjadi, maka ada dua dosen blogger yang akan berkompetisi melawan Si Walikota Uzur. Hal ini tentunya memunculkan suatu harapan baru untuk masyarakat bandung secara umum dan blogger Bandung secara khusus. Blogger dengan karakternya sebagai sosok jurnalis independen dan pengusung kebebasan berpendapat setidaknya dapat diharapkan untuk bisa memberi warna baru dalam struktur birokrasi kota bandung ini. Para blogger yang kepekaannya senantiasa terasah dengan mengungkap fenomena lingkungan dan sosial kedalam wujud tulisan yang bebas dibaca orang banyak setidaknya lebih bisa diharapkan akan menghasilkan kebijakan pro-rakyat dan lebih peduli pada agenda pemberantasan korupsi.
Saya sendiri berharap bahwa meski berbagai survei menjagokan Tek Tek Dung Dung Tek untuk kembali menduduki kursi Bandung 1, pilkada kali ini dapat menjadi sarana pencerdasan politik bagi warga bandung. Setidaknya masyarakat bisa diajak lebih berpikir kritis dan tidak pragmatis terhadap nasib politik kota bandung kedepan. Kekecewaan terhadap pemerintahan sebelumnya sah-sah saja, tetapi semoga hal ini tidak membuat masyarakat keburu putusasa dan memilih golput sebagai solusi. Mengutip ucapan seorang ustadz yang juga anggota DPRD kuningan: “Nggak ada jalan lain… Kita nggak bisa terlalu mengharapkan kerjasama dengan mereka (partai-partai korup). Negara ini hanya bisa bersih jika dipegang oleh kalian… Negara ini hanya bisa bersih jika dipegang oleh mereka yang percaya sama neraka dan hari akhir!!“.
Sedikit press release dan kabar seputar pencalonan pak taufik:
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Permalink
May 6, 2008 @ 2:02 am
· Filed under calon independen, dosen, politik, pilkada, Bandung, walikota, blogger
Dapet dari blognya Enda. Calon independen untuk pemilihan walikota euy…
Calon wakilnya dosen elektro ITB, blogger pula, sejak bulan lalu udah nangkring di blogroll saya.
Silahkan datang ke So… postingan ini sebagai sebuah dukungan… semoga dengan adanya calon independen, Pilkada semakin demokratis dan nggak cuma jadi ajang rebutan eksistensi dan umbar janji parpol-parpol aja.
Mei 3, 2008 oleh AA Arman
Kami, masyarakat independen Kota Bandung yang terdiri atas kaum pekerja/buruh, kaum muda/mahasiswa, akademisi, profesional, pedagang, dan elemen-elemen masyarakat lainnya mencalonkan:
Paduan Syinar Budhi Arta (calon walikota Bandung) dari kalangan buruh (pekerja) dan Arry Akhmad Arman (calon wakil walikota Bandung) dari akademisi (intelektual) diharapkan menjadi sinergi yang dapat memberikan solusi nyata bagi kota kita yang tercinta ini. Dengan tidak mendahului Tuhan YME, kami yakin mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya, punya kemampuan dan siap menjadi pelayan masyarakat.
Dengan ajakan ”Hayu Babarengan Bebenah Bandung”, paduan dua putra Bandung asli ini siap bekerja bersama-sama masyarakat untuk menjadikan Bandung yang lebih baik. Insya Allah mereka adalah orang-orang yang amanah!
This page has the following sub pages.
Mei 4, 2008 oleh AA Arman
- Download Formulir Dukungan (pdf)
- Tuliskan seluruh keluarga, rekan kantor, tetangga, yang sudah berhak memilih dan memiliki KTP Bandung dalam form tersebut.
- Satu form hanya boleh diisi daftar pendukung dari SATU KELURAHAN YANG SAMA. Jika anda punya pendukung lain yang berbeda kelurahan, gunakan form yang berbeda.
- Jangan lupa sertakan fotocopy KTP KOTA BANDUNG yang masih berlaku untuk setiap pendukung.
- Materai boleh diisi ataupun tidak, kami sangat berterima kasih jika anda juga berkenan menyumbang materainya.
Formulir dukungan yang sudah terisi dapat disampaikan kepada:
- Sekretariat Utama, Jl. Serayu 8 Bandung (sekitar Jl. Bengawan)
- Ibu Teti/Pak Iwan, Salman Business Center, lantai 3 (belakang mesjid Salman ITB), Jl. Gelap Nyawang
ATAU
Anda boleh datang langsung ke salah satu sekretariat di atas tanpa membawa formulir dukungan. Cukup membawa KTP, kami fotocopykan di sekretariat, dan anda tinggal mengisi formulir disana.
If you see my blog content is valuable, please consider to treat me

Permalink
December 19, 2007 @ 6:32 pm
· Filed under idul adha, walikota, blogger palembang, wongkito, Project, Palembang Blogger, Pengumuman
Berkat kegigihan WongKito untuk mempromosikan blog di kalangan masyarakat Palembang, akhirnya blogger Palembang mendapat dukungan juga dari Walikota Palembang Ir. H. Eddy Santana Putra, MT.
Maklum, semenjak komunitas blogger Surabaya melakukan gebrakan-gebrakan, mau gak mau hati panas juga. He he... gak mau kalah nih sama mereka.
Eh, beliau juga punya blog sekarang [...]
Permalink